Satgas Pamtas RI Bangun Jembatan Gantung di Perbatasan

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Batalion Infantri 132/BimaSakti sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor Leste Sektor Barat Markas Besar TNI bersama masyarakat setempat membangun jembatan gantung dari tali baja sepanjang 80 meter di Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.

Jembatan gantung itu diberi nama BimaSakti dan menjadi salah satu bentuk karya bakti mereka kepada masyarakat di garis perbatasan Indonesia dengan Distrik Oecusse, negara tetangga itu.

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor LesteSektor Barat Markas Besar TNI, Letnan Kolonel Infantri Wisyudha Utama, mengatakan, jembatan gantung Bima Sakti yang baru diresmikan pada Selasa (14/7) merupakan wujud kemanunggalan TNI-rakyat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami TNI berasal dari rakyat dan sudah seharusnya kami mengabdikan diri kepada rakyat. Pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud pengabdian kamikepada masyarakat, untuk mengatasi kesulitan rakyat di daerah ini,” katanya, Rabu (15/7).

Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Neopesu,Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten TTU,dan Desa Bonleu,KecamatanTobu Kabupaten Timor Tengah Selatan, itu dimulai pada awal Juli.

Baca Juga:  Kampanye Pilpres 2024: Janji dan Kegiatan Paslon pada Hari ke-49

Ia menambahkan pembangunan jembatan itu dilaksanakan secara swadaya, dimana anggarannya sebagian besar dari anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor LesteSektor Barat Markas Besar TNI yang peduli dengan masyarakat di daerah itu.

Selain itu juga anggaran datang dari beberapa donatur , sedangkan pengerjaannya dibantu Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) sebagai tenaga ahli dan masyarakat dua desa itu.

“Jadi memang untuk anggaran dari kami sendiri dan juga dibantu beberapa donatur, tetapi kalau untuk kebutuhan material kami pesan dari luar NTT,” kata dia.

Ia menjelaskan, sebelum jembatan gantung itu dibangun, warga di dua desa itu jika ingin melintas membawa barang dagangan mereka harus melintasi sungai yang lebarnya sekitar enam meter.

Pada saat ini ketika musim kemarau, kata dia, warga masih bisa melintas, namun tidak demikian jika musim hujan. Pada saat itu air di sungai sangat deras dan dalam bahkan bisa menggerus tepian-tepian badan sungai. Jika itu yang terjadi, pohon-pohon dan batu-batu besar juga bisa hanyut ke hilir.

Baca Juga:  Terkait Pengeroyokan Ade Armando, 6 Orang Sudah Jadi Tersangka

Bahkan kata dia, beberapa waktu lalu sempat ada beberapa warga di dua desa itu yang terseret air sungai ketika nekat melintas di sungai itu.

Oleh karena itu Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor LesteSektor Barat Markas Besar TNI bertekad membangun jembatan itu agar tak ada lagi warga di dua desa itu menjadi korban terseret sungai.

Sementara itu, Kepala Desa Bonleu,Cornelis Ani, mengatakan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan ide dan inisiatif Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor LesteSektor Barat Markas Besar TNI sebagai respon atas jawaban dari curahan hati mereka tentang kerinduan mereka terhadap jembatan.

“Salah satu harapan dan mimpi kami yang belum terwujud adalah kerinduan adanya jembatan yang bisa menghubungkan Desa Bonleu, KecamatanTobu, dengan Desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU,” pungkasnya. (Ant)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru