Bamsoet: Warga Indonesia Habiskan 7 Jam Sehari untuk Internet, Jangan Sebar Hoaks

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para warga net atau netizen bijak memanfaatkan media internet demi kebaikan bersama dan jangan sampai internet dijadikan ajang menebar benih kebencian, fitnah, hingga permusuhan.

“Warga net atau netizen harus bijak memanfaatkan media internet demi kebaikan bersama dan jangan sampai internet dijadikan ajang menebar benih kebencian, fitnah, hingga permusuhan yang pada akhirnya mengoyak rasa persaudaraan sebangsa,” kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10).

Dalam survei Digital 2020 yang dikeluarkan We are Sosial, Indonesia di peringkat ketiga sebagai negara dengan pertumbuhan populasi internet terbesar dunia setelah India dan China.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam survei tersebut, menurut dia, tercatat pengakses internet di Indonesia meningkat 17 persen dalam 1 tahun terakhir atau meningkat sekitar 25,3 juta pengakses internet.

“Oleh karena itu, penetrasi pengguna internet di Indonesia meningkat mencapai 64 persen atau sekitar 175 juta penduduk Indonesia telah mengakses internet,” ujarnya.

Baca Juga:  Soal Dugaan Suap Proyek APBD, Kapolres: Anus Sebut Keterlibatan Meldyanti Hagur Saat Pemeriksaan oleh Penyidik

Bamsoet mengatakan bahwa rata-rata dalam sehari, setiap pengguna internet di Indonesia menghabiskan 7 jam 59 menit untuk mengakses internet, yaitu berada di posisi delapan dunia setelah Filipina, Afrika Selatan, Brasil, Kamboja, Thailand, Argentina, dan Mexico.

Menurut dia, lamanya waktu mengakses internet di Indonesia lebih besar dari rata-rata dunia yang hanya 6 jam 45 menit. Dari data tersebut menunjukan dalam 16 jam waktu sadar yang dimiliki, kata dia, hampir 50 persennya atau 8 jam dipakai warga Indonesia untuk mengakses internet.

Ia menyebutkan dari 175 juta penduduk Indonesia yang mengakses internet, sebanyak 160 juta di antaranya aktif di media sosial, per hari tercatat mereka menggunakan waktu mencapai 3 jam 46 menit untuk mengakses media sosial melalui telepon genggam.

Baca Juga:  Kabar Baik, Satu Pasien Positif Covid-19 Varian Omicron di NTT Dinyatakan Sembuh

“Hal tersebut menandakan bahwa sebagian besar hidup kita tidak lepas dari internet sehingga tidak berlebihan kiranya jika ada anggapan yang menilai kesalahan memanfaatkan internet, akan berujung pada bencana sosial,” katanya.

Menurut dia, dengan cerdas dan bijak bersosial media, masyarakat akan terhindar dari popaganda menyesatkan yang banyak berseliweran di berbagai platform media sosial.

Sebagaimana yang terjadi pada demonstrasi menentang RUU KUHP pada tahun 2019 maupun demonstrasi menentang UU Cipta Kerja beberapa hari lalu.

“Jika dilihat substansinya, banyak pedemo termakan hoaks maupun disinformasi sehingga menyebabkan mereka turun ke jalan, misalnya, pedemo menuntut cuti hamil tetap berlaku. Padahal, dalam UU Cipta Kerja, tidak ada satu pun pasal yang menghilangkan cuti hamil,” ujarnya.

Hal itu adalah contoh kecil bagaimana hoaks dan disinformasi jika tidak disikapi serius, bisa mendatangkan kemudaratan bagi bangsa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers
Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi
Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:49 WIB

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:43 WIB

Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:34 WIB

Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:25 WIB

Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:16 WIB

Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:58 WIB

Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:31 WIB

Jokowi Teken Perpres Publisher Rights, Dukung Jurnalisme Berkualitas dan Industri Media Berkelanjutan

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB