Siswa SMP di Sumba Dapat Penghasilan Berkat Galeri Tenun Ikat

Minggu, 3 Februari 2019 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Galeri Tenun Ikat Kampung Adat Paringu Prailiu di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur dibangun Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai telah memperkuat ekonomi warga setempat.

“Sudah ada sekitar 50 laki-laki dan perempuan yang mengandalkan galeri tenun ikat ini sebagai kekuatan ekonomi rumah tangga kami,” kata koordinator Galeri Tenun Ikat di Kampung Adat Paringu Prailiudi, Tamu Rambu Eri di Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (2/3/2019), seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, puluhan warga di kampung adat ini melakukan produksi tenun setiap hari untuk dipasarkan secara lokal maupun ke luar daerah melalui galeri ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga tenun ikat yang dijual bervariasi dari sekitar Rp1 juta per kain hingga puluhan juta untuk kain tenun yang menggunakan pewarna alam dengan berbagai corak warna dan motif yang mengandung nilai-nilai filosofis budaya masyarakat setempat.

Baca Juga:  Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Begini Komentar Pemprov NTT

“Hasil tenunan kami jual di galeri ini, selain itu juga dikirim ke luar seperti ke Bali, Jakarta, dan dipasarkan melaui pameran-pameran,” katanya.

Menurutnya, kehadiran galeri tenun ini telah memberikan manfaat nyata untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga warga yang bergelut di dalamnya.

Tidak hanya bagi para orang tua, lanjutnya namun juga kalangan remaja atau pelajar tingkat SMP dan SMA juga mendapat penghasilan dari hasil menenun kain yang umumnya berukuran kecil.

“Setiap beberapa hari atau paling lama seminggu pasti ada produk yang terjual sehingga manfaatnya betul-betul kami rasakan sangat membantu ekonomi kami,” tambahnya.

Rambu Eri mengemukakan tidak jarang pula galeri itu selalu dikunjungi tamu-tamu domestik maupun mancanegara untuk membeli maupun melihat langsung proses pembuatan tenun ikat Sumba ini.

Baca Juga:  Lewat Dana Desa, Pemerintah Atasi Masalah Infrastruktur di NTT

Ia mengapresiasi pihak BI Perwakilan Provinsi NTT yang menghadirkan galeri tersebut untuk memperlancar pemasaran produk kain tenun yang sebelumnya menjadi salah hambatan yang dialami para pengrajin.

Manager Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, Kantor BI Perwakilan Provinsi NTT, Andre Asa mengatakan tujuan utama kehadiran galeri itu untuk menguatkan ekonomi rumah tangga warga sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Karena itu, BI NTT melalui program sosial telah mengucurkan anggaran sekitar Rp700 juta untuk menghadirkan galeri tenun ikat ini yang dibangun sejak tahun 2017.

“Kami bersyukur karena ternyata galeri ini menjadi tempat yang representatif bagi para penenun yang sudah merasakan keuntungan ekonomi dari hasil produksi tenun ikatnya,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Sosok Sukanto Tanoto, Orang Kaya RI dan Pemilik 48 Ribu Hektare Tanah di IKN
Kisah di Balik Harga Seribu Kompiang Manggarai, Antara Bisnis dan Menjaga Tradisi Keluarga
Kisah Oprah Winfrey: Dari Pembantu hingga Pengusaha Sukses, Punya Pendapatan Sebesar Rp37 Triliun
Gerakan Ekonomi Negeri GEN YZ Membawa Misi Tumbuhkan Ekonomi Palembang
Daftar Pengusaha Agen Tour and Travel Terkemuka di Indonesia
2.719 Mahasiswa Bersaing di Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda 2023
Mengejar Mimpi dari Besikama: Dari Joki Plastik hingga Jadi Pengusaha Sukses di Jakarta
Program Entrepreneur Hub Jakarta Berhasil Bukukan Potensi Investasi Rp57 Miliar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru