Pemprov NTT Dukung Program Konservasi Komodo oleh UNDP

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menyebut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung program konservasi komodo dan spesies satwa terancam punah lain yang dilaksanakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) di Pulau Flores.

Josef Nae Soi sudah melakukan pertemuan dengan koordinator program konservasi bertajuk Investing in the Komodo Dragon and other globally threatened species in Flores (IN-FLORES).

“Pemerintah provinsi siap memberikan surat dukungan dan rekomendasi yang dibutuhkan oleh UNDP untuk pelaksanaan program IN-FLORES dalam rangka konservasi hewan purbakala komodo dan ekosistem sekitarnya, termasuk juga pemberdayaan masyarakat di kawasan konservasi,” kata Wakil Gubernur sebagaimana dikutip dalam siaran pers, Senin (10/1).

Josef mengemukakan pentingnya pembagian tugas yang jelas dalam pelaksanaan program konservasi komodo dan satwa terancam punah lain di Pulau Flores.

“Harus ada pembagian tugas yang jelas, apa yang dilakukan oleh UNDP dan apa yang dapat dilakukan oleh Pemprov untuk keberhasilan upaya konservasi,” katanya.

Koordinator Program IN-FLORES UNDP Fransiska Sugi menjelaskan bahwa UNDP bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengajukan proposal Program IN-FLORES ke Global Enviromental Facility (GEF).

Baca Juga:  Observatorium Nasional Timau di NTT Terbesar di Asia Tenggara

“GEF telah menyetujui pendanaan sebesar Rp80 miliar lebih untuk jangka waktu enam tahun dari 2022 sampai 2028,” katanya.

Ia mengatakan bahwa program konservasi UNDP akan dilaksanakan di habitat komodo di tiga wilayah kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada.

Program itu, menurut dia, akan mencakup upaya konservasi terintegrasi, pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar habitat komodo, serta pengembangan penelitian tentang komodo serta flora dan fauna di kawasan konservasi komodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Menpan RB: Pemindahan ASN ke IKN Dilakukan Bertahap, Perhatikan Kompetensi dan Hunian
Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers
Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:29 WIB

Ayah Selingkuh dengan Pacar Anaknya, 4 Orang Saling Baku Hantam di Jalan

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:40 WIB

Dinilai Bertindak Arogan ke Dokter Berpangkat Kolonel, Netizen Cibir Mayor Teddy: Ajudan Lebay!

Senin, 19 Februari 2024 - 09:50 WIB

Pergoki Suami Selingkuh dengan Teman Kantor, Wanita Ini Justru Terima Kasih ke WIL

Minggu, 18 Februari 2024 - 11:25 WIB

Istri Selingkuh Saat Suami Sibuk Bekerja di Luar Kota, Terbongkar saat Salat Tahajud

Selasa, 13 Februari 2024 - 16:34 WIB

Pria Miskin Nyamar Jadi Konglomerat, Perdaya Puluhan Wanita Hingga Miliaran Rupiah

Jumat, 9 Februari 2024 - 08:29 WIB

Viral! Suami Ketahuan Selingkuh di Indekos, Istri Pergoki Tanpa Busana

Kamis, 25 Januari 2024 - 17:19 WIB

Eks Bintang Film Panas Mia Khalifa Dikecam Usai Kepergok Pakai Masker Bekas Kotoran Anjing

Selasa, 23 Januari 2024 - 18:02 WIB

Viral, Pencuri Babi di Bealaing Manggarai Diarak Warga, Tangan dan Kaki Diikat Pakai Tali

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB