Anak Tebas Ayah Hingga Tewas Sebelum Idul Adha, Berikut Ceritanya

Sabtu, 8 Februari 2020 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak laki-laki bernama Aam (17) menebas ayahnya Murham (45) pada Kamis (30/7) sekitar pukul 09.00 WITA di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Kejadian sehari sebelum hari raya Idul Adha itu, korban sedang bersantai di rumah. Korban akhirnya meninggal uasi menerima tebasan di lehernya oleh sang anak.

Peristiwa itu terjadi tepat di depan ibu pelaku yang juga merupakan istri korban. Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus ini dengan menggali informasi dari pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah fakta-fakta yang terkumpul dari insiden anak menyembelih ayah mengutip Suara.com, Jumat (31/7).

1. Korban sedang menonton televisi

Leher Murham digorok anaknya saat rebahan menonton acara stasiun televisi dalam rumahnya. Mereka tinggal di Dusun Rawanmangun, Desa Bunde, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Tragedi itu berawal ketika Murham sedang menonton tv di ruang tamu. Sementara istrinya duduk tak jauh darinya.

Aam pun datang dari arah belakang sembari menenteng parang. Ia mendekati Marham, memegang kepala lantas menebas leher ayah.

2. Ibu histeris

Baca Juga:  Polisi Ungkap Motif Kasus Pembunuhan di Sumba Timur

Peristiwa penggorokan itu terjadi di depan Ibu pelaku yang tengah duduk tak jauh dari suaminya.

Ibu Aam yang melihat kejadian itu langsung berteriak histeris sehingga mengundang perhatian tetangga.

Tetangga secara sigap melumpugkan pelaku. Oleh mereka, Murham sempat dibawa ke rumah sakit, tapi dia meninggal dalam perjalanan.

Korban tewas setelah mendapat tiga bacokan terutama pada bagian leher.

3. Gangguan jiwa

Aam dikenal tetangga dan keluarga memiliki kelainan kejiwaan sejak lama.

“Berdasarkan keterangan keluarga dan warga, pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Dia sempat dirawat di rumah sakit jiwa,” kata Kabid Humas Polda Sulbar Ajun Komisaris Besar Syamsu Ridwan, Jumat (31/7).

Syamsu Ridwan mengatakan, proses hukum terhadap Aam sementara ini masih digelar.

Pasalnya, kata dia, belum ada surat keterangan dari dokter yang menyatakan pelaku benar-benar menderita penyakit kejiwaan.

“Kasusnya masih berjalan, karena belum ada surat keterangan kesehatan jiwa dari dokter, yang menunjukkan pelaku menderita sakit kejiwaan,” ungkap dia.

4. Leher, tangan dan punggung korban penuh darah

Akibat penggorokan yang dilakukan oleh Aam, anaknya, Murham tewas dengan luka 3 bacokan terutama pada bagian leher.

Baca Juga:  Polres Sorong Tingkatkan Patroli Pasca OTT Penjabat Bupati Yan Piet Mosso

Selain luka pada leher, Kabid Humas Polda Sulbar Ajun Komisaris Besar Syamsu Ridwan mengatakan, Murham tewas karena menderita luka bacokan pada tangan dan punggung.

Murham sempat dibawa ke rumah sakit oleh tetangganya,  tapi dia meninggal dalam perjalanan karena luka-luka tersebut membuatnya kehilangan banyak darah.

5. Polisi kesulitan gali keterangan

Pada Jumat (31/7), Kapolsek Sampaga Ipda Jasman mengatakan, polisi hingga kekinian masih melakukan penyelidikan demi menemukan motif pelaku membunuh ayah kandungnya.

”Sementara ini, berdasarkan keterangan keluarga pelaku yang kami tahu, pelaku ini mengalami gangguan jiwa. Namun untuk mengetahui kepastiannya, pelaku akan diperiksa kejiwaannya,” ujar Jasman.

Jasman menuturkan, polisi kesulitan menggali keterangan dari pelaku untuk mengetahui motif pembunuhan.

Sebab, kata dia, pelaku sering melontarkan pernyataan yang tidak cocok dengan pertanyaan-pertanyaan penyidik.

”Kami mengalami kendala, karena setiap kami tanya pelakunya soal alasan sampai berani menghabisi nyawa bapak kandungnya, dia hanya menjawab lain dan tidak nyambung,” pungkas dia.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Guru Besar UGM Beri Petunjuk ke AHY Kalau Punya Nyali Berantas Mafia Tanah
Fakta-Fakta Kasus Perundungan ‘Geng Tai’ di Binus School, Praktik Terlarang 9 Generasi
Jejak Kelam Geng Tai di Binus School, Anak Vincent Rompies Diduga Terlibat Kasus Perundungan
Kejam! ART Asal NTT di Jakarta Disekap Majikan, Ini Kondisinya Sekarang
Mayat Perempuan Tanpa Busana Hebohkan Warga Cirebon, Ditemukan di Tempat Pemakaman Umum
Wanita Asal NTT Diduga Disekap Majikan di Jakarta, Polisi Turun Tangan
Istri Polisi di Jeneponto Digerebek Selingkuh dengan ASN, Panjat Plafon Toilet saat Dikepung Warga
Takut Video Mesum Disebar, Wanita Bersuami Ngaku Diperas Selingkuhan Rp11 Juta
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru