Vonis Mati dan Kisah Cinta Segitiga Randy Badjideh, Terdakwa Pembunuhan Astri dan Lael

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Randy Badjideh, pelaku pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabe. Foto: Tajukflores.com

Randy Badjideh, pelaku pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabe. Foto: Tajukflores.com

Tajukflores.com – Teriakan histeris keluarga dan masyarakat mewarnai vonis mati terhadap Randy Badjideh, pelaku pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabe di Pengadilan Negeri IA Kota Kupang, Rabu, 24 Agustus 2022 siang.

Sementara, di ruang sidang, Randy Badjideh tampak tertunduk lesu di balik masker putih yang dikenakannya siang itu.

“Yes, hukuman mati,” teriak masyarakat seraya melompat kegirangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski menyaksikan sidang putusan dari luar ruangan sidang, namun hal itu tak menghalangi luapan kegembiraan mereka. Tangis bahagia keluarga Astri dan Lael pecah.

Hampir setahun lamanya keluarga dan masyarakat mencari keadilan untuk Astri dan Lael dalam kasus yang dikenal dengan sebutan Kasus Pekanse Alak, Kota Kupang tersebut.

Selama setahun itu juga, warga dan masyarakat menunggu keputusan hakim atas aksi kejam Randy Badjideh terhadap bekas pacar dan anak kandungnya itu.

Sidang putusan Randy Badjideh dipimpin oleh Hakim Ketua Wari Januarti. Dalam amar putusan, majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan bahwa terdakwa Randy telah merencanakan pembunuhan terhadap korban yang tidak lain mantan pacar dan anak kandungnya itu.

“Menyatakan terdakwa Randy Badjideh alias Randy telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan melakukan kekerasan terhadap anak mengakibatkan mati yang dilakukan oleh orang tuanya, dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana mati,” ujar Hakim Wari Januarti saat membacakan putusan.

Putusan majelis hakim PN Kupang itu mengabulkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya mendakwa Randy dengan hukuman mati.

Hal ini sesuai dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP jo pasal 80 ayat 3 dan 4 dan pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 55 KUHP.

Dalam persidangan itu terungkap bahwa terdakwa Randy mencekik Astri dan Lael dengan kedua tangannya.

Fakta tersebut seusai dengan hasil pemeriksaan dokter forensik terhadap jenazah Astri dan Lael yang menemukan adanya tanda-tanda pembekapan dan cekikan.

Selain itu, majelis hakim juga menyebutkan bahwa Randy Badjideh terbukti secara sah membunuh kedua korban itu pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Jenazah kedua korban itu secara tidak sengaja ditemukan oleh pekerja proyek SPAM Kali Dendeng saat membuat galian untuk pipa air di Kecamatan Alak, Kota Kupang, pada November 2021 atau tiga bulan setelah peristiwa pembunuhan.

Kisah Cinta Segitiga Randy dan Astri dan Ira Ua

Kurang lebih tiga bulan lamanya Randy Badjideh menyembunyikan peristiwa keji itu. Setelah menghabisi Astri dan Lael pada 28 Agustus 2021, jenazah ibu dan anak itu baru ditemukan tiga bulan kemudian, tepatnya pada November 2021.

Baca Juga:  Disambut dengan Lagu 'Sedon Lewa Papa', Presiden Jokowi Kirim Mobil untuk SMK di Kupang

Setelah penemuan jenazah itu terkuak secara tak sengaja oleh pekerja proyek galian pipa, barulah satu persatu muncul aktor yang ikut terlibat dan mengetahui kejadian itu.

Dari sekian aktor yang disebutkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), adalah Ira Ua menjadi sorotan publik. Irawati Astana Dewi Ua atau Ira Ua ialah tak lain merupakan istri sah Randy Badjideh.

Rupanya, kisah cinta segitiga lah yang menjadi benang merah di balik pembunuhan Astri dan Lael.

Menurut polisi, pembunuhan Astri dan Lael merupakan upaya Randy menutupi kisah asmara terlarangnya dengan Astri.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan Randy ialah karena ingin mengakhiri hubungan keduanya.

“Modus dan motif kasus ini terungkap, berdasarkan penyelidikan dan persesuaian alat bukti yang ada, serta keterangan tersangka,” ujar Krisna, dalam keterangan pers di Mapolda NTT, Kamis, 23 Desember 2021, melansir Kompas.com.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Randy Badjideh dan Astri Manafe sempat menjalin asrama ketika keduanya bertemu tahun 2007 saat bersekolah di SMA Negeri 1 Lobalain, Rote Ndao.

Tak lama setelah lulus SMA, Astri melanjutkan studinya di Poltek Negeri Kupang. Sampai lulus dan bekerja pun keduanya tetap menjalani hubungan.

Namun, riak-riak dalam hubungan mulai muncul ketika Randy dan Astri hendak melangkah ke jenjang yang lebih serius. Diduga, perbedaan keyakinan lah membuat keduanya sulit bersatu dalam sebuah hubungan rumah tangga.

Di tengah konflik keyakinan, ternyata Randy diam-diam berkenalan dengan Ira Ua. Hingga keduanya memutuskan menikah pada tahun 2018 lalu. Saat itu, Randy bekerja di kantor BPK RI Perwakilan NTT, sedangkan Ira Ua adalah seorang Guru di SMPN 5 Kupang.

Dari pernikahan tersebut, Randy dan Ira Ua memiliki seorang putri.

Meksi telah menikah dengan Ira, Randy Badjideh rupanya masih tak bisa melupakan Astri. Terbukti, keduanya masih menjalani hubungan di belakang Ira Ua. Akibat hubungan itu, Astri hamil dan melahirkan Lael Maccabe.

Bau Busuk Randy Tercium 

Sepandai-pandainya menyembunyikan rahasia, tabir kepalsuan cinta Randy Badjideh kepada Ira tercium sang istri.

Ira mengungkapkan hal itu pada awal Mei 2022 lalu, setelah sekian lama bungkam dari kasus yang menyita publik luas itu.

Dalam wawancaranya dengan sebuah media di Kupang, Ira Ua yang sudah mengetahui detail perselingkuhan Randy dan Astri dari Santi, sahabatnya di Kota Kupang, menawarkan cerai kepada Randy pada Mei 2021.

Menurut Ira, ia memberikan pilihan kepada Randy: bertahan atau pisah. Selama menjalani rumah tangga, Ira dan Randy diketahui tinggal berjauhan lantaran pekerjaan. Ira Ua dan mereka tinggal di Rote, sedangkan Randy Badjideh menetap di Kota Kupang.

Baca Juga:  Sosok Pemilik Akun TikTok Ancam Tembak Anies Baswedan yang Ditangkap di Jember

Kondisi jarak inilah juga diduga menjadi peluang bagi Randy untuk membangun hubungan terlarang dengan Astri.

“Saya menawarkan perceraian dengan suami dalam arti apabila dia memilih selingkuhan silahkan ceraikan saya, saya tidak pernah memaksa suami saya untuk bersama saya apabila dia memilih selingkuhan-nya,” ucap Ira kala itu.

Randy, berhadapan dengan pilihan sulit itu pun menyanggupi tawaran Ira. Ia memilih mengakhiri hubungannya dengan Astri dan memilih kembali ke pelukan Ira Ua.

“Jadi saya meminta dia (Randy) untuk menyelesaikan hubungan perselingkuhan dengan korban. Saya tidak mau ikut campur,” ungkap Ira Ua.

Setelah bertemu Ira Ua dan menyampaikan komitmennya untuk meninggalkan Santi dan anaknya, Lael, kuat dugaan Randy Badjideh mulai merancang skenario mengakhiri hubungannya dengan Astri.

Menurut Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna, saat ketiganya berada di dalam mobil, Randy dan Astri sempat bertengkar lantaran Randy ingin mengambil Lael.

Pertengkaran Randy dan Astri diperkuat oleh rekonstruksi perkara di parkiran Hollywood Kupang, Kelurahan Kelapa Lima beberapa waktu lalu.

Usai pertengkaran, korban Astri Manafe mencekik anaknya, Lael Maccabee hingga meninggal dunia. Kemudian tersangka pun kemudian mencekik Astri Manafe hingga tewas.

Sementara itu, berdasarkan hasil penyidikan dan kesesuaian alat bukti, penyidik Polda NTT menyimpulkan, tersangka Randy nekad membunuh mantan pacarnya, Astri Manafe dan anak kandungnya, Lael Maccabee semata-mata untuk mengakhiri hubungan gelap mereka yang terjalin selama ini karena Randy telah beristri sah.

“Karena keduanya bertengkar, Astri lantas mencekik Lael hingga meninggal. Setelah itu, tersangka yang emosi, lalu mencekik Astri hingga tewas,” beber Krisna.

Menurut keterangan Krisna, usai mencekik mati Astri dan Lael, Randy merasa panik dan meletakan kedua jenazah di kursi mobil bagian tengah.

Sesudahnya, Randy kemudian membawa mobil bersama kedua jenazah menuju toko Rukun Jaya di Kelurahan Oeba untuk membeli plastik sampah.

Randy lalu membawa kedua jenazah ke rumahnya di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, dan memasukkannya jenazah dalam plastik berwarna hitam.

Randy Badjideh kemudian menyimpan jenazah tersebut di dalam mobil Toyota Rush.

Setelah itu, ia keliling ke sejumlah lokasi untuk mencari bantuan guna menguburkan jenazah Astri dan Lael. Bahkan, kepada beberapa rekannya, Randy sempat meminta bantuan untuk menggali lubang.

Awalnya, Randy beralasan hendak menguburkan jenazah orang gila. Namun, belakangan ia mengaku hendak menguburkan ternak anjing.

Randy kemudian menggali lubang dan menguburkan kedua jenazah di RT 01/RW 01 Kelurahan Penkase Oeleta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Marcel Gual

Editor : Marcel Gual

Berita Terkait

Ngeri! Kakek Renta di Manado Tega Cabuli Anak 15 Tahun di Rumahnya
Bunuh Tunangan Asal Indonesia, Pria Bangladesh Dieksekusi Mati di Singapura
Kronologi Ibu Muda di Labuan Bajo Terkena Peluru Nyasar dari Pemilik Toko Central
Ibu Muda di Labuan Bajo Tertembak OTK Saat Berbelanja di Toko Central
Duh, Calon Pastor di Ngada NTT Cabuli Siswa SMP di Asrama Sekolah, Kini Diburu Polisi
Sindikat Pornografi Anak LGBT Dibongkar FBI di Bandara Soetta, Ini Respon Kemen PPPA
Polisi dan FBI Ungkap Jaringan Internasional Pornografi Anak LGBT di Bandara Soetta
Fakta-Fakta Kasus Perundungan ‘Geng Tai’ di Binus School, Praktik Terlarang 9 Generasi
Berita ini 315 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru