NTT Terima 73 Jenazah Pekerja Migran Selama Januari-Agustus 2019

Selasa, 9 April 2019 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTT Terima 73 Jenazah Pekerja Migran Selama Januari-Agustus 2019

NTT Terima 73 Jenazah Pekerja Migran Selama Januari-Agustus 2019

Kupang – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat telah menerima 73 jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) selama Januari-Agustus 2019.

“Berdasarkan data kami, sejak Januari sampai 19 Agustus 2019, NTT sudah menerima 73 jenazah PMI,” kata Kepala BP3TKI NTT, Siwa di Kupang, Rabu (4/9/2019).

Pada tahun 2017, jumlah pekerja migran yang meninggal dunia dan dikirim ke NTT berjumlah 62 orang jenazah, meningkat menjadi 105 pada tahun 2018.

Siwa berharap jumlah pekerja migran Indonesia asal daerah itu, yang menjadi korban di luar negeri pada 2019 ini bisa ditekan atau jangan sampai melebihi angka pada tahun 2018 lalu.

“Jumlah korban memang sudah cukup banyak, tetapi kita tentu berharap, jumlahnya mendekati atau bahkan melebihi jumlah korban pada 2018,” ujarnya.

Dia menambahkan, PMI yang meninggal dunia di luar negeri ini, umumnya adalah mereka yang berangkat ke berbagai negara tujuan untuk mencari kerja, tanpa melalui prosedur resmi.

Baca Juga:  Lebih dari 1.500 Korban Tewas Akibat Demam Berdarah di Bangladesh, Dhaka Jadi Episentrum

Karena itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah korban adalah mendorong tenaga kerja untuk kerja di luar negeri melalui prosedur resmi. Hanya dengan melalui jalur resmi, setiap PMI yang dikirim mendapat perlindungan selama berada di negara tujuan, katanya menjelaskan.

“Kalau PMI resmi, di manapun mereka bekerja, majikan tidak berani berbuat yang aneh-aneh karena ada perlindungan dari negara. Berbeda dengan PMI tidak resmi, bisa diperlakukan secara tidak manusiawi,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Data APJII: Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Capai 221,5 Juta Jiwa
Jumlah Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Tahun 2023 Meningkat Drastis
Ribuan Warga Flores Timur Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Taman Nasional Komodo Catat Peningkatan Kunjungan Wisatawan di 2023
Data BP2MI Kupang: 143 Pekerja Migran Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Selama 2023
Setara Institute-INFID Sebut Indeks HAM 2023 Stagnan
Data Disparekraf: 500 Ribu Wisatawan Kunjung ke NTT hingga Oktober 2023
Kemampuan Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Masih Rendah, 2 Kota Paling Tinggi Indeks Kecakapan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru