Tolak Bayar Open BO Rp500 Ribu, Pria Ini Cekik Cewek Michat hingga Tewas

Senin, 27 November 2023 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi korban tewas

Ilustrasi korban tewas

Morowali – Seorang pria ditangkap polisi lantaran membunuh wanita pekerja seks komersial (PSK) yang dipesannya melalui aplikasi Michat. Kasus pembunuhan ini terjadi di Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Kamis, 11 November 2023 lalu.

Kasus terungkap setelah jasad korban ditemukan dalam keadaan bugil dengan tangan terikat

Wanita asal Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Ratih (23) dibunuh pria berinisial H (30) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pembunuhan ini dipicu cekcok karena ketidaksesuaian tarif open booking (BO) antara pelaku dan korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Motif perkara adanya perselisihan antara korban dan pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Morowali Iptu Dicky Armana Surbakti kepada wartawan, Sabtu, 25 November 2023.

Baca Juga:  Ibu Rumah Tangga di Reo Manggarai Tewas Terbakar, Benarkah Dibunuh Suaminya?

Dicky menjelaskan pelaku mulanya memesan jasa kencan bareng korban lewat aplikasi Michat. Keduanya menyepakati tarif open BO senilai Rp 500 ribu.

“Kesepakatan yakni pembayaran Rp 500 ribu dengan perjanjian main tidak terburu-buru,” ujarnya.

Menurut Dicky, pelaku dan korban pun bertemu di salah satu rumah yang ditinggal pemiliknya di Kecamatan Bahodopi. Saat di lokasi, korban langsung mengajak pelaku untuk berkencan.

“Pelaku kemudian tidak mau dan bilang tidak sesuai perjanjian karena mau main buru-buru,” ucap Dicky.

Namun demikian, korban yang tersinggung dengan sikap pelaku lantas meminta bayaran sesuai kesepakatan. Pelaku pun memberi uang Rp300 ribu karena belum melakukan apa-apa, namun ditolak oleh korban.

Baca Juga:  Memalukan, Skandal Mesum 2 Guru SMK di Majalengka Berbalut Pakaian Dinas ASN

“Korban marah, lalu mengancam akan berteriak jika pelaku tak membayar sesuai dengan tarif yang disepakati melalui aplikasi,” jelas Dicky.

Dicky melanjutkan keduanya terlibat cekcok hingga korban berteriak. Pelaku yang tersulut emosi kemudian menutup wajah korban menggunakan bantal.

Selanjutnya, pelaku menindih korban dengan badannya hingga beberapa menit. Pelaku kemudian mengambil kabel dan ikat pinggang untuk mengikat kaki dan tangan korban.

Setelah badan korban sudah tak bergerak, pelaku kemudian meninggalkan lokasi.

“Pelaku menutup mulut dan wajah korban dengan bantal dan pelaku mengira korban (hanya) pingsan,” ungkap Dicky.

Lima hari kemudian korban ditemukan dalam keadaan membusuk dan menggemparkan warga di sekitar lokasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Robintinus Gun

Editor : Alex K

Berita Terkait

Ngeri! Kakek Renta di Manado Tega Cabuli Anak 15 Tahun di Rumahnya
Bunuh Tunangan Asal Indonesia, Pria Bangladesh Dieksekusi Mati di Singapura
Kronologi Ibu Muda di Labuan Bajo Terkena Peluru Nyasar dari Pemilik Toko Central
Ibu Muda di Labuan Bajo Tertembak OTK Saat Berbelanja di Toko Central
Duh, Calon Pastor di Ngada NTT Cabuli Siswa SMP di Asrama Sekolah, Kini Diburu Polisi
Sindikat Pornografi Anak LGBT Dibongkar FBI di Bandara Soetta, Ini Respon Kemen PPPA
Polisi dan FBI Ungkap Jaringan Internasional Pornografi Anak LGBT di Bandara Soetta
Fakta-Fakta Kasus Perundungan ‘Geng Tai’ di Binus School, Praktik Terlarang 9 Generasi
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru