Ruang Kerja Anggota BPK Pius Lustrilanang Disegel KPK

Selasa, 14 November 2023 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) VI, Pius Lustrilanang. Foto: Istimewa

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) VI, Pius Lustrilanang. Foto: Istimewa

JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) VI, Pius Lustrilanang, sebagai tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso.

“Itu betul dilakukan, kita sudah cek kemarin di penyidik bahwa betul dilakukan penyegelan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa, 14 November 2023.

Firli belum memberikan keterangan mengenai keterlibatan Pius dalam kasus yang sedang ditangani KPK. Namun, ia menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan untuk menjaga sterilnya ruangan tersebut. Firli juga menegaskan bahwa KPK akan menyita jika ditemukan bukti korupsi di kantor Pius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyegelan ruangan tersebut terkait dengan dugaan korupsi yang dilakukan oknum BPK yang sudah kita tangkap hari ini. Tentu keterkaitan anggota BPK VI masih butuh permintaan keterangan lebih lanjut, maupun bukti-bukti,” ujar Firli.

Baca Juga:  Siapa Dokter Qory Ulfiyah yang Dikabarkan Hilang Misterius Sampai Polisi Turun Tangan?

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan terhadap PJ Bupati Sorong, Yan Piet Mosso.

Selain Yan Piet, KPK juga menetapkan status tersangka untuk dua anak buahnya, yakni Kepala BPKAD Sorong, Efer Segidifat, dan Staf BPKAD Sorong, Maniel Syatfle. Yan Piet dan anak buahnya dianggap sebagai tersangka pemberi suap.

Tiga orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kepala Perwakilan BPK Papua Barat, Patrice Lumumba Sihombing; Kasubaud BPK Papua Barat, Abu Hanifa; dan Ketua Tim Pemeriksa, David Patasaung. Ketiganya, pegawai BPK, dianggap sebagai tersangka penerima suap.

Firli mengungkapkan bahwa Yan Piet dan anak buahnya diduga memberikan uang terkait pengaruh terhadap laporan hasil audit yang dilakukan BPK Papua Barat. Kasus ini dimulai ketika seorang pimpinan BPK pusat menerbitkan surat tugas untuk Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap Kabupaten Sorong untuk tahun anggaran 2022 dan 2023.

Baca Juga:  Pejabat BIN Asal Papua: KKB Minta Makan dan Dana, Tegakkan Hukum!

“Dari hasil pemeriksaan itu, BPK mendapati sejumlah laporan keuangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Firli.

Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya sejumlah laporan keuangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Yan Piet dan rekannya kemudian berkomunikasi dengan tim pemeriksa BPK, setuju untuk memberikan uang agar temuan BPK tersebut dihilangkan.

Firli menyatakan bahwa KPK telah menyita sejumlah uang sebesar Rp 940 juta dan satu jam tangan merek Rolex dalam kasus ini. Selain itu, dugaan total uang yang mengalir ke pejabat BPK diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

BNN Bebaskan Anggota DPRD NTT yang Diciduk karena Pakai Narkoba, Ketua Timsesnya Ternyata DPO di Jakarta
Ngeri! Kakek Renta di Manado Tega Cabuli Anak 15 Tahun di Rumahnya
Anggota DPRD NTT dari Partai Perindo Ditangkap BNN Terkait Narkoba
Bunuh Tunangan Asal Indonesia, Pria Bangladesh Dieksekusi Mati di Singapura
Kronologi Ibu Muda di Labuan Bajo Terkena Peluru Nyasar dari Pemilik Toko Central
Ibu Muda di Labuan Bajo Tertembak OTK Saat Berbelanja di Toko Central
Duh, Calon Pastor di Ngada NTT Cabuli Siswa SMP di Asrama Sekolah, Kini Diburu Polisi
Sindikat Pornografi Anak LGBT Dibongkar FBI di Bandara Soetta, Ini Respon Kemen PPPA
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:24 WIB

BNN Bebaskan Anggota DPRD NTT yang Diciduk karena Pakai Narkoba, Ketua Timsesnya Ternyata DPO di Jakarta

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:00 WIB

Ngeri! Kakek Renta di Manado Tega Cabuli Anak 15 Tahun di Rumahnya

Rabu, 28 Februari 2024 - 21:46 WIB

Anggota DPRD NTT dari Partai Perindo Ditangkap BNN Terkait Narkoba

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:19 WIB

Kronologi Ibu Muda di Labuan Bajo Terkena Peluru Nyasar dari Pemilik Toko Central

Selasa, 27 Februari 2024 - 16:48 WIB

Ibu Muda di Labuan Bajo Tertembak OTK Saat Berbelanja di Toko Central

Sabtu, 24 Februari 2024 - 20:54 WIB

Duh, Calon Pastor di Ngada NTT Cabuli Siswa SMP di Asrama Sekolah, Kini Diburu Polisi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sindikat Pornografi Anak LGBT Dibongkar FBI di Bandara Soetta, Ini Respon Kemen PPPA

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:21 WIB

Polisi dan FBI Ungkap Jaringan Internasional Pornografi Anak LGBT di Bandara Soetta

Berita Terbaru