Kepsek SMKN 1 Labuan Bajo Tolak PIP Aspirasi Anggota DPR Andreas Pareira, Ada Apa?

Senin, 13 November 2023 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepsek SMKN 1 Labuan Bajo Tolak Dana PIP Aspirasi Anggota DPR Andreas Pareira. Foto: Tajukflores.com

Kepsek SMKN 1 Labuan Bajo Tolak Dana PIP Aspirasi Anggota DPR Andreas Pareira. Foto: Tajukflores.com

Labuan Bajo – Kepala Sekolah SMKN 1 Labuan Bajo, Viktoria Timung Wulang, menolak usulan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 43 pelajar melalui aspirasi anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira.

Andreas Pareira, seorang politisi Partai PDI Perjuangan (PDIP dari dapil NTT 1, mengusulkan program tersebut sebagai tanggapan terhadap masalah pembiayaan pendidikan.

Menurut Viktoria, sekolah berhak menolak usulan PIP aspirasi tersebut karena penerima dana bantuan belum dikonfirmasi dan tidak melalui rekomendasi dari sekolah. Ia menyatakan bahwa sekolah ingin memastikan bahwa dana tersebut diberikan kepada peserta didik yang belum pernah menerima dana PIP sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Atas nama satuan pendidikan menyampaikan ucapan terimakasih atas terpilihnya sekolah kami sebagai penerima dana PIP aspirasi. Tetapi sekolah berhak menolaknya karena penerima dana bantuan belum dikonfirmasikan dan bukan rekomendasi dari sekolah,” kata Viktoria saat dikonfirmasi Tajukflores.com melalui via whatsApp, Senin 13 November 2023.

Baca Juga:  Profil Vita Ervina, Anggota Komisi VI DPR RI yang Tersangkut Kasus Korupsi Eks Mentan SYL

Menurutnya, sekolah menginginkan yang menerima dana tersebut adalah peserta didik yang belum pernah menerima dana PIP dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdikti).

Viktoria menegaskan bahwa jika konfirmasi dilakukan terlebih dahulu, sekolah akan dapat melakukan pemetaan terhadap peserta didik yang berhak menerima dana. Namun, ia mengakui bahwa saat ini pihak sekolah tidak mengetahui apakah 43 peserta didik yang diajukan sudah menerima PIP sebelumnya.

“Kalau saja dikonfirmasi terlebih dahulu maka sekolah akan melakukan pemetaan terhadap peserta didik yang berhak menerima,” ungkapnya.

Sementara informasi yang diperoleh Tajukflores.com, berkas nama-nama peserta didik tersebut telah diantar ke sekolah melalui perwakilan dari Andreas Hugo sejak September 2023 lalu.

“Mohon maaf, peserta yang direkomendasikan penerima dana belum saya ketahui,” katanya.

Andreas Hugo Pareira membela usulan beasiswa PIP tersebut, menyebutnya sebagai aspirasi masyarakat yang ditemuinya selama turun ke daerah pemilihan (dapil). Ia menekankan bahwa status siswa di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah adalah faktor utama dalam menentukan kelayakan menerima PIP.

Baca Juga:  Draf RUU DKJ Hapus Pilkada DKI Jakarta, Biaya Mahal Jadi Alasan

“Nah, usulan itu bisa datang darimana saja termasuk dari masyarakat yang ditemui saat turun ke daerah pemilihan. Yang terpenting adalah status siswa di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah, siswa/siswi bersangkutan masuk kategori layak PIP,” kata Andreas Hugo dalam keterangan yang diterima Tajukflores.com, Senin siang.

“Sehingga ketika seorang anak sudah di SK-kan oleh Kemendikbud memperoleh beasiswa PIP, maka kewajiban sekolah untuk memberi keterangan dan membantu proses pencairan dana PIP tersebut di Bank,” jelas dia.

Andreas menegaskan sekolah tidak boleh menolak memberikan surat keterangan dan membantu pencairan.

“Karena kalau menolak sama saja dengan melawan SK yang Kemendikbudristek. Juga dengan tidak mau memberikan keterangan rekomendasi dan membantu pencairan dana PIP, sama saja dengan sekolah mengorbankan hak siswa/siswi untuk memperoleh dana beasiswa PIP,” tandas Andreas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Fons Abun

Editor : Alex K

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru