Pemkab Kupang Sebut Ribuan Ekor Babi Mati Akibat Virus ASF

Sabtu, 3 Oktober 2020 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menyebutkan 1.753 ekor babi milik para peternak di daerah setempat mati akibat terserang virus African Swine Fever (ASF).

“Berdasarkan data pada Dinas Peternakan Kabupaten Kupang sudah sekitar 1.753 ekor babi milik peternak yang mati akibat terserang virus ASF atau flu babi. Serangan penyakit ASF ini mulai terjadi pada Februari 2020 lalu,” kata Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe  di Oelemasi, Senin, (9/3).

Jerry mengatakan, serangan penyakit ASF telah berdampak pada matinya usaha para peternak babi di Kabupaten Kupang.

Pemerintah Kabupaten Kupang kata dia, terus melakukan upaya menangkal penyebaran virus African Swine Fever (ASF) dengan memberikan vaksin kepada semua ternak babi milik warga yang belum terpapar dengan virus African Swine Fever (ASF).

“Para dokter hewan maupun para penyuluh pada Dinas Peternakan Kabupaten Kupang selalu turun ke kecamatan-kecamatan untuk memberikan vaksin dan penyuluhan terhadap para peternak babi tentang pencegahan virus ASF ,” ujar Jerry Manafe.

Ia berharap para peternak babi di kabupaten yang berbatasan dengan wilayah Oecusse, Timor Leste itu untuk selalu menjaga kebersihan kandang babi sehingga tidak mudah bagi virus ASF berkembang.

Baca Juga:  Diduga Perolehan Suara Tak Maksimal, Caleg Asal Manggarai Tarik Kembali Genset

“Kami menghimbau agar babi yang mati akibat virus ASF segera dikubur karena jika dibuang sembarangan dapat menimbulkan virus baru,” tegasnya.

Dia mengatakan, pemerintah Kabupaten Kupang belum bisa memberikan kompensasi kepada para peternak yang tertimpa musibah virus ASF.

“Kami belum bisa memberikan kompensasi karena penetapan anggaran sudah selesai dilakukan,” tegas Jerry Manafe. (Ant)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial
Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers
Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang
Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 20:54 WIB

Duh, Calon Pastor di Ngada NTT Cabuli Siswa SMP di Asrama Sekolah, Kini Diburu Polisi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sindikat Pornografi Anak LGBT Dibongkar FBI di Bandara Soetta, Ini Respon Kemen PPPA

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:06 WIB

Guru Besar UGM Beri Petunjuk ke AHY Kalau Punya Nyali Berantas Mafia Tanah

Senin, 19 Februari 2024 - 18:46 WIB

Fakta-Fakta Kasus Perundungan ‘Geng Tai’ di Binus School, Praktik Terlarang 9 Generasi

Senin, 19 Februari 2024 - 18:27 WIB

Jejak Kelam Geng Tai di Binus School, Anak Vincent Rompies Diduga Terlibat Kasus Perundungan

Sabtu, 17 Februari 2024 - 19:59 WIB

Kejam! ART Asal NTT di Jakarta Disekap Majikan, Ini Kondisinya Sekarang

Sabtu, 17 Februari 2024 - 16:30 WIB

Mayat Perempuan Tanpa Busana Hebohkan Warga Cirebon, Ditemukan di Tempat Pemakaman Umum

Kamis, 15 Februari 2024 - 17:47 WIB

Wanita Asal NTT Diduga Disekap Majikan di Jakarta, Polisi Turun Tangan

Berita Terbaru