Abrahaman Liyanto Tegaskan Empat Pilar Pemersatu Bangsa

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto mengemukakan empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika adalah pemersatu bangsa.

Keempatnya telah menjadi harga mati untuk bangsa ini yang tidak bisa dibuang atau diganti.

“Salah satu saja hilang atau diganti maka bubar negara ini,” kata Abraham saat menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Jumat, 25 Juni 2021.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan dilakukan di dua lokasi yaitu Universitas Katolik Santo Paulus dan Sekolah Tinggi Pastoral Santo Sirilus. Kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol Covid 19 seperti jaga jarak, pakai masker dan pembatasan peserta.

Dalam ceramahnya, Abraham  meminta mahasiswa menjadi tulang punggung dalam menjaga empat pilar tersebut. Pasalnya, mahasiswa merupakan generasi masa depan yang melanjutkan kepemimpinan bangsa ini, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Sekarang ini, banyak sekali mahasiswa yang telah terpapar ideologi lain seperti khilafah. Mereka mau menggantikan ideologi Pancasila. Saya harap di Ruteng ini, tidak ada mahasiswa yang ikut-ikutan terpengaruh dengan paham tersebut,” jelas anggota Komite I DPD ini.

Baca Juga:  Melki Laka Lena Apresiasi Kemenkes Percepat Pembangunan RSUD Komodo Wings Internasional Labuan Bajo

Menurutnya, empat pilar telah dihasilkan dengan susah payah oleh pendiri bangsa, bahkan sampai mengorbankan jiwa. Maka tugas generasi sekarang dan generasi mendatang adalah menjaga agar empat pilar tetap kokoh sehingga bangsa Indonesia tetap berdiri tegak diantara bangsa-bangsa di dunia.

Ketua Kadin Provinsi NTT ini menyebut saat ini, banyak masyarakat yang sudah lupa akan empat pilar, termasuk mahasiswa. Hal itu karena derasnya pengaruh ideologi lain yang masuk ke negara ini. Misalnya ideologi khilafah atau radikalisme.

“Pengaruh ideologi luar ini sudah sampai ke desa-desa. Sementara pemahaman terhadap empat pilar bangsa sudah luntur. Jika tidak ada yang menggelorakan lagi, lama-lama kita semua lupa akan ideologi bangsanya,” tuturnya

Dia melihat kelunturan akan pemahaman nilai-nilai bangsa, diperparah karena di sekolah-sekolah sudah tidak ada pendidikan Pancasila. Padahal di era Orde Baru lalu, Pancasila menjadi pendidikan wajib. Bahkan ada kegiatan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) bagi setiap siswa SMP/SMA hingga mahasiswa.

“Ini kemunduran di era reformasi. Setelah tidak ada lagi penataran P4, masyarakat akhirnya lebih gandrung terhadap ideologi lain. Ini sangat berbahaya bagi bangsa ini,” ujar Abraham.

Baca Juga:  Pemuda di Sumba Dilaporkan Tenggelam Saat Memancing Ikan

Senator yang sekarang masuk periode menjadi anggota DPD menyebut, yang saat ini gencar melaksanakan sosialisasi empat pilar hanya MPR. Namun kemampuan anggota MPR terbatas karena hanya terdiri atas 711 anggota yang berasal dari 34 provinsi di tanah air.

“Semua kita harus sama-sama gelorakan terus empat pilar ini. Hanya dengan terus kampanye, bisa mengalahkan ideologi khilafah yang sedang berpengaruh di negara ini. Ideologi itu besar karena mengambil ruang kosong yang ditinggalkan setelah hilangnya penataran P4,” tegas Abraham.

Dia menambahkan saat ini, materi empat pilar sedang disusun agar bisa disebar lewat youtube, twitter, Instagram dan berbagai akun Sosial Media lainnya.

Materi dibuat dalam bentuk komik, dongeng, lagu anak-anak dan bentuk lain yang lebih menarik. Hal itu agar menarik bagi anak sekolah untuk mempelajarinya.

“Bentuk pengajaran ceramah harus dikurangi karena tidak menarik bagi anak muda. Tinggal share (sebar) lewat youtube lewat artis-artis, pelawak, tokoh-tokoh agama, baik di tingkat nasional maupun lokal,” tutup Abraham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Dahsyatnya Badai Tornado Hantam Rancaekek Bandung, Begini Analisis BRIN
Semarak HUT Manggarai Barat ke-21, Pemda Gelar Pasar Murah 15 Ton Beras
Menpan RB: Pemindahan ASN ke IKN Dilakukan Bertahap, Perhatikan Kompetensi dan Hunian
Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:06 WIB

Dahsyatnya Badai Tornado Hantam Rancaekek Bandung, Begini Analisis BRIN

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:23 WIB

Menpan RB: Pemindahan ASN ke IKN Dilakukan Bertahap, Perhatikan Kompetensi dan Hunian

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:49 WIB

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:34 WIB

Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:25 WIB

Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:16 WIB

Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:58 WIB

Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas

Berita Terbaru