Budaya dan Tafsir Ajaran Agama Jadi Salah Satu Penyebab Kekerasan Perempuan

Senin, 23 Oktober 2023 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. Indonesia memiliki 13 peraturan undang-undang yang melindungi perempuan dari KDRT, tapi faktanya ajaran budaya dan tafsir ajaran agama mendorong terjadinya kekerasan.

Foto ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. Indonesia memiliki 13 peraturan undang-undang yang melindungi perempuan dari KDRT, tapi faktanya ajaran budaya dan tafsir ajaran agama mendorong terjadinya kekerasan.

Tajukflores.com – Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. KH. Nasruddin Umar mengungkapkan bahwa budaya dan tafsir ajaran agama yang sempit memiliki peran signifikan dalam meningkatnya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Prof. Nasruddin Umar menyampaikan pendapatnya dalam acara “The First International Conference on Gender and Feminism” (ICoGeF) 2023 di Kampus Universitas Jember, Jawa Timur, Sabtu, 21 Oktober 2023.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 13 aturan perundangan yang bertujuan untuk melindungi perempuan, termasuk Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Meskipun demikian, masih terjadi diskriminasi dan tindakan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, salah satu akar permasalahan ini adalah tafsir sempit terhadap ajaran agama dan budaya yang melekat pada masyarakat Indonesia.

Ia berpendapat bahwa perlu adanya penafsiran ulang ajaran Alquran dalam agama Islam agar perempuan dapat ditempatkan dalam peran yang seharusnya. Budaya dan tafsir ajaran agama adalah elemen penting dalam pemahaman terhadap agama.

Baca Juga:  Pemerintah Keluarkan PMK 129/2023 tentang PBB, Wajib Pajak Dapat Keringanan

Prof. Nasruddin Umar juga menggambarkan bagaimana agama-agama besar seperti Yahudi, Kristen, dan Islam, yang lahir di wilayah kontinental dengan budaya mereka sendiri, memiliki tantangan ketika agama Islam diperkenalkan di Indonesia, yang merupakan kepulauan dengan budaya uniknya sendiri.

“Maka selalu ada potensi bagi orang awam susah membedakan antara ajaran Islam dan budaya Arab,” ucap Nasruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu.

Selain budaya, Prof. Nasruddin Umar menyebut bahwa masalah tafsir ajaran agama adalah faktor kedua yang mempengaruhi peran perempuan dalam masyarakat.

Dalam proses tafsir Alquran, siapa yang melakukan tafsir, budaya asal ahli tafsir, dan bahasa yang digunakan akan memengaruhi hasil akhir tafsiran. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendalam untuk membaca dan menafsirkan ulang Alquran.

Rektor Universitas Jember (Unej), Iwan Taruna, juga mengungkapkan bahwa kegiatan ICoGeF yang pertama ini merupakan upaya menjawab tantangan dalam meningkatkan peran serta perempuan di berbagai bidang.

Baca Juga:  Beredar Perintah Kapolri Menangkan Paslon Tertentu, Polri Sebut Hoaks

“Sebagai negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar maka sudah selayaknya kami ambil bagian dalam usaha mendukung peran serta perempuan dalam beragam bidang. Semoga kegiatan itu dapat menghasilkan rekomendasi dan membuka kerja sama antarpeneliti dan pegiat kajian perempuan,” katanya.

Ketua Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Jember (Unej), Linda Dwi Eriyanti, melaporkan bahwa sebanyak 156 pembicara telah hadir dalam seminar dua hari kegiatan konferensi internasional pada 21-22 Oktober 2023.

Acara ini dihadiri oleh peneliti, dosen, pegiat kajian perempuan, LSM, serta perwakilan dari Polres Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Kehadiran beberapa narasumber dari dalam dan luar negeri, seperti Prof. Etin Anwar dari Hobart and William Smith Colleges Amerika Serikat, Onanong Thippimol Thammasat University, Thailand, dan R. Laksmi Priya CEO Pachiderm Thales, India, memberikan perspektif yang beragam dalam upaya mendukung peran serta perempuan dan mengatasi kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Edeline Wulan

Editor : Edeline Wulan

Berita Terkait

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin
Digelar pada 27 November, Simak Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak 2024
Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!
Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November
22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru