DPR RI Dukung Penerapan KRIS JKN, Hapus Kelas BPJS Kesehatan 1, 2, dan 3

Rabu, 15 Mei 2024 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena. Foto: Tajukflores.com/Istimewa.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena. Foto: Tajukflores.com/Istimewa.

Jakarta – Komisi IX DPR RI menyatakan dukungannya terhadap penghapusan BPJS Kesehatan 1, 2 dan 3 dan mendukung penerapan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS JKN) yang diinisiasi pemerintah mulai 30 Juni 2025.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan memang menghapus kelas layanan 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan.

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 8 Mei 2024 dan menandakan era baru dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki Laka Lena) meyakini bahwa KRIS JKN merupakan program yang positif dan amanah.

Ia menjelaskan bahwa sistem ini akan menstandarisasi pelayanan di seluruh kelas rumah sakit, sehingga pasien tidak lagi merasa dibedakan berdasarkan kelas BPJS Kesehatan.

“Prinsipnya kami setuju, ini program yang sudah bagus. Kita lihat juga kami ini sebagai program yang amanah,” kata Melki Laka Lena dalam perbincangannya dengan PRO3 RRI, dikutip pada Rabu (15/5).

Baca Juga:  NTT Terima 287 Peti Jenazah PMI Selama 2017-2019

Melki menekankan bahwa KRIS JKN bertujuan untuk memastikan semua pasien mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, baik, aman, dan nyaman. Ia berharap sistem ini dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

12 Kriteria Fasilitas Kelas Rawat Inap dengan Sistem KRIS JKN

Perlu diketahui bahwa KRIS JKN memiliki 12 kriteria fasilitas kelas rawat inap yang harus dipenuhi, yaitu:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Marcel Gual

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Nadiem Makarim Pastikan Hentikan Kenaikan UKT Tak Rasional di PTN
UKT Mahasiswa Mahal, DPR: Tak Harus Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri!
Viral Pj Bupati Kupang Marahi Pegawai ASN PPPK yang Swafoto: Saya Pecat Kalian Memang!
Kata Singapore Airlines Soal Pesawat Alami Turbulensi Parah Tewaskan 1 Penumpang
100.000 Formasi IKN Dibuka Kemenpan RB, Fresh Graduate Siap-siap!
Pesawat Singapore Airlines Turbulensi Parah, 1 Tewas dan 30 Luka
Polres Kupang Tarik Senjata Api Anggota untuk Cegah Aksi Polisi Koboi
DPR RI Desak Nadiem Makarim Tinjau Ulang Kenaikan UKT di Perguruan Tinggi Negeri
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:19 WIB

Nadiem Makarim Pastikan Hentikan Kenaikan UKT Tak Rasional di PTN

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:45 WIB

Viral Pj Bupati Kupang Marahi Pegawai ASN PPPK yang Swafoto: Saya Pecat Kalian Memang!

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:22 WIB

Kata Singapore Airlines Soal Pesawat Alami Turbulensi Parah Tewaskan 1 Penumpang

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:10 WIB

100.000 Formasi IKN Dibuka Kemenpan RB, Fresh Graduate Siap-siap!

Selasa, 21 Mei 2024 - 19:57 WIB

Pesawat Singapore Airlines Turbulensi Parah, 1 Tewas dan 30 Luka

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:47 WIB

Polres Kupang Tarik Senjata Api Anggota untuk Cegah Aksi Polisi Koboi

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:21 WIB

DPR RI Desak Nadiem Makarim Tinjau Ulang Kenaikan UKT di Perguruan Tinggi Negeri

Selasa, 21 Mei 2024 - 12:54 WIB

Penjelasan Lengkap Mendikbudristek Nadiem Soal Polemik UKT Mahal

Berita Terbaru