Kemenkes akan Hapus Sistem Kelas BPJS Kesehatan di Tahun 2025, Ini Penggantinya

Selasa, 16 April 2024 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iuran BPJS Kesehatan Berapa Persen dari Gaji? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Iuran BPJS Kesehatan Berapa Persen dari Gaji? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Tajukflores.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menghapus sistem kelas rawat inap pada BPJS Kesehatan mulai tahun 2025. Sistem kelas yang ada saat ini akan diganti dengan sistem kelas rawat inap standar (KRIS).

Meski sistemnya diganti, besaran iuran BPJS Kesehatan masih tetap sama hingga saat ini.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, besaran nominal iuran BPJS Kesehatan masih tidak berubah karena belum ada perubahan dalam landasan hukum yang mengaturnya.

Hal ini masih sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada peraturan atau kebijakan yang mengatur kelas berapa yang akan diterapkan dalam sistem baru tersebut. Hal ini disampaikannya dalam rapat di Komisi IX DPR.

Baca Juga:  Gangguan Kamtibmas di NTT Turun 18% di 2019

“Memang sampai sekarang belum ada peraturan, kebijakan, yang disampaikan ketua dewan tarif, kelas berapa, itu belum ada,” ujarnya dalam rapat di Komisi IX DPR, Jakarta.

Di website resmi BPJS Kesehatan, masih tercantum ketentuan tarif iuran yang belum berubah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Nick Tolen

Editor : Nick Tolen

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Kemendikbudristek Minta Kampus Kembalikan Kelebihan UKT Mahasiswa
Ketahui Apa Itu Tapera dalam PP 21/2024, Siap-siap Gaji PNS dan Karyawan Swasta Dipotong 2,5 Persen Setiap Bulan
Pengamat: Pembatalan Kenaikan UKT Kebijakan Reaktif, Harus Ada Evaluasi dan Revisi Permendikbudristek 2/2024
Sudah Dibatalkan, Nadiem Ungkap Penyebab UKT PTN 2024 Naik Drastis
Segera Waspada! Jangan Sampai Gunung Kelimutu di Ende Bernasib Sama dengan Kawah Gunung Dempo di Sumsel
Klarifikasi Bobby Nasution Soal Pencurian di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Tak Ada Kehilangan Uang Miliaran
GP Ansor Sebut Jokowi Pahlawan Indonesia Sentris
Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT Perguruan Tinggi 2024 Usai Dipanggil Jokowi ke Istana
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:16 WIB

Jadi Pemodal dan Pengendali Narkoba, PKS Pecat Caleg Terpilih di Aceh Tamiang

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:42 WIB

Jadi Biduan Bayaran Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo, KPK akan Hadirkan Nayunda Nabila di Persidangan

Selasa, 28 Mei 2024 - 16:33 WIB

Ketua KPU Manggarai Barat Krispianus Bheda Dicopot DKPP Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Senin, 27 Mei 2024 - 21:20 WIB

Bareskrim Sebut Caleg Terpilih dari PKS di Aceh Tamiang sebagai Pemodal Jaringan Narkoba

Senin, 27 Mei 2024 - 20:30 WIB

Kronologi Penangkapan Caleg PKS Terpilih di Aceh Tamiang terkait Narkoba Jenis Sabu 70 Kg

Senin, 27 Mei 2024 - 19:21 WIB

Menkopolhukam Sebut Kabar Penguntitan Jampidsus Oleh Anggota Densus 88 Masih Simpang Siur, Minta Media Dinginkan Suasana

Senin, 27 Mei 2024 - 15:24 WIB

Kemesraan Jaksa Agung dan Kapolri di Tengah Isu Penguntitan Jampidsus oleh Densus 88 

Minggu, 26 Mei 2024 - 17:50 WIB

Saya Rela Mati, Kata Pegi Setiawan dengan Raut Wajah Sedih Bantah Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Berita Terbaru