Turunkan Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Tambah Armada Hingga 120 Unit

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menambah jumlah armada peswatnya, sebagai salah satu upaya menurunkan hargat tiket peswat yang terbang tinggi selama beberapa waktu terakhir ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan saat ini jumlah armada pesawat yang dimiliki Garuda group, baik Garuda Indonesia maupun Citilink hanya 61 unit armada.

“Garuda setelah restrukturisasi PKPU ini akan menambah jumlah pesawatnya kembali, dimana yang sekarang Garuda dan Citilink jumlahnya hanya 61, di akhir tahun akan mencapai angka 120,”ujar Ercik dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Garuda Indonesia telah melakukan restrukturisasi utang-utangnya setelah proses perdamaian dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) tercapai.

Ercik mengatakan keberhasilan proses PKPU ini membuat Garuda Indonesia secara korporasi memiliki kekuatan kembali untuk bergerak. Apalagi, pemeirintah sendiri juga akan menyuntikan modal baru melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun yang sudah disetujui oleh DPR RI.

Baca Juga:  Ansy Lema Minta Pemerintah Tindak Tegas Korporasi Penyebab Karhutla

Erick menegaskan penyewaan pesawat baru pasca restrukturisasi ini dilakukan dengan mengacu pada harga pasar yang wajar. Garuda Indonesia tidak lagi mengulangi kesalahan sebelumnya dimana sewa pesawat terlampau mahal dan ada indikasi tindak pidana korupsi di dalamnya.

Ia berharap, penambahan jumlah armada Garuda Indonesia ini bisa menekan harga tiket pesawat yang tinggi saat ini. “Keseimbangan ini yang kita harapkan bisa memperbaiki harga tiket nasional,” ujar Erick.

Harga sewa pesawat yang mahal pada periode yang lalu ini membuat Garuda terancam bangkurut sebelumnya adanya restrukturisasi.

Harga tiket peswat yang mahal saat ini menjadi ancaman baru bagi perekonomian Indonesia pasca pandemi. Selama tahun 2022 ini, kenaikan harga tiket pesawat turun menyumbang kenaikan inflasi pada tahun ini, yang pada Juli lalu tercatat sudah menyentuh level 4,94% secara tahunan (year on year).

Karena itu, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022, Kamis, 18 Agustus 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Perhubungan untuk menyelesaikan persoalan ini.

Baca Juga:  Kemenkeu: Penyaluran Dana Desa Tahun 2022 di NTT Capai Rp1,8 Triliun

“Di lapangan yang saya dengar juga, Pak harga tiket pesawat telah tinggi. Sudah saya langsung reaksi. Pak Menteri Perhubungan saya perintah segera ini diselesaikan,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga sudah menginstruksikan Menteri BUMN agar Garuda Indonesia segera menambah jumlah armadanya.

“Garuda, menteri BUMN juga saya sampaikan, segera tambah pesawatnya agar harga bisa kembali pada keadaan normal. Meskipun itu tidak mudah karena harga avtur internasional juga tinggi,” kata Presiden.

Kenaikan harga tiket pesawat dipicu dari dua sisi, baik sisi permintaan maupun sisi suplai. Dari sisi permintaan, harga tiket naik karena tingginya mobilitas masyarakat setelah sejak tahun 2020 dibatasi karena pandemi.

Di sisi suplai, selain jumlah armada pesawat yang lebih sedikit, juga ada kenaikan harga bahan bakar yaitu avtur sehingga beban biaya maskapai penerbangan tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru