7 Napi Lansia di Lapas Cipinang Tertunda Pembebasan, TPDI Minta Yasona Tindak Dirjen PAS dan Kalapas!

Senin, 3 Juni 2024 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator TPDI & Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus. Foto: Tajukflores.com/Istimewa

Koordinator TPDI & Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus. Foto: Tajukflores.com/Istimewa

Jakarta – Tujuh narapidana lanjut usia (napi lansia) di Lapas Kelas 1 Cipinang yang seharusnya dibebaskan pada tanggal 29 Mei 2024 karena mendapat remisi lansia masih mendekam di balik jeruji besi.

Hal ini disebabkan oleh Surat Keputusan (SK) Remisi Lansia dari Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) yang belum diterbitkan.

Baca Juga:  DPR Minta BNPT Atur Strategi Cegah Perempuan Ikut Terorisme

Keterlambatan ini menimbulkan kekecewaan bagi 7 napil lansia dan keluarga mereka, serta dikhawatirkan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator TPDI & Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus, menduga bahwa ego sektoral dan budaya kerja yang tidak profesional di Lapas Kelas 1 Cipinang menjadi penyebab utama.

Baca Juga:  Polisi Diminta Tak Cari Muka Tangani Perkara Siswa SMA Hina Palestina di Tiktok

Lebih mengejutkan lagi, Petrus menduga ada permainan oleh aparat dan pejabat di bawah Dirjen PAS untuk mendapatkan keuntungan pribadi, termasuk uang.

sewa bus jogja
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Marcel Gual

Berita Terkait

Polri Gandeng Interpol Berantas Judi Online di Indonesia
KPK Periksa 3 Pegawai Kemensos Terkait Korupsi Bansos PKH
Virgoun dan Perempuan yang Ditangkap Polisi terkait Narkoba Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Waspada! Penipuan Online Makin Canggih, Buat Video Palsu Kelabui Korban
Virgoun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Inara Rusli Minta Maaf!
Remaja Batalkan Booking Gegara Wajah Cewek Tak Sesuai di Michat, Wanita di Kupang Polisikan Pemilik Akun Instagram
Gegara Disebut Pelakor, Mahasiswi Jurusan Psikologi di Kupang Aniaya Sahabat Dekat
Ari Bias Laporkan Agnez Mo ke Bareskrim Polri
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 20:18 WIB

Polres Mabar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Manggarai Barat Jelang HUT Bhayangkara ke-78

Senin, 24 Juni 2024 - 18:39 WIB

Pj Sekda Jatim Sebut Tren Suami Korban KDRT di Surabaya Meningkat

Minggu, 23 Juni 2024 - 22:06 WIB

Menteri Perhubungan Dukung Rencana Pelayaran Kapal Pinisi untuk Wisata ke IKN

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:56 WIB

Kunjungan Paus Fransiskus: Rute dan Rencana Ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura Tahun 2024

Sabtu, 22 Juni 2024 - 15:51 WIB

Tim SAR Evakuasi 13 Wisatawan KM Hancur Karena Hobi 02 yang Terombang-ambing di Pulau Padar Labuan Bajo

Sabtu, 22 Juni 2024 - 12:29 WIB

Daftar Wisatawan Korban Kapal Pinisi KM Budi Utama Tenggelam di Labuan Bajo, 2 Wisatawan Spanyol Luka Ringan

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:52 WIB

Angkut 10 Wisatawan, Kapal Wisata KM Budi Utama Tenggelam di Labuan Bajo!

Sabtu, 22 Juni 2024 - 06:05 WIB

DPR RI Minta Pemerintah Angkat Tenaga Honorer K2 Jadi ASN Tanpa Tes

Berita Terbaru

Ilustrasi Interpol. Foto: Shutterstock

Hukum

Polri Gandeng Interpol Berantas Judi Online di Indonesia

Senin, 24 Jun 2024 - 18:53 WIB

Juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto saat melakukan tanya jawab dengan awak media di Gedung Merah Putih, Jakarta. Foto: RRI

Hukum

KPK Periksa 3 Pegawai Kemensos Terkait Korupsi Bansos PKH

Senin, 24 Jun 2024 - 16:46 WIB

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemadanan NIK dan NPWP sebelum 1 Juli 2024. Foto ilustrasi

Newsup

Kamu Harus Tahu, Ini 4 Manfaat Pemadanan NIK dan NPWP

Senin, 24 Jun 2024 - 16:05 WIB