Pembunuhan Anak Kembar di Kota Kupang, Ayah Korban Diperiksa

Selasa, 9 Juli 2019 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memeriksa Obir Manus (31), ayah kandung anak kembar yang tewas diduga dibunuh di mes Hotel Ima Jln Timor Raya RT 09 RW 03 Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Obir diperiksa sebagai saksi selamat satu jam usai kejadian. 

Kaur Bin Orps (KBO) Satreskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan P. Sujana mengatakan, ayah korban saat diperiksa juga terlihat tenang saat diperiksa pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bapaknya korban ini orangnya tenang,” ujar Ipda I Wajan,.

Diakuinya, saat pemeriksaan ayah korban juga nampak sedikit tertekan setelah kejadian tersebut

“Tadi juga ayah korban lihat anaknya, dia juga sempat menangis,” katanya.

Saat ditanya apakah ayah korban membutuhkan pendampingan dari seorang psikolog, Ipda I Wayan menjelaskan, hal tersebut dilakukan jika dibutuhkan

Baca Juga:  Tetua Adat Minahasa Elvis Wagey Tewas saat Bentrok di Bitung, Begini Kata Keluarga

“Kita lihat dulu, mungkin saat memberikan keterangan lancar saja buat apa?,” ungkapnya.

Bocah kembar yang menjadi korban juga telah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman ayahnya di Desa Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang.

Sementara itu, ibu korban, Dewi Regina Ano (24) yang ditemukan meregang nyawa saat kejadian tengah mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD SK Lerik Kota Kupang karena masih sakit.

“Belum, kita belum bisa menetapkan tersangka, karena ada beberapa saksi yang belum kita periksa. Seperti ibu korban karena belum bisa diambil karena masih sakit,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga tengah menunggu kesehatan ibu korban untuk lebih baik sehingga bisa diambil keterangan sebagai saksi.

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR: Pemberantasan Mafia Tanah Harus dari Hulunya

“Pokoknya dari dokter nyatakan dia sudah sembuh dan dapat diambil keterangan pasti secepatnya kami panggil dan diambil keterangan,” pungkasnya.

Saat ditanya apakah dalam proses hukum kasus ini sudah mengarah pada tersangka, Ipda I Wayan, menjelaskan hal tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Kami belum bisa menetapkan tersangka, karena ada beberapa saksi yang belum kita periksa. Seperti ibu korban karena belum bisa diambil karena masih sakit,” jelasnya.

Ketika ditanya siapakah yang bisa menjadi tersangka, Ipda I Wayan, menjelaskan siapa saja bisa menjadi tersangka baik ibu korban, ayah korban atau pihak lain. Hal itu tergantung dari proses penyelidikan.

“Artinya tidak menutup kemungkinan, kita menunggu proses dulu, bukti-bukti yang kita dapat, pasti akan kita sampaikan kepada teman-teman,” katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Guru Besar UGM Beri Petunjuk ke AHY Kalau Punya Nyali Berantas Mafia Tanah
Fakta-Fakta Kasus Perundungan ‘Geng Tai’ di Binus School, Praktik Terlarang 9 Generasi
Jejak Kelam Geng Tai di Binus School, Anak Vincent Rompies Diduga Terlibat Kasus Perundungan
Kejam! ART Asal NTT di Jakarta Disekap Majikan, Ini Kondisinya Sekarang
Mayat Perempuan Tanpa Busana Hebohkan Warga Cirebon, Ditemukan di Tempat Pemakaman Umum
Wanita Asal NTT Diduga Disekap Majikan di Jakarta, Polisi Turun Tangan
Istri Polisi di Jeneponto Digerebek Selingkuh dengan ASN, Panjat Plafon Toilet saat Dikepung Warga
Takut Video Mesum Disebar, Wanita Bersuami Ngaku Diperas Selingkuhan Rp11 Juta
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru