Ketua RT Diduga Provokasi Penyerangan Mahasiswa Katolik di Serpong, 2 Orang Luka Berat

Senin, 6 Mei 2024 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkap layar penyerangan mahasiswa Katolik yang tengah berdoa Rosario di kos-kosan mereka di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (5/5/2024) malam. (Tajukflores.com).

Tangkap layar penyerangan mahasiswa Katolik yang tengah berdoa Rosario di kos-kosan mereka di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (5/5/2024) malam. (Tajukflores.com).

Serpong – Seorang Ketua RT di Serpong, Tangerang Selatan, diduga menjadi provokator dalam aksi penyerangan terhadap sekelompok mahasiswa Katolik yang sedang berdoa Rosario di kos-kosan mereka pada Minggu (5/5) malam.

Menurut keterangan, Ketua RT setempat bernama Diding diduga memprovokasi massa untuk menyerang para mahasiswa. Dia berteriak

“Hei, bangsat, kalau kalian tidak bubar saya panggil warga!” sekitar pukul 19:30 WIB, saat para mahasiswa sedang khusyuk berdoa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa yang datang membawa berbagai macam senjata tajam seperti samurai, cerulit, dan balok. Mereka menyerang para mahasiswa dan membubarkan paksa kegiatan doa Rosario.

Akibat penyerangan ini di tengah doa Rosario ini, 12 mahasiswa Katolik menjadi korban, dua di antaranya mengalami luka sayatan senjata tajam yang cukup serius. Selain itu, seorang pria muslim yang berusaha melindungi para mahasiswa juga turut dibacok.

Baca Juga:  Bela Masyarakat Adat Dayak, Pastor Paroki Diduga Alami Kriminalisasi

Beruntungnya, kejadian ini berhasil dihentikan oleh massa warga sekitar yang beragama Islam. Mereka kemudian membantu menyelamatkan para mahasiswa dan melaporkan kasus ini ke Polres Tangerang Selatan.

Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Para korban didampingi oleh advokat dari Persatuan Indonesia Timur (PETIR) dan Forum Advokat Manggarai Raya (FAMARA).

Advokat Firdaus Oiwowo dari FAMARA menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan siapa pun yang melanggar hukum harus dihukum. Dia juga menekankan bahwa kebebasan beribadah dijamin oleh UUD 1945 dan undang-undang lainnya di Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Manggarai Janji Adakan Festival Berstandar Nasional Tahun 2020

“Ini adalah negara beragama. Siapa pun bebas menjalankan ibadahnya. Orang-orang yang menggangu orang yang sedang beribadah termasuk dalam hama (perusak) negara, perusak negara Indonesia sebagai negara demokrasi,” kata Edi Hardum, Sekjen FAMARA.

Sementara itu, advokat Largus Chen dari PETIR mendesak polisi untuk segera menangkap provokator dan pelaku penyerangan. Dia juga mengingatkan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan, dan agama Islam adalah agama yang penuh kasih sayang.

“Kita semua tentu tahu, tidak ada agama yang mengajarkan keburukan seperti ganggu orang sedang beribadah, terutama agama Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Jangan merusak kedamaian Indonesia dengan tindakan mengganggu orang sedang beribadah,” kata Largus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Rayen Putra Perdana

Editor : Marcel Gual

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Gen Z Santai-santai, Pengangguran Meningkat, Sosiolog UNJ: Peringatan Keras!
Lampu Jalan di Labuan Bajo Mati, Turis Terpaksa Pakai Senter di Malam Hari
Pesawat Jatuh di Serpong Tewaskan 3 Orang
Menag Yaqut Perintahkan Dirjen Bimas Katolik Segera Dirikan Sekolah Menengah Katolik Negeri
Pemerintah Diminta Tunda Penerapan KRIS, RS Swasta Bakal Kerepotan
Deretan Insiden Tenggelam di Wae Racang Manggarai, Lokasi Angker?
Serahkan SK, Bupati Ngada Minta Komitmen PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan 2023
Polsek Cibal Segera Evakuasi Korban Tenggelam di Wae Racang Desa Golo Lanak
Berita ini 395 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 18:39 WIB

Kronologi Warga Desa Golo Lanak Tengelam di Wae Racang, Tak Indahkan Larangan Teman

Rabu, 15 Mei 2024 - 12:35 WIB

Korea Selatan Terus Selidik 2 Insinyur Indonesia terkait Pencurian Data Jet Tempur

Senin, 29 April 2024 - 15:20 WIB

Mengenal Parapuar, Paket Lengkap Destinasi Wisata Baru di Labuan Bajo-Flores

Senin, 29 April 2024 - 12:56 WIB

Hasil Kajian: Penyimpangan Seksual Kaum Selibat bukan Sekadar Masalah Moral dan Psikis Klerus

Selasa, 23 April 2024 - 13:33 WIB

Simak Informasi Lengkap Mengenai Wisata Labuan Bajo, Surga di Ujung Barat Pulau Flores

Minggu, 21 April 2024 - 13:32 WIB

11 Spot Snorkeling Terbaik di Labuan Bajo

Sabtu, 20 April 2024 - 12:51 WIB

Kapan Waktu Terbaik ke Labuan Bajo?

Kamis, 18 April 2024 - 11:26 WIB

Cara Menghabiskan Weekend yang Sempurna di Labuan Bajo

Berita Terbaru