Politikus Nasdem Respon Mimpi SBY Berdamai dengan Megawati

Selasa, 17 Oktober 2023 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hubungan PDIP dan Partai Demokrat belakangan makin mencair. Hal itu terjadi setelah Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, bertemu.

Kedua partai itu pun terus berusaha untuk melakukan pertemuan lanjutan, khususunya mempertemukan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choirie atau Gus Choi mengatakan pihaknya juga menginginkan pertemuan kedua tokoh itu segera terwujud. Ia berharap SBY tidak hanya bertemu Megawati, tetapi juga bertemu dengan Presiden Jokowi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagus. Temu AHY-Puan. SBY-Mega. SBY-Jokowi. Semua bagus. Kita harapkan semua jadi negarawan, bukan politisi picisan,” kata Gus Choi di Jakarta, Selasa (11/7).

Menurut Gus Choi, negarawan memikirkan negara bangsa, bukan kepentingan kelompok, anak, istri, saudara, menantu, keponakan, dan besan. Meski hubungan kedua parpol itu makin mesra, Nasdem menyakini Partai Demokrat akan setia dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Baca Juga:  Aliansi Mahasiswa Manggarai Makassar Kirim Surat Ke Bupati Deno Terkait Covid-19

“Kami yakin, Partai Demokrat punya komitmen yang kuat dan keimanan yang mendalam dengan Koalisi Perubahan,” ucap Gus Choi.

Ia mengatakan berhubungan dengan partai politik mana pun sejatinya hal yang wajar. Di sisi lain, ia menilai kedekatan Demokrat dengan PDIP hanya berstatus quo. Sebab, Partai Demokrat mengingatkan perubahan dan perbaikan.

“Hak Partai Demokrat untuk berselancar politik dengan yang lain, tetapi basis perjuangannya akan tetap bersama Koalisi Perubahan. Kalau dengan mereka itu berarti berstatus qou. Partai Demokrat ingin perubahan dan perbaikan,” pungkas Gus Choi.

Sebelumnya, SBY mengungkapkan imajinasinya untuk bisa berdamai dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Imajinasi Presiden ke-6 RI itu dituliskan di akun Twitter miliknya.

“Saya bermimpi, di suatu hari Pak Jokowi datang ke rumah saya di Cikeas untuk kemudian bersama-sama menjemput Ibu Megawati di kediamannya. Selanjutnya kami bertiga menuju Stasiun Gambir,” kata SBY dalam tulisannya yang diunggah pada Senin (19/6/2023).

Dalam mimpinya, SBY bercerita sedang berada di Stasiun Gambir bersama Presiden ke-8 Indonesia yang telah membelikannya tiket kereta api Gajayana. Presiden ke-8 RI diketahui baru akan terpilih pada Pemilu 2024 nanti.

Baca Juga:  Sandiaga: Korupsi Stadium 4, KPK di Ujung Tombak

SBY mengatakan di Stasiun Gambir ia menyempatkan minum kopi bersama dengan Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDIP, Jokowi dan Presiden ke-8 RI sembari menunggu kereta. SBY tidak ingin ada obrolan politik di meja tersebut. Dia ingin bisa mengobrol santai dengan lawan bicaranya.

“Di Stasiun Gambir, sudah menunggu Presiden Indonesia Ke-8 & beliau telah membelikan karcis kereta api Gajayana ke arah Jawa Tengah & Jawa Timur. Karena masih ada waktu, sejenak kami berempat minum kopi sambil berbincang-bincang santai,” jelasnya.

SBY, Megawati dan Jokowi pun berpisah dengan Presiden ke-8 itu. Mereka bertiga kompak menaiki kereta api dan menyapa rakyat Indonesia sepanjang perjalanan.

“Setelah itu, kami bertiga naik kereta api Gajayana yang siap berangkat ke tujuan. Di perjalanan, kami menyapa rakyat Indonesia dengan hangat. Rakyat yang pernah kami pimpin dengan penuh kesungguhan hati. Memimpin bangsa yang tak pernah sepi dari tantangan,” pungkas SBY.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Hoax: Telat Bayar Pajak Kendaraan Tidak Bisa Beli BBM Subsidi
Revitalisasi KUA untuk Pernikahan Semua Agama, Perlu Kajian Mendalam
Jet Tempur MiG-29 Militer Myanmar Jatuh, Pilot Selamat
Wacana Pernikahan di KUA untuk Semua Agama, Ini Kata Disdukcapil 
IDI Hormati Putusan MK Tolak Uji UU Kesehatan
Pengorbanan di Papua, Brimob Polda NTT Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Promosi Pariwisata Indonesia Dinilai Kalah Jauh Dibanding Negara Lain
Jokowi Sebut Banyak Investor yang Antre Mau Investasi ke IKN
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:09 WIB

Hoax: Telat Bayar Pajak Kendaraan Tidak Bisa Beli BBM Subsidi

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:56 WIB

Revitalisasi KUA untuk Pernikahan Semua Agama, Perlu Kajian Mendalam

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:09 WIB

Wacana Pernikahan di KUA untuk Semua Agama, Ini Kata Disdukcapil 

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:09 WIB

IDI Hormati Putusan MK Tolak Uji UU Kesehatan

Jumat, 1 Maret 2024 - 12:06 WIB

Pengorbanan di Papua, Brimob Polda NTT Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:03 WIB

Promosi Pariwisata Indonesia Dinilai Kalah Jauh Dibanding Negara Lain

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:03 WIB

Jokowi Sebut Banyak Investor yang Antre Mau Investasi ke IKN

Kamis, 29 Februari 2024 - 19:39 WIB

Pedagang Kantin Protes Harga Menu Makan Siang Gratis Rp15 Ribu

Berita Terbaru

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik., Foto: RRI

Pemilu

KPU: Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar 27 November

Sabtu, 2 Mar 2024 - 11:44 WIB