Pemerintah Diminta Tunda Penerapan KRIS, RS Swasta Bakal Kerepotan

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta – Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali penerapan program Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang rencananya akan dilaksanakan secara penuh pada 30 Juni 2025.

Timboel khawatir KRIS akan menimbulkan masalah baru bagi rumah sakit (RS) swasta, terutama terkait dengan biaya renovasi ruang perawatan.

“KRIS nantinya akan membuat iuran peserta mandiri menjadi satu iuran (single tarif) karena menggunakan satu ruang perawatan. Hal ini akan menuntut RS swasta untuk merenovasi ruang perawatan sesuai standar KRIS,” ujar Timboel dalam perbincangannya dengan RRI, Jumat (17/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertanyaannya, apakah RS swasta memiliki anggaran yang cukup untuk merenovasi ruang perawatan yang sebelumnya terbagi menjadi kelas 1, 2, dan 3 menjadi satu ruangan? Apakah pemerintah bersedia memberikan kredit untuk membantu RS swasta dalam melakukan renovasi?” tanya Timboel.

Baca Juga:  Viral! Gegara Pakai Topeng Seram Saat Malam Pertama, Pengantin Wanita Ini Nyaris Babak Belur oleh Suaminya

Timboel meyakini bahwa banyak RS swasta saat ini hanya mampu melakukan renovasi jika dibantu dengan dana pinjaman dari pemerintah.

“Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah dan pihak JKN untuk lebih bijak dan mengkaji kembali semua hal terkait sebelum menerapkan KRIS,” tegas Timboel.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan aturan baru yang menghapus kebijakan sistem kelas 1, 2, dan 3 dalam BPJS Kesehatan dan menggantinya dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan rawat inap bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan dan menghapus diskriminasi berdasarkan kelas.

Baca Juga:  Anggota Tipikor Polres Mabar OTT Kades di Labuan Bajo, Diduga Lakukan Pungli Surat Tanah

Dengan KRIS, semua peserta akan mendapatkan pelayanan yang sama rata, baik dalam hal medis maupun nonmedis.

Dalam penerapannya, KRIS harus memenuhi 12 kriteria fasilitas ruang perawatan sebagaimana ditetapkan dalam Perpres Nomor 59 Tahun 2024 Pasal 46A.

Berikut 12 persyaratan mengenai fasilitas kelas rawat inap standar yang wajib dipenuhi:

1. Komponen bangunan yang digunakan tidak memiliki tingkat porositas yang tinggi.

2. Ventilasi udara memenuhi pertukaran udara pada ruang perawatan biasa minimal 6 kali pergantian udara per jam.

3. Pencahayaan ruangan buatan mengikuti kriteria standar 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk pencahayaan tidur.

4. Kelengkapan tempat tidur berupa adanya 2 kotak kontak dan nurse call pada setiap tempat tidur.

5. Ada nakas per tempat tidur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Alex K

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Isu Duet Anies dan Kaesang di Pilkada Jakarta 2024, Ini Kata PKS
Kaesang Sebut Grace Natalie Potensial Dampingi Anies atau Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta
Soal Judi Online, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Menabung untuk Modal Usaha
KPU Segera Publikasikan Rancangan PKPU Terkait Pencalonan Kepala Daerah
Ruben Onsu Resmi Gugat Cerai Sarwendah Setelah 11 Tahun Pernikahan
Klarifikasi Nadia, Perempuan Viral yang Ngaku sebagai Sarjana Hukum saat Cekcok dengan Ojek Online di Bali
Ingin Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Fokus Penanaman Padi dengan Teknologi Tinggi
Inayah Wahid Kecam Keterlibatan NU dalam Kelola Konsesi Tambang, Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:02 WIB

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:26 WIB

Contoh Undangan Pengambilan Raport Sekolah Semester 2 Kenaikan Kelas untuk Orang Tua Wali Murid Format Word

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:07 WIB

Begini Cara Menghitung Daging Sapi Qurban Idul Adha, 1 Ekor Sapi Berapa KG Daging?

Senin, 10 Juni 2024 - 21:47 WIB

Mudah Banget! Cara Buat Netflix My Best Day di IG Story yang Sedang Viral

Senin, 10 Juni 2024 - 14:28 WIB

Link Download File Scribd yang Terkunci Gratis tanpa Login dan Bisa Melalui Telegram, Simak Caranya

Sabtu, 8 Juni 2024 - 19:28 WIB

Tips Memilih Baby Sitter yang Tepat untuk Buah Hati Anda

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:33 WIB

Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak PPDB SMA/SMK SLB Jawa Barat 2024

Senin, 3 Juni 2024 - 11:05 WIB

Link Pendaftaran PPDB SMA/SMK Jabar 2024 Tahap 1 Berserta Syaratnya

Berita Terbaru

Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga. Foto: Antara

Pilkada NTT

Kapolda NTT Pastikan Kesiapan Personel Hadapi Pilkada 20244

Jumat, 14 Jun 2024 - 08:09 WIB

Cara Download Hamster Kombat Airdrop APK Tanpa Ribet

Tekno

Cara Download Hamster Kombat Airdrop APK Tanpa Ribet

Jumat, 14 Jun 2024 - 06:22 WIB

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Tips & Trick

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Kamis, 13 Jun 2024 - 22:02 WIB