Sempat Terkendala Biaya, Penderita Kanker Mulut di Matim Akhirnya Bisa Berobat

Kamis, 8 Agustus 2019 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Boni  Hasidungan merespon keluhan keluarga Martina Liju (70), penderita kanker mulut asal Kampung Golo Purang, Desa Watu Lanur, Kecamatan Poco Ranaka yang tidak bisa berobat ke rumah sakit lantaran terkendala dana.

Sekda Boni menjelaskan, pihaknya akan berupaya secara serius membantu proses pengobatan mama Martina Liju baik secara pribadi maupun pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Ia  merasa prihatin terhadap penderitaan mama Martina dan akan berusaha secepatnya agar  mendapat pertolongan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi seperti itu mengapa baru diusahakan untuk berobat.Harapan kita,  secepatnya ada jalan keluar supaya bisa berobat,” ungkap Boni  melalui pesan singkat, Kamis (8/8/2019) melansir Kompas.com.

“Kondisi mama Martina sangat memprihatinkan. Ia butuh bantuan kita semua,” sambungnya.

Ia menerangkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memiliki program bantuan sosial. Program itu prioritasnya mengakomodir kepentingan pelayanan kesehatan semua masyarakat miskin di daerah itu.

Pemerintah sangat siap memberikan bantuan kepada Mama Martina. Dan bukan hanya kepada Mama Martina, tetapi kepada keluarga miskin yang membutuhkan bantuan.

“Pemerintah daerah selalu berusaha agar setiap masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli atau warga miskin untuk mendapatkan program bantuan sosial seperti BPJS Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dan untuk warga yang belum masuk dalam peserta bantuan yang didanai pemerintah pusat maka bisa dibantu lewat APBD,” terangnya.

Baca Juga:  DPR Dorong Generasi Milenial Untuk Berwirausaha

Boni menjelaskan, untuk warga miskin yang belum memiliki kartu KIS, maka pemda masih bisa membantu melalui kebijakan dana bantuan sosial.

Jika ada biaya pengobatan atau perawatan pasien yang tidak ditanggung BPJS, maka pemerintah daerah akan membantu untuk membiayai melalui dana bantuan sosial dari daerah dan caranya cukup mudah.

“Keluarga mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati dilengkapi dengan bukti-bukti pengeluaran. Itu saja,” jelasnya.

Boni mengungkapkan, prosedur administrasi untuk melakukan proses pencairan anggaran, terlebih dahulu melakukan verifikasi proposal yang sudah diajukan oleh pemohon.

Sementara, penyaluran dana bansos tersebut melalui transfer bank dari pemda langsung ke rekening pribadi pemohon.

“Kepada keluarga diminta secepatnya untuk membuat proposal dan kalau sudah di dinas pasti langsung diurus supaya bisa membantu mama Martina,” ungkapnya.

Sementara itu, keluarga Martina Liju, Barnabas Saman mengatakan Mama Martina sudah diberangkatkan dari rumahnya di Watu Lanur ke RSUD Ben Mboy Ruteng untuk melakukan pengobatan kanker mulut.

“Saat ini keluarga menunggu apakah berobat di Ruteng atau dirujuk keluar daerah,” kata Barnabas melalui sambungan telepon Kamis pagi.

Baca Juga:  PAN: Koalisi Besar Berpeluang Terbentuk Minus PPP di Pilpres 2024

Barnabas mengatakan pihak keluarga terus berjuang agar mama Martina bisa sembuh, walaupun dengan keterbatasan dana.

” Saat ini juga pihak keluarga terbuka kepada semua keluarga, simpatisan yang dengan iklas mau membantu mama Martina,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Martina Liju (70) seorang mama di Kampung Golo Purang, Desa Watu Lanur, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT,  menderita kanker mulut sejak tahun 2018 silam.

Keluarga Martina hendak mengantarnya ke rumah sakit untuk dioperasi, tetapi terkendala di dana. Keluarganya tidak bisa membiayai apabila penyakit mama dioperasi.

Penyakitnya semakin parah dan membesar. Untuk makan dan berbicara sangat susah.  Kini, Martina membutuhkan uluran dan bantuan dari semua pihak.

Barnabas Salman, salah seorang keluarga dari Martina Liju mengungkapkan, kondisi kesehatan Martina terus menurun dan kanker di mulut terus membesar. Akibatnya, Mama Martina kesulitan saat makan dan juga berkomunikasi dengan keluarga.

“Kami belum bisa antar mama ke ke rumah sakit karena tidak ada dana. Mama Martina menderita penyakit kanker mulut sejak tahun 2018 lalu. Kami mau berobat ke medis, uang dari mana. Kami ini orang miskin,” ungkap Barnabas kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (6/7/2019) malam. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Hoax: Telat Bayar Pajak Kendaraan Tidak Bisa Beli BBM Subsidi
Revitalisasi KUA untuk Pernikahan Semua Agama, Perlu Kajian Mendalam
Jet Tempur MiG-29 Militer Myanmar Jatuh, Pilot Selamat
Wacana Pernikahan di KUA untuk Semua Agama, Ini Kata Disdukcapil 
IDI Hormati Putusan MK Tolak Uji UU Kesehatan
Pengorbanan di Papua, Brimob Polda NTT Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Promosi Pariwisata Indonesia Dinilai Kalah Jauh Dibanding Negara Lain
Jokowi Sebut Banyak Investor yang Antre Mau Investasi ke IKN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Maret 2024 - 16:01 WIB

Cara Pinjam Uang di BRImo, Pinjaman Rp 10 Juta Angsuran Cuma Rp 200 Ribuan

Jumat, 1 Maret 2024 - 13:45 WIB

3 Cara Cepat Uninstall Aplikasi di Windows 11

Jumat, 1 Maret 2024 - 00:12 WIB

Mudah! Pinjaman Uang Online di Livin by Mandiri, Langsung Cair!

Kamis, 29 Februari 2024 - 16:12 WIB

Simak! Ini Ciri-ciri KK yang Berhak Terima BLT Rp900.000 di Tahun 2024

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:35 WIB

Cara Mudah Pinjam Uang Rp 20 Juta di BCA Mobile, Angsuran Cuma Rp 700 Ribuan!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:46 WIB

Cara Melacak Lokasi Orang Lain Melalui WhatsApp

Senin, 19 Februari 2024 - 10:20 WIB

Tips Memilih Jasa Cleaning Service untuk Perusahaan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:43 WIB

Rahasia Keberuntungan di Tahun Naga Kayu: Angka 9 Bawa Keuntungan, 5 Bawa Kemalangan

Berita Terbaru

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik., Foto: RRI

Pemilu

KPU: Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar 27 November

Sabtu, 2 Mar 2024 - 11:44 WIB

Reruntuhan jet tempur milik Myanmar jatuh di area persawahan desa Kyunkone yang berjarak satu jam dari ibu kota Naypyidaw, Selasa (3/4/2023). Foto: AFP

News

Jet Tempur MiG-29 Militer Myanmar Jatuh, Pilot Selamat

Sabtu, 2 Mar 2024 - 10:36 WIB