BPOLBF Klarifikasi Isu Perebutan Hak Kelola Aset Puncak Waringin dan Goa Batu Cermin

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana  Fatina (kiri) dan Bupati Manggarai Barat Edi Endi (kanan). Foto: Tajukflores.com/Istimewa

Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina (kiri) dan Bupati Manggarai Barat Edi Endi (kanan). Foto: Tajukflores.com/Istimewa

Labuan Bajo – Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina mengklarifikasi soal isu perebutan hak kelola dua aset pariwisata di Kota Labuan Bajo, Flores, Manggarai Barat. Dua aset itu ialah Puncak Waringin dan Goa Batu Cermin.

Pangkalnya, sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2021 lalu, hingga kini Puncak Waringin dan Goa Batu Cermin belum dibuka untuk umum. Isu yang berkembang, hal itu disebabkan karena masih terdapat polemik antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) dan BPOLBF terkait `kepemilikan` kedua aset tersebut.

“Tidak ada perebutan hak kelola sama sekali,” ujar Shana dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno (WBS), Senin, 29 Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Shana, saat ini pemerintah pusat tengah melakukan penyesuaian regulasi untuk mengatur pengelolaan aset negara berbasis kawasan, yang sekaligus dilakukan di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

“Jadi Kepmenko ini akan disusun untuk menentukan pengelolaan aset sekaligus di 5 DPSP, tidak hanya di Labuan Bajo,” kata dia.

Baca Juga:  Labuan Bajo Tetap Kondusif Pasca Pemilu, TNI-Polri Lanjutkan Patroli Gabungan

Namun demikian, menurut Shana, dalam penyusunan regulasi sedikit mengalami kerumitan terkait diskresi tertentu dalam pengelolaan aset. Pangkalnya, kata dia, hal tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Kemudian, memang ini agak rumit karena ada diskresi tertentu yang dibutuhkan, dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Nah, kalau kita berbicara untuk aset ini akan dikembalikan kepada pemilik. Dalam hal ini, aset daerah kembali ke daerah, aset K/L (kementerian/lembaga) kembali ke KL,” beber dia.

Shana Fatina menyebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebenarnya telah menyerahkan interior Puncak Waringin kepada Pemkab Mabar sebagai aset daerah. Ke depan, kata dia, pihaknya mengingingkan agar adanya pengaturan bersama.

“Karena rencana pemanfaatan dan pengelolaan sesuai standar minimal ini dibutuhkan sehingga aset yang sudah ada terawat dan termanfaatkan optimal sesuai tujuan awalnya. Jadi memberikan peluang dan manfaat jangka panjang,” ungkap Shana.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab Mabar juga diminta untuk mengusulkan rencana bisnis pengelolaan sehingga nanti dikaji bersama-sama tim Kementerian PUPR, Kemenparekraf, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kemenko Marvest. Tujuannya tentu tidak hanya merawat aset tapi juga memaanfaatkan dengan program-program yang terus dikunjungi wisatawan dan mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga:  Meski Masuk 3 besar, Erick Thohir Tak Dilirik Partai Nasdem Jadi Capres 2024

“Untuk saat ini, khsusus untuk Labuan bajo, kita lagi berkoordinasi dengan Pemkab, karena aset ini akan dilakukan skema subdisi silang. Jadi, bagaimana keuntungan yang diperoleh dari aset-aset yang menghasilkan ini mendukung aset-aset yang tidak menghasilkan. Misalnya pengelolaan sampah,” jelas Shana.

“Jadi ini model kolaborasi ke depan, untuk bagaimana tata kelola wisata daerah ini, hasil dari aset pariwisata dikembalikan untuk penataan pariwisata. Dan untuk menjaga program juga, saat ini kita juga mendorong pemanfaatan lokasi tersebut,” katanya.

Dia pun berharap agar regulasi pengelolaan aset sudah rampung disusun, sehingga Puncak Waringin dan Goa Batu Cermin dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata.

“Sebenarnya lokasi ini bisa digunakan. Jadi kita tinggal bersurat ke Kemen PUPR dan kita mengadakan kegiatan di sana dan tetap menjaga aset tetap bersih. Jadi mudah-mudahan Kep Menko sudah selesai sehingga kita bisa manfaatkan dua aset ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin
Digelar pada 27 November, Simak Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak 2024
Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!
Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November
22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru