BPOLBF Target Investasi Rp2,8 Triliun untuk 4 Zona di Kawasan Parapuar Labuan Bajo

Minggu, 10 Desember 2023 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur BPOLBF Shana Fatina (kanan) saat mendampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dalam kunjungan kerja (kunker) di Labuan Bajo. Foto: Instagram

Direktur BPOLBF Shana Fatina (kanan) saat mendampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dalam kunjungan kerja (kunker) di Labuan Bajo. Foto: Instagram

Labuan Bajo – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menargetkan investasi sebesar Rp2,8 triliun untuk mengembangkan kawasan pariwisata terpadu Parapuar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Direktur BPOLBF Shana Fatina, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang dalam proses lelang mitra guna mengelola area atas taman Parapuar yang memiliki luas 1.500 meter persegi dari total lahan seluas 400 hektar.

“Untuk Parapuar sekarang kita sedang lelang mitra untuk mengelola taman Parapuar itu sendiri 1.500 meter persegi yang di wilayah atas,” ujar Shana pada acara temu admin dan media di Parlezo Hotel Labuan Bajo pada Minggu, 10 Desember 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Shana juga merencanakan bahwa pada tahun depan, pihaknya akan menggelar lelang untuk seluruh lot yang ada di kawasan tersebut, termasuk hutan produksi, yakni hutan Nggorang Bowosie. Dua lot hotel dijadwalkan akan segera dibangun dalam waktu dekat.

Selain proyek hotel, terdapat pula tiga lot komersial, antara lain circle spice, komersial center, dan bangunan ikonik yang direncanakan untuk segera dibangun di area Parapuar.

“Kalau untuk zona satu aja sebenarnya di angka sekitar 1,2 triliun ya. Tapi kita melihatnya, untuk infrastruktur dasar kita ingin sekaligus nanti di 4 zona. Jadi, kalau misalnya ditotalkan sebenarnya seluruh kawasan parapuar itu 2,8 triliun,” ungkap Shana.

Baca Juga:  Fatwa Haram MUI dan Seruan Boikot Produk Israel, Apakah Berdampak di Indonesia?

Apa itu Parapuar?

Diketahui, Parapuar, yang dikelola oleh BPOLBF, merupakan satu dari delapan proyek strategis nasional yang direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Nilai proyek pengembangan kawasan ini mencapai Rp2,8 triliun.

Dalam bahasa Manggarai, NTT, parapuar mengandung arti ‘pintu gerbang yang mengarah ke hutan’. Atau berasal dari kata para yang berarti ‘pintu’ dan puar ‘hutan’.

Kawasan Parapuar dibagi menjadi empat zona yang masing-masing menawarkan sensasi berbeda. Mulai dari zona budaya hingga zona alam liar (wild life district).

Dari viewpoint Parapuar, wisatawan bisa menyaksikan panorama indah alam Labuan Bajo. Tampak gugusan pulau dan kapal wisata di perairan dari kejauhan. Demikian pula bentangan hutan yang seolah mengapit Kota Labuan Bajo.

Dari sini juga terlihat di kejauhan landasan pacu pesawat di Bandara Komodo yang berada di arah utara Parapuar. Tentu di viewpoint Parapuar, wisatawan tidak hanya menyaksikan melihat keindahan alam. Sebab di lokasi itu tersedia pula coffee shop, berupa menjajakan kopi jenis arabika Manggarai dan kompiang, roti khas Manggarai.

Dalam satu kesempatan lainnya, Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina mengatakan, destinasi wisata Parapuar memiliki luas 400 ha dan terbagi dalam empat zona. Pertama, zona budaya (culture district) seluas 114,73 ha/29 persen. Zona ini akan menampilkan keunikan dan keragaman budaya NTT.

Baca Juga:  Peluang Investasi Menjanjikan! BPOLBF Buka Pintu Investor Lokal di Kawasan Parapuar Labuan Bajo

“Zona budaya berupa pusat budaya, ada research center, dan ada juga area UMKM serta kawasan untuk pengembangan museum,” kata Shana.

Kedua, zona rekreasi (leisure district) seluas 63,59 ha. Pada zona ini ada atraksi hiburan dan rekreasi bagi para pengunjung untuk bersantai. “Zona kedua ada area leisure district, di situ ada spa dan wearnes tourism,” ujar Shana.

Ketiga, zona alam liar (wild life district) seluas 89,25 ha. Zona ini menonjolkan keragaman dan keunikan satwa liar yang ada di sekitar hutan kawasan Parapuar.

“Di situ ada mini zoo, kemudian edukasi tentang cagar biosfer komodo karena kawasan ini akan dikembangkan land mark of cagar biosfer komodo. Orang tidak ada yang tahu bahwa Labuan Bajo itu termasuk cagar biosfer komodo, bukan hanya taman nasional komodo,” jelas Shana.

Terakhir adalah zona pertualangan (adventure district) seluas 132,43 ha. Zona itu menawarkan pengalaman berpetualang bagi pengunjung dengan berbagai aktivitas menarik dan menantang. Salah satu fasilitas yang akan disediakan di zona ini adalah kereta gantung (cable car).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Fons Abun

Editor : Marcel Gual

Berita Terkait

Indonesia Timur Bangkit: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Didukung Investasi Infrastruktur
Pemprov NTT Fasilitasi Pendaftaran Merek Dagang bagi 125 Pelaku UMK
BPOLBF Gaet Eiger dan Dusit Internasional, Raup Komitmen Investasi Rp250 M untuk Parapuar
Data Dinas Peternakan: 10 Kecamatan di Rote Ndao NTT Ternak Kuda
Gandeng TikTok, BPOLBF Gelar KONTRAS di Taman Parapuar, Dorong Kolaborasi dan Kreativitas Komunitas Labuan Bajo
Pedagang Tolak Beras SPHP Bulog, Jadi Kendala Penurunan Harga Beras
Dorong Ekonomi Nasional, Pemerintah Gelar F1 Powerboat dan Kembangkan Desa Wisata di Danau Toba
Bulog NTT Pastikan Beras SPHP Tersedia di Pasar Ritel Modern Kupang, Stok Aman hingga Lebaran
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru