BPIP: Manfaatkan Teknologi untuk Penguatan Pancasila

Selasa, 12 November 2019 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengadakan kegiatan koordinasi BPIP dengan para Kepala/Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Indonesia di Medan, Rabu (11/12).

Acara ini dihadiri lebih dari 100 peserta ini mempunyai Tema "Gotong Royong Membumikan Pancasila dengan Nuansa Kearifan Lokal".

Acara ini dihadiri juga oleh Antonius Benny Susetyo Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Ani Purwanti Direktur Analis dan Sinkronisasi BPIP, dan Mirza Nasution Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Sumatera Utara sebagai narasumber.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Antonius Benny Susetyo menjelaskan terkait Pengarusutamaan Pancasila di Era Digital. Dalam penjelasannya Benny menegaskan bahwa masyarakat harus mengarusutamakan pancasila dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini.

"Masyarakat termasuk generasi milenial harus bisa mengarusutamakan pancasila dengan memanfaatkan kemajuan teknologi serta mempunyai gayanya sendiri," kata Benny.

Baca Juga:  6 Rekomendasi Jurusan Kuliah bagi yang Suka Bisnis

Selain itu, Benny menegaskan bahwa masyarakat harus melawan konten negatif media sosial.

"Kita harus memerangi konten negatif di media sosial dengan konten positif,informatif, menghibur, dan inspiratif," ujar Benny.

Benny menambahkan bahwa generasi milenial khususnya yang sudah menjadi influencer di media sosial saat ini mempunyai nilai lebih untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

"Influencer mempunyai nilai tukar dan nilai tambah karena mempunyai follower yang banyak. Adanya komodifikasi nilai tukar di sana," tambah Benny.

Benny menjelaskan bahwa saat ini konten yang menarik, unik, dan original akan mempunyai efek yang besar saat ini.

"Konten yang menarik, original, dan unik yang membuat efek yang besar bagi masyarakat tentunya harus merupakan konten yang positif," tegas Benny.

Baca Juga:  Mabar dan Kota Kupang Sumbang 2 Pasien Positif, Total 179 orang di NTT

Sepaham dengan hal tersebut Mirza Nasution menjelaskan bahwa selain disesuaikan dengan kemajuan teknologi penanaman nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan dalam bentuk praktik bukan hanya verbal.

"Cara strategi tidak hanya dalam bentuk muatan verbal tetapi juga dalam bentuk prilaku. Sehingga terukur standar seperti apa prilaku yang sesuai dengan ideologi pancasila berserta sanksi bagi yang melanggar," jelas Mirza.

Dalam hal penguatan ideologi Pancasila, Ani Purwanti Direktur Analis dan Sinkronisasi BPIP menegaskan bahwa semua lapisan masyarakat bisa bahu membahu dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila khsusunya dalam kebijakan yang ada.

"Semua lapisan masyarakat teemasuk kelompok organisasi masyarakat bisa mengajukan peraturan-peraturan daerah yang dianggap tidak atau belum mencerminkan Pancasila," jelas Ani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Lirik Lagu Natal Hai Mari Berhimpun – Delon Thamrin
Cara Mudah Menyimpan Banyak Nomor Kontak WA Menggunakan Excel
6 Rekomendasi Jurusan Kuliah bagi yang Suka Bisnis
Kakak Kandung Marissya Icha Bongkar 4 Sifat Buruk Fuji: Keserakahan terhadap Harta.
MUI Tetapkan Hukum Haram, Apa Saja Produk Pro-Israel yang Diboikot?
11 Film Indonesia Bioskop November 2023, Tonton Film Favorit Anda!
7 Perkembangan Teknologi Terbaru: Mengejar Masa Depan yang Canggih
Kemenkes Sebut Kasus Stunting Nasional Menurun 2,8 Persen, 4 Provinsi Meningkat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:09 WIB

Hoax: Telat Bayar Pajak Kendaraan Tidak Bisa Beli BBM Subsidi

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:56 WIB

Revitalisasi KUA untuk Pernikahan Semua Agama, Perlu Kajian Mendalam

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:09 WIB

Wacana Pernikahan di KUA untuk Semua Agama, Ini Kata Disdukcapil 

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:09 WIB

IDI Hormati Putusan MK Tolak Uji UU Kesehatan

Jumat, 1 Maret 2024 - 12:06 WIB

Pengorbanan di Papua, Brimob Polda NTT Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:03 WIB

Promosi Pariwisata Indonesia Dinilai Kalah Jauh Dibanding Negara Lain

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:03 WIB

Jokowi Sebut Banyak Investor yang Antre Mau Investasi ke IKN

Kamis, 29 Februari 2024 - 19:39 WIB

Pedagang Kantin Protes Harga Menu Makan Siang Gratis Rp15 Ribu

Berita Terbaru

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik., Foto: RRI

Pemilu

KPU: Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar 27 November

Sabtu, 2 Mar 2024 - 11:44 WIB