Sempat Mengeluh Lapar, Pria di TTU Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Kebun

Minggu, 9 Juni 2019 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Albertus Naif (52, warga Desa Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ditemukan meninggal dunia di kebun milik saudari iparnya Gradiana Olin di desa setempat, Kamis (5/9) kemarin.

Mengutip Pos Kupang, korban bersama dengan kerabatnya Kanis Banase dan Mariyanto Opat dari rumah pergi ke kebun milik saudari iparnya, Gradiana Olin dengan tujuan untuk membantu membersihkan lahan saudari iparnya itu.

Setibanya di kebun milik saudarinya, korban mengatakan kepada saudarinya bahwa dirinya lapar dan tidak enak badan karena sakit pada bagian dada. Saat itu, saudarinya mengatakan, makanan (nasih putih dan sayur kol) ada di pondok dan memintanya supaya mengambil sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menyantap makanan yang disiapkan, korban mengeluhkan kepada saudarinya, Gradiana Olin bahwa dadanya terasa sakit dan korban ingin beristirahat sejenak. Setelah itu barulah ia membantu membersihkah kebun.

Mendengar pengeluhan korban, Gradiana Olin mempersilahkan kepada korban untuk beristirahat, dan pada saat itu korban langsung beristirahat. Saat itu, Gradiana Olin melanjukan pembersihan kebun bersama dengan Mariyanto Opat dan Kanis Banase.

Baca Juga:  Gelar Demo, Asosiasi Pariwisata Labuan Bajo Geruduk Kantor BTNK Tolak Kenaikan Tiket Rp3,75 Juta

Sekira pukul 14:00 Wita, Gradiana Olin merasa lapar dan hendak ke pondok untuk makan siang. Setelah sampai di pondok Gradiana sempat memanggil korban namun korban tidak menjawab.

Pada saat itu, Gradiana Olin terus memanggil namun korban, namun tidak besuara. Saat itu, Gradiana melihat tubuh korban sudah tidak dapat bergerak lagi.

Melihat kejadian tersebut Gradiana Olin memanggil Mariyanto Opat dan Kanis Banase yang sementara membersihkan kebun yang berada kurang lebih sekira 20 meter dari TKP untuk datang melihat kondisi korban.

Setelah memanggil korban dan korban tidak menjawab dan karena kondisi tubuh korban yang tidak bergerak lagi, maka Gradiana Olin meminta Mariyanto Opat dan Kanis Banase pergi ke rumah untuk memberitau saudari kandung korban, Agnes Naif dan Kepala Desa Oeolo Laurensius Besa untuk datang melihat kondisi korban.

Sampai di TKP, Agnes Naif dan Laurensius Besa melihat korban terbaring di tanah dalam kondisi tidak bergerak dan tidak bersuara lagi. Tak lama Laurensius menghubungi Kapolsek Miomafo Barat, Iptu Ketus Suta untuk melaporkan kejadian tersebut guna mendapat penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Cak Imin Tak Percaya Hasil Quick Count Menangkan Prabowo-Gibran, Hanya Penggiringan Opini

Pada pukul 17.00 Wita Kapolsek Miomafo barat beserta anggotanya dan anggota identifikasi Polres TTU tiba di TKP. Mereka langsung olah TKP dan mengevakuasi Korban dan membawa korban ke Puskesmas Oeolo untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Sekira pukul 18.30 wita di lakukan pemeriksaan medis oleh dokter di Puskesmas Oeolo yakni dr. Jenifer Efelin dan dr. Hendri. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, bahwa korban telah meninggal dunia dan di sekujur tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan fisik.

Atas masalah tersebut, pihak keluarga menerima kematian korban dengan iklas dan menolak untuk dilakukan autopsi serta tidak mau memproses masalah tersebut dan membuat suarat pernyataan penolakan autopsi dan tidak akan memproses masalah tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial
Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers
Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang
Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen
Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru