Rencana Hujan Buatan di NTT, Ini yang Perlu Dikaji

Senin, 8 April 2019 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi mengatakan rencana hujan buatan di NTT masih harus dilakukan survei terlebih dahulu.

Menurut Agung, survei ini untuk memastikan daerah mana saja yang perlu dilakukan hujan buatan, dan memenuhi kriteria atau tidak.

“Rencana hujan buatan itu masih mau proses survei, daerah mana saja yang perlu hujan buatan, dan memenuhi kriteria atau tidak,” kata Agung di Kupang, Minggu (4/8/2019).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, antara lain kondisi awan dan cuaca, arah kecepatan angin dan suhu udara di wilayah itu mendukung.

Baca Juga:  AS Kerahkan Kapal Induk Canggih USS Gerald R. Ford Bantu Israel dari Serangan Hamas

Dia menambahkan, hujan buatan atau dikenal dengan sebutan modifikasi cuaca dengan cara menembak awan yang tebal.

“Kami pernah melakukan hujan buatan di Makasar. Jadi ada awan rendah, awan menengah dan awan tinggi. Kalau tidak ada awan, apa yang mau ditembak,” katanya menjelaskan.

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menciptakan hujan buatan di beberapa provinsi akan dimulai. Operasi di kawasan yang mengalami kekeringan tersebut dijadwalkan berlangsung sampai akhir September.

Baca Juga:  Berurai Air Mata Datangi Mako Brimob, Putri Candrawathi Sebut Sangat Mencintai Irjen Ferdy Sambo

“Tapi, tetap ada kemungkinan bisa sampai November,” kata Plh. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, (22/7).

Operasi tersebut melibatkan beberapa instansi. TNI akan menyediakan pesawat untuk melakukan persemaian awan dan mengangkut logistik serta personel.

Dan Badan Pengkajian dan Penerapata Teknologi (BPPT) menyediakan peralatan dan bahan baku semai. Sementara BMKG bakal menjadi radar untuk mendeteksi awan potensial dan target sasaran TMC. Adapun BNPB akan menjadi koordinator dalam operasi ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru