Bawakan Bantuan Sembako, Bupati Deno Apresiasi Warga yang Lakukan Karantina Mandiri

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Manggarai Deno Kamelus memberikan bantuan sembako berupa beras, telur ayam, dan masker saat mengujungi warga di Desa Wae Renca, Desa Wae Renca, Kecamatan Cibal Barat, Rabu (22/4). Di lokasi ini, sebanyak 30 warga dikarantina secara mandiri.

Bupati Deno mengatakan apa yang dilakukan warga tersebut merupakan contoh yang luar biasa bagi dirinya dan juga warga Manggarai. Alasannya, 30 orang warga yang melakukan karantina secara mandiri karena baru tiba dari Bali yang merupakan daerah terpapar Covid-19.

Ketiga puluh warga itu dikarantina di rumah warga atas inisiatif masyarakat bersama pemerintah desa setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Deno juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga yang menyediahkan rumah secara sukarela untuk tempat karantina. Begitu juga kepada Pemerintah Kecamatan Cibal Barat dan Pemerintah Desa setempat yang juga turut mendukung untuk pengawasan selama masa karantina.

Menurut Bupati Deno, masyarakat yang dengan sukarela menyerahkan secara sukarela rumah mereka itu merupakan hal yang sangat bagus dan patut dicontohi bagi seluruh masyarakat Manggarai. Sebab di daerah lain banyak warga yang merasah takut dan mengucilkan bagi warga yang baru tiba dari daerah terpapar covid-19.

“Kalau di daerah lain warga yang baru datang dari daerah terpapar covid ditakuti bahakan dikucilkan, tapi disini kita temukan hal yang berbading terbalik, warga malah menerima secara sukarela dengan menyediahkan rumah untuk karantina. Sebenarnya tidak perlu dimusuhi atau dikucilkan bagi warga yang merupakan keluarga dan masyarakat sendiri yang baru tiba dari daerah terpapar covid-19,” kata bupati Deno mengutip Pos Kupang.

Bupati Deno juga memberikan edukasi kepada warga yang dikarantina. Ia meminta agar warga tetap bersabar lagi 8 hari masa karantina karena baru 6 hari melakukan karantina.

Baca Juga:  Dewan Syariah Surakarta Protes Spanduk HUT RI Mirip Simbol Salib

Deno juga mengimbau kepada warga yang dikarantina dan masyarakat Wae Renca agar selalu menjaga jarak, jauhi kerumunan massa, sering cuci tangan dengan sabun di air mengalir, pakai masker ketika keluar rumah dan selalu mengkomsumsi makanan dan minuman yang sehat untuk menambah imun tubuh dalam mencegah covid-19.

Sementara itu, Camat Cibal Barat, Karolus Mance mengatakan ke-30 orang warga yang dikarantina ini tidak memiliki gejala covid-19. Namun, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, mereka tetap dikarantina selama 14 hari kedepan.

Kata Karolus, 30 warga itu dikarantina secara terpusat di lima rumah milik warga yang diserahkan secara sukarela untuk karantina oleh pemilik rumah yang merupakan warga setempat.

Penjabat Kepala Desa Wae Renca Henderikus Sampur mengatakan 30 warga Wae Renca yang dikarantina tersebut datang dari Bali yang merupakan daerah terpapar virus corona sejak pekan lalu. Namun ke-30 warga ini tidak memiliki gejala atau indikasi covid-19.

Baca Juga:  Lagi, 315 Pengungsi Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

Hendrikus mengatakan Karantina mandiri itu merupakan atas inisiatif pemerintah desa untuk melakukan karantina terpusat dan juga warga bersediah menyerahkan rumah secara sukarela untuk dikarantina. Ada lima rumah warga yang diserahkan oleh pemilik rumah untuk lokasi karantina.

Henderikus juga mengatakan, untuk makan mimum selama masa karantina selama 14 hari ini, warga yang dikarantina mendapat sumbangan secara sukarela dari keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap mereka.

Salah satu pemilik rumah yang merupakan warga setempat menyerahkan rumahnya secara sukarela untuk karantina, Lambertus Jeratu mengatakan, ia menyerahkan secara sukarela tanpa ada imbalanan apapun rumahnya untuk menjadi tempat karantina warga yang datang dari daerah terpapar covid-19.

“Saya secara sukarela tidak ada imbalan apapun karena ini merupakan warga Manggarai apalagi keluarga saya sendiri. Memang kita juga takut dengan virus ini, tetapi kita tetap jaga jarak,” pungkas Lambertus.

Turut hadir mendampingi bupati Manggarai, Camat Cibal Barat Karolus Mance, Kabag Kesra Setda Manggarai, Teo Taram, Kabag Humas Setda ManggaraiLodovikus D. Moa, Kasat Pol PP Manggarai, Lambertus Sahe dan Sekdis PMD Manggarai, Lorens Jelamat, Pemerintah Desa Wae Renca dan Babinsa.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial
Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers
Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang
Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen
Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru