Pulau Komodo Tak Jadi Ditutup, Penjualan Paket Wisata Kembali Normal

Jumat, 10 Mei 2019 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abed Frans menyebut penjualan paket wisata Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo kembali normal, setelah pembatalan rencana penutupan sementara pulau tersebut oleh pemerintah.

“Paket wisata khususnya yang ada destinasi Pulau Komodo sudah kembali dijual secara normal seperti sediakala,” katanya di Kupang, Jumat (4/10), melansir Antara.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kondisi industri pariwisata di Taman Nasional Komodo setelah pembatalan rencana penutupan Pulau Komodo mulai Januari 2020 yang diwacanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pulau Komodo akhirnya batal ditutup setelah rapat koordinasi bersama antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  173.329 Guru Honorer Lulus Seleksi PPPK Tahap Pertama

Abed mengakui wacana penutupan tersebut sebelumnya sudah mengganggu pasar pariwisata untuk Taman Nasional Komodo, meskipun tidak berdampak signifikan.

“Ya pastinya ada dampak (rencana penutupan Pulau Komodo), tapi saya rasa tidak signifikan,” kata Pemilik PT Flobamor Tours itu.

Ia mengatakan wisatawan masih terus berdatangan ke Taman Nasional Komodo karena tujuan mereka tidak hanya ke Pulau Komodo, melainkan destinasi lain di sekitarnya seperti Pulau Rinca, Pulau Padar, Pantai Pink, dan lainnya.

Baca Juga:  Politikus Demokrat Ramai-ramai Tolak AHY Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

“Wisatawan yang datang ingin melihat komodo juga bisa melihatnya di Pulau Rinca, meskipun memang jumlahnya tak sebanyak di Pulau Komodo,” katanya.

Abed berharap polemik penutupan kawasan wisata seperti ini tidak terulang lagi di massa mendatang, sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian pasar pariwisata.

Menurutnya, aspek kepastian sangat penting karena para pelaku wisata membutuhkan waktu sekitar satu tahun sebelumnya untuk mempromosikan paket-paket wisata.

“Jadi memang harus pasti suatu destinasi ditutup atau tidak, sehingga ketika promosi hingga ke luar negeri tidak membingungkan wisatawan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru