Survei: 47 Persen Remaja di NTT Nonton Film Porno, 73 Persen Akses Internet Setiap Hari

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

47 Persen Remaja di NTT Nonton Film Porno, 73 Persen Akses Internet Setiap Hari

47 Persen Remaja di NTT Nonton Film Porno, 73 Persen Akses Internet Setiap Hari

Tajukflores.com – Tingkat akses film porno di internet dan mengkonsumsi acara di televisi yang dilakukan remaja di NTT terbilang cukup tinggi. Hal itu diketahui berdasarkan survei lembaga Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID NTT).

“Berdasarkan survei, sebanyak 47,56% remaja di NTT pernah menonton video porno, 51,09% menonton video porno sendiri, 7,81% menonton dengan teman lawan jenis, 41,09% menonton dengan sesama jenis,” ujar Ketua KPID NTT Eksi E. Riwu dalam rilis pers yang diterima Tajukflores.com, Ruteng, Kamis (15/8/2019).

Survei KPID NTT dilakukan sejak bulan April sampai dengan Juli 2019. Survei ini tentang penggunaan media oleh remaja dan tingkat literasi media remaja NTT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eksi mengatakan, survei dilakukan untuk mengetahui tingkat penggunaan media oleh Remaja di NTT, untuk mengetahui media yang paling sering dikonsumsi, tujuan konsumsi media, serta waktu yang dipakai untuk mengkonsumsi media dan untuk mengetahui tingkat literasi media remaja di NTT.

“Survei ini dilakukan terhadap 1350 responden remaja yang masih berada pada bangku pendidikan SMA/Sederajat di 12 Kabupaten/Kota, yakni: Kupang, TTS, Belu, Alor, Rote, Sumba Timur, Sumba Barat, Maumere, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo dan Ende,” ujar dia.

Dia memaparkan, hasil survei berkaitan dengan penggunaan media Televisi menunjukan bahwa sebanyak 57,90% remaja sering menonton televisi dan sebanyak 40% kadang-kadang sedangkan 1,70% tidak menonton Televisi.

Dari remaja yang menonton televisi, 52% remaja menonton pada jam 18.00-22.00 wita, 7% remaja menonton pada jam 6-7 pagi dan jam lainnya, 21% pada jam 14-16 dan 13%. pada jam 16-18 wita.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Call Center BPJS Ketenagakerjaan, Mudah dan Efektif

Terkait dengan tayangan yang sering ditonton sebanyak 48% menyukai sinetron dan film, 23% menyukai berita dan informasi, 9 % menyukai pendidikan, pariwisata budaya, dan agama serta 20% menyukai musik, olahraga, kuis dan lainnya.

“Berkaitan dengan pengunaan media radio, hasil survei menunjukan bahwa 78,67% remaja masih mendengar radio dan 21,33 tidak mendengar radio. Dari jumlah pendengar radio menunjukan bahwa sebanyak 56,15% remaja mendengar kurang dari 1 jam, 16,37 mendengar 1-2 jam, 2,96% mendengar 2-3 jam, 3-4 jam sebanyak 1,33 jam dan lebih dari 4 jam sebanyak 1, 85%. Selebihnya tidak perbah mendengar radio,” urainya.

KPID NTT juga melakukan survei tentang keseringan mengakses internet setiap harinya. Hasilnya menunjukan bahwa 73,19% remaja mengakses internet setiap hari, 6,07% mengakses 4-5 kali seminggu dan 20,74% menggunakan 2-3 kali seminggu.

Dari segi waktu mengakses setiap harinya 26,23% mengakses lebih dari 6 jam perhari, 43,85%, mengakses 1-3 jam dan sebanyak 13,92 mengakses selama 4-6 jam perhari dan sisanya 16,00% mengakses internet kurang dari 1 jam. Sedangkan alasan penggunaan internet 26,81% menggunakan untuk hiburan, 21,56% untuk membuka media sosial dan 51,63% untuk informasi pelajaran.

Berkaitan dengan akses internet untuk menonton video porno menunjukan bahwa sebanyak 47,56% remaja di NTT pernah menonton video porno. 51,09% menonton video porno sendiri, 7,81% menonton dengan teman lawan jenis, 41,09% menonton dengan sesama jenis

KPID NTT juga melakukan survei tentang tingkat literasi media remaja di NTT yang terbagi kedalam 4 bagian, yakni (1) tingkat literasi media secara umum, (2) technical skills yaitu kemampuan teknis menggunaan media (3) cognitive competences yakni pengetahuan, memahami dan menganalisis serta mengevaluasi konten media) dan (4) Communicative Abilities yaitu kemampuan untuk bersosialisasi dan berpartisipasi melalui media serta kemampuan seseorang untuk berinteraksi ataupun peduli dengan orang lain atau sesama dan keadaan sekitar saat sedang menggunakan media

Baca Juga:  Daftar 47 Parpol Calon Peserta Pemilu 2024 Terdata di Sipol KPU

Secara umum tingkat literasi media remaja di NTT berada pada tingkat sedang sebanyak 42,40% remaja, diikuti tingkat rendah yakni 37% dan selanjutnya pada level tinggi yaitu sebanyak 12,40% dan sangat rendah, yaitu 6,30% serta pada level sangat tinggi hanya sejumlah 1,90% remaja di NTT

Berdasarkan technical skills, sebanyak 54,15% remaja memiliki kemampuan tinggi menggunakan media, 31,63% kemampuan sedang, 11,33% kemampuan sangat tinggi dan 2,52% kemampuan rendah serta hanya 0,37% memiliki kemampuan sangat rendah.

Selanjuntnya berdasarkan tingkat cognitive competence paling banyak remaja di NTT atau sebanyak 41,60% remaja berada pada tingkat rendah, 31,90% tingkat sedang, 14,70% sangat rendah dan 9,60% tingkat tinggi hanya 2,20% pada tingkat sangat tinggi.

Berdasarkan communicative abilities menunjukan bahwa sebanyak 38,15% remaja memiliki Communicative Abilities pada tingkat sedang, 27,70% tingkat rendah, 20,89% tingkat tinggi dan 7,26% dan pada tingkat sangat rendah serta hanya 6,00% pada tingkat sangat tinggi.

“KPID NTT juga berharap, kiranya hasil survei ini dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan untuk memajukan penyiaran di NTT dan dapat dimanfaatkan pula bagi para peduli literasi media agar secara bersama mengembangkan kebijakan literasi media bagi masyarakat, khususnya bagi remaja di NTT,” pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Data APJII: Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Capai 221,5 Juta Jiwa
Jumlah Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Tahun 2023 Meningkat Drastis
Ribuan Warga Flores Timur Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Taman Nasional Komodo Catat Peningkatan Kunjungan Wisatawan di 2023
Data BP2MI Kupang: 143 Pekerja Migran Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Selama 2023
Setara Institute-INFID Sebut Indeks HAM 2023 Stagnan
Data Disparekraf: 500 Ribu Wisatawan Kunjung ke NTT hingga Oktober 2023
Kemampuan Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Masih Rendah, 2 Kota Paling Tinggi Indeks Kecakapan
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:49 WIB

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:43 WIB

Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:34 WIB

Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:25 WIB

Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:16 WIB

Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:58 WIB

Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:31 WIB

Jokowi Teken Perpres Publisher Rights, Dukung Jurnalisme Berkualitas dan Industri Media Berkelanjutan

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB