Emelia Nomleni: Butuh Semua Pihak Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan

Jumat, 10 April 2020 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Emelia Nomleni mengatakan bahwa penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan di provinsi itu butuh keterlibatan semua pihak.

“Penanganan kekerasan terhadap kaum perempuan ini tidak bisa dilakukan oleh instansi atau organisasi tertentu saja, tetapi juga butuh keterlibatan semua pihak,” ujarnya di Kupang, Sabtu (3/10).

Hal ini menanggapi peluncuran program “Women Care Day” Polda NTT yang dilakukan di halaman Markas Polres Kupang Kota oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Lotharia Latif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, peluncuran program tersebut yang dilakukan oleh Polda NTT adalah bukti nyata keterlibatan Polda NTT dalam hal mengurangi berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga:  Jadwal Penutupan Siaran TV Analog di NTT, Apa Saja Manfaat Jika Beralih ke Digital?

“Hal-hal seperti ini yang kita butuhkan. Artinya, edukasi dan tindakan-tindakan lebih nyata dan konkret seperti yang dilakukan dalam hal pelayanan SIM, khusus bagi perempuan pada hari Sabtu,” tandasnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT ini mengatakan, edukasi itu tidak hanya bagi kaum perempuan, tetapi juga bagi kaum pria untuk memahami atau mengerti bahwa sesungguhnya ruang bagi perempuan itu harus diberikan.

“Di sini bukan berarti bahwa kaum perempuan mau yang enak-enak. Itu tidak. Akan tetapi, ruang itu diberikan bagi kami untuk bisa melakukan banyak kegiatan salah satunya dalam hal pelayanan di tempat publik,” jelasnya.

Terkait dengan seberapa parah kasus kekerasan terhadap perempuan di NTT, menurut dia, bergantung pada angka. Namun, angka tersebut juga tidak hanya dilhat dari kenaikan angka, tetapi juga ada kesadaran.

Baca Juga:  Jadi Tersangka, Polda Sulteng Nonaktifkan Oknum Brimob Terlibat Perkosa ABG di Parimo

Emelia mengakui bahwa kenaikan angka kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi di NTT.

Menurut data yang dimiliki oleh Polda NTT, angka kasus kekerasan terhadap perempuan dalam 3 tahun terakhir cukup tinggi.

Pada tahun 2018 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 637 kasus, kemudian pada tahun 2019 angkanya mencapai 721 kasus, lalu selama 2020 terhitung dari Januari hingga Agustus jumlah kasusnya mencapai 414 kasus.

“Nah, ini berarti butuh seluruh kita bergandengan tangan untuk mengatasi hal ini. Tidak bisa satu pihak. Kalau memang dari Polri ada, ini sesuatu yang luar biasa,” pungkas Emelia. (Ant)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru