Relawan Jokowi Bandingkan Kritik BEM UI Era Orde Baru, Sebut Soeharto Begini

Minggu, 7 Maret 2021 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Judilherry Justam mengatakan kritik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Menurutnya, pendukung Jokowi tidak perlu reaktif terhadap kritik tersebut.

“Saya menilai kritikan BEM UI ini sebagai hal wajar-wajar saja. Bagian dari kebebasan menyatakan pendapat. Tidak perlu lah disikapi secara reaktif,” kata Judilherry dalam webinar Narasi Institute bertajuk `Gerakan Mahasiswa dan Pengkhianatan Kaum Intelektual`, Jumat (2/7).

Judilherry merupakan aktivis mahasiswa di era Orde Baru. Selain itu, dia juga merupakan pimpinan sebuah relawan yang mendukung Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Meski demikian, dia mengaku bukanlah kelompok relawan yang tidak kritis terhadap pemerintahan Jokowi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang baik kita katakan baik, yang tidak baik tentu kita kritisi. saya tidak menganut prinsip, `The King Do No Wrong`,” ujarnya.

Baca Juga:  Jokowi Dinilai Kembali Kangkangi PDIP

Judilherry kemudian membandingkan situasi kritik BEM UI era Orba dengan era Jokowi. Saat BEM UI memimpin demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada 1974, berbagai poster dibawa serta untuk mengkritik Soeharto. Di antaranya bertuliskan, “Presiden saudaranya Liem Sioe Liong” (atau Sudono Salim, kroni Soeharto waktu itu), “Presiden kerjanya main golf”, dan Ibu Tien Soeharto ten percent” (terima komisi 10% dari proyek pemerintah).

Kendati pemerintahan Soeharto yang represif dan otoriter, menurut Judilherry, tak satupun rektor universitas yang memanggil mahasiswa untuk mengklarifikasi. Hal ini menurutnya berbeda dengan Rektorat UI yang memanggil BEM UI seminggu setelah BEM UI memposting kritik Presiden Jokowi sebagai `The King Lip of Service` di laman Instagram.

“Karena tidak ada masalah sama sekali, dan tidak ada yang menuduh kami menghina kepala negara. Baru kemudian ada pernyataan keras penguasa terhadap sejumlah pengurus BEM UI, terjadi setelah timbulnya kerusuhan pembakaran gedung pada 5 Januari 1974. Peristiwa Malari.

Baca Juga:  Waketum PAN Minta Prabowo Tak Klaim Menang Tanpa Data Valid

Diketahui, Peristiwa Malari atau Malapetaka Limabelas Januari adalah peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974. Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14–17 Januari 1974).

Hal yang sama juga berlaku untuk pemimpin redaksi Koran Salemba di tahun-tahun itu. Koran Salemba merupakan sebuah media yang dikelola kampus Universitas Indonesia dan terbit pada 1976. Judilherry menegaskan, meski Koran Salemba kerap mengkritik Soeharto, namun tak sekalipun pengurusnya dipanggil pihak rektorat UI.

“Bila pada masa Orba yang represif dan otoriter masih bisa mengkritik pemerintah dalam bentuk karikatur, tentunya dalam era Reformasi sekarang, tidak perlu lagi pengekangan kebebasan berekspresi mahasiswa,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Adian Napitupulu Sebut Fraksi PDIP Solid Gulirkan Hak Angket Usut Kecurangan Pemilu 2024
Bawaslu Sebut Hak Angket Tak Bisa Dipakai untuk Usut Kecurangan Pemilu
Harga Beras Naik Dicurigai untuk Dana Program Makan Siang Gratis
Nasib Venna Melinda: 2 Kali Pindah Partai, Gagal Lagi ke DPR RI
Ade Armando dan Venna Melinda Kecewa Suaranya Hangus Gegara PSI dan Perindo Gagal Lolos
Sindir Ganjar Soal Hak Angket, PSI: Usulan Muncul dari Politisi yang Tak Siap Terima Kekalahan!
Resmi Jadi Anak Buah Jokowi, AHY Tolak Halus Hak Angket Usut Kecurangan Pemilu 2024
Disinggung Koordinasi dengan PDIP, Jokowi Ngaku Tidak Ragu Lantik AHY sebagai Menteri ATR/BPN
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru