Miris, Wanita Ini Setor Rp75 Juta ke Calo, Nasibnya Berujung Ditangkap Polda NTT

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 26 WNI ke Australia. Salah satu dari 26 WNI itu merupakan seoarang perempuan.

Dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Senin (18/4), perempuan asal Bali itu mengaku telah menyetor Rp75 juta kepada calo atau perekrut. Uang puluhan juta tersebut disetor sebagai biaya keberangkatan mereka ke Australia untuk dijadikan pekerja di perkebunan.

“Saya sudah setor Rp75 juta,” ujar perempuan yang enggan menyebutkan namanya itu kepada wartawan. Ia hanya tertunduk lesu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut perempuan itu, ia dan 25 WNI lainnya hendak dipekerjakan di sebuah perkebunan di Australia. Oleh perekrut, mereka diiming-imingi gaji fantastis yakni $20 per jam atau setara Rp287,179.

Sementara itu, salah satu calon pekerja lainnya mengaku telah menyetor Rp85 juta kepada perekrut. Pria yang juga berasal dari Bali ini dijanjikan upah yang besar oleh perekerut.

Baca Juga:  Modus Ikut Suami Ke Surabaya, TKW Asal Soe Diamankan di Bandara El Tari Kupang

Sebelumnya, Seorang pria yang mencoba menyelundupkan 26 calon tenaga kerja dari Indonesia ke Australia ditangkap aparat Direktorat Kepolisian Perairan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). 26 warga tersebut diselundupkan melalui sebuah kapal kayu.

Pelaku penyelundupan berinisial S, berasal dari Medan, Sumatera Utara. Sehari-hari, S menetap di Bali.

“26 orang itu kami amankan saat sedang dalam persiapan untuk berangkat menggunakan kapal kayu, ” ujar Ditpolair Polda NTT Kombes Pol Nyoman Budiarja kepada wartawan di Kupang, Senin, (18/4).

Menurut Nyoman, 26 orang WNI tersebut berasal dari daerah yang berbeda-beda. Satu Sumatera Utara, satu dari Jawa Barat, empat orang dari Jawa Tengah, sembilan orang dari Jawa Timur, tujuh orang dari Bali, dan empat orang dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Para WNI berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu, dijanjikan bekerja di perkebunan di Australia dengan gaji mencapai Rp30an juta per bulan.

Nyoman menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara di ketahui bahwa S sendiri menawarkan pekerjaan di Australia bagi WNI yang berminat dengan iming-iming gaji Rp30 juta perbulan.

Baca Juga:  Posting Status Singgung Polda NTT, Operator Musik di Eks Lokalisasi KD Diciduk

Proses penawaran kerja itu disebar melalui media sosial yakni Facebook dengan tujuan menarik banyak orang yang ingin bekerja di negeri Kangguru tersebut.

Dia mengatakan, setiap orang yang ingin bekerja di Australia harus menyetor Rp80 sampai Rp90 juga per orang.

Para calon pekerja itu juga diketahui hendak dipekerjakan di perkebunan di Australia. Sayangnya, mereka belum tahu perkebunan seperti apa itu terdiri dari 25 orang pria dan satu orang perempuan.

Sebelum berangkat berlayar ke Australia, para calon pekerja itu sudah diberikan pemberitahuan dari perekrut agar bersikap seperti nelayan jika ditemukan oleh petugas keamanan Australia.

Saat ini, 26 korban penyelundupan itu masih ditahan di kantor Ditpolai Polda NTT untuk dilakukan pengambilan keterangan lebih lanjut. Sementara perekrut berinisial S kini ditahan oleh aparat setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Ibu Muda di Labuan Bajo Tertembak OTK Saat Berbelanja di Toko Central
Duh, Calon Pastor di Ngada NTT Cabuli Siswa SMP di Asrama Sekolah, Kini Diburu Polisi
Sindikat Pornografi Anak LGBT Dibongkar FBI di Bandara Soetta, Ini Respon Kemen PPPA
Polisi dan FBI Ungkap Jaringan Internasional Pornografi Anak LGBT di Bandara Soetta
Guru Besar UGM Beri Petunjuk ke AHY Kalau Punya Nyali Berantas Mafia Tanah
Fakta-Fakta Kasus Perundungan ‘Geng Tai’ di Binus School, Praktik Terlarang 9 Generasi
Jejak Kelam Geng Tai di Binus School, Anak Vincent Rompies Diduga Terlibat Kasus Perundungan
Kejam! ART Asal NTT di Jakarta Disekap Majikan, Ini Kondisinya Sekarang
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru