News

32 Warga Sikka Tewas Akibat DBD, Polda NTT Siap Turunkan Tim Dokter

Sabtu, 14/03/2020 19:47 WIB

apolda NTT Irjen Pol Hamidin (kanan) memberikan bingkisan kepada seorang ibu saat dirinya meninjau pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di bangsal anak RSUD Tc Hillers di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,Sabtu (14/3/2020). Foto: Antara

Maumere, Tajukflores.com - Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin, mengatakan bahwa akan mengirimkan tim dokter dari Polda NTT jika memang dibutuhkan untuk membantu menangani kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

"Kebetulan tadi kami sudah berdialog dengan pemda di sini. Dan katanya kasus DBD kian hari kian turun sehingga kita lihat lagi perkembangannya ke depan," katanya kepada wartawan di Maumere, Sabtu (14/3).

Namun, kata komandan berbintang dua itu, jika memang dalam beberapa waktu ke depan tren kasus mengalami kenaikan lagi maka Polda NTT sudah pasti akan turun tangan dengan mengirimkan personelnya khususnya dokter-dokter atau petugas kesehatan dari RS Bhayangkara.

Polda NTT, lanjut dia, bertugas menangani secara umum apabila terjadi kekurangan maka pihaknya akan menyiapkan dokter untuk dikirim ke Kabupaten Sikka.

"Kalau memang ada dokter yang lebih pasti akan kita kirim, apalagi jika memang dibutuhkan untuk membantu penanganan KLB DBD di Kabupaten Sikka ini," tutur dia.

Terkait keterlibatan anggota Polres dalam memberantas kasus DBD, ia mengatakan bahwa hingga saat ini anggota polisi selalu terlibat aktif dalam membantu pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran DBD.

"Apalagi yang namanya bencana atau KLB seperti yang terjadi saat ini, seluruh personel sudah tentu akan dikerahkan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah" tambah dia.

Bahkan, keterlibatan petugas kesehatan dari Polres juga sudah pasti dilibatkan jika memang dibutuhkan oleh instansi terkait, katanya.

Kapolda NTT dalam kunjungan kerjanya ke Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, bertemu dan menjenguk sejumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. TC Hillers.

Dalam kunjungan tersebut ia juga memberikan tali asih kepada sejumlah pasien DBD seperti raket anti nyamuk, kelambu serta obat nyamuk elektrik.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dari awal Januari hingga 11 Maret 2020 ada 17.820 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari berbagai provinsi di Indonesia. Dari catatan itu, Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi provinsi dengan jumlah kematian terbanyak.

Sementara itu, Lampung menjadi provinsi dengan angka kasus DBD tertinggi, yakni 3.431 kasus.

Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, mengatakan ada 32 orang yang meninggal di NTT akibat DBD. Jumlah kasusnya pun jadi yang terbanyak kedua, yakni 2.732 kasus.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait