Wakapolda: Penyebab Kebakaran Biro Logistik Polda NTT Belum Diketahui

Rabu, 8 Mei 2019 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen Pol Johny Asadoma mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab dari terbakarnya ruang biro logistik Polda NTT yang terjadi pada pukul 16.30 Wita.

“Penyebab kebakarannya kami belum tahu, namun yang jelas api dan asap mulai muncul di ruangan itu sekitar pukul 16.30 Wita,” katanya kepada wartawan di Markas Polda NTT, Senin (5/8) sore.

Hal ini disampaikannya ketika ditanyai seputar penyebab dari kebakaran gedung biro logistik Polda NTT yang di dalamnya juga berisi senjata-senjata.

Ia menambahkan bahwa angin yang kencang yang terjadi pada pukaul 16.30 wita itu membuat hampir seluruh gedung logistik itu habis dilahap oleh “si jago merah”.

“Beruntung kita sigap, sehingga api tidak sampai menjalar ke ruangan Reskrim, ruang Narkoba dan beberapa ruangan lainnya,” tuturnya.

Untuk selanjutnya kata dia pihaknya segera melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab dari kebakaran tersebut.

“Kita segera lakukan penyelidikan, penyebab dari kebakaran ini. Dan juga kami akan laporkan ke pimpinan, untuk mungkin segera dibangun kembali yang baru,” tambah dia.

Baca Juga:  Mudik Idul Fitri, Pemprov NTT Minta Operator Jangan Naikkan Harga Tiket

Pantauan Antara sebanyak tiga kendaraan water canon milik Polda NTT diturunkan untuk memadamkan api tersebut.

Selain itu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang juga menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakarannya untuk membantu memadamkan api tersebut.

Selain itu kurang lebih 20 mobil tangki silih berganti berdatangan untuk mensuplai air untuk memadamkan gedung tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru