6 Spot Wisata Terbaik di Ruteng Manggarai: Memotret Keindahan dan Budaya

Minggu, 12 November 2023 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mbaru Niang Wae Rebo, Manggarai. Foto: Good News from Indonesia

Mbaru Niang Wae Rebo, Manggarai. Foto: Good News from Indonesia

Tajukflores.com -Ruteng, sebuah kota hijau di Flores, menawarkan tempat-tempat wisata yang memikat hati para pengunjung, khususnya bagi mereka yang mencari spot foto terbaik. Berada di ketinggian di lereng pegunungan Mandusawu, Ruteng memiliki cuaca sejuk sepanjang tahun dan merupakan pusat keindahan alam serta warisan budaya.

Berikut spot wisata di Kota Ruteng dan sekitarnya yang wajib Anda kunjungi:

1. Kampung Adat Ruteng Pu’u (Kampung Todo)

Kampung Adat Ruteng Pu’u menawarkan pengalaman yang menyenangkan dengan penduduk yang ramah dan udara sejuk pegunungan. Biaya masuk yang terjangkau sekitar 5000 rupiah menambah daya tariknya. Kampung ini, juga dikenal sebagai Ruteng Pu’u atau Kampung Todo, memiliki rumah adat khas Manggarai yang dikelilingi oleh halaman bundar dengan batu tersusun rapi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kampung adat Ruteng Pu'u
Kampung adat Ruteng Pu’u. Foto: tripadvisor

Di tengah kampung, terdapat altar batu yang disebut compang, tempat korban ritual Penti dilaksanakan. Pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang rumah adat dan mempelajari sejarah masyarakat Manggarai.

2. Katedral Ruteng

Gereja Katedral Lama di Ruteng, juga dikenal sebagai Red Chapel, adalah landmark yang menarik. Bangunan ini memiliki warna merah pada beberapa bagian dengan dominasi warna putih. Gereja ini bukan hanya tempat ibadah tetapi juga bagian integral dari sejarah perkembangan Gereja Katolik di Manggarai.

Baca Juga:  Selain TNK Komodo, Destinasi Wisata di Mabar Gratis Bagi Wisatawan
Katedral Lama Ruteng.jpg
Katerdal Ruteng (lama). Foto: Marcel Gual/Tajukflores.com

Lonceng gereja yang dulunya menandai waktu kini menjadi salah satu daya tarik wisata. Gereja Katolik di Ruteng telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, dan keberadaannya tetap menjadi bagian hidup orang Manggarai.

3. Sawah Lodok Cancar (Spider Field)

Sawah Lodok Cancar terkenal dengan bentuknya yang menyerupai jaring laba-laba atau Spider Field. Pola unik ini merupakan tradisi adat lokal di Manggarai, di mana pembagian kebun dan lahan sawah dikenal sebagai ‘lingko’. Sawah ini memberikan pemandangan yang menarik dan memukau.

Sawah Lodol Cancar Manggarai
Sawah Lodok Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Foto: Leonardus Nyoman/Flores Exotic Tour

Sawah Lodok Cancar, atau yang juga dikenal sebagai Spider Field, memiliki pola sawah yang unik dan terkait erat dengan sistem adat masyarakat Manggarai. Pola ini dikenal sebagai “lingko,” yang merupakan sistem pembagian lahan sawah secara adat.

4. Danau Ranamese

Terletak di antara Gunung Mandosawu dan Gunung Ranaka, Danau Ranamese menawarkan pesona alam yang indah. Perjalanan menuju danau melibatkan trekking sekitar 100 meter melalui jalur yang mudah, disertai pemandangan tumbuhan anggrek dan kicauan burung.

Danau Ranamese, Kabupaten Manggarai
Danau Ranamese, Kabupaten Manggarai. Foto: Leonardus Nyoman/Flores Exotic Tour

Danau ini dikelilingi oleh hutan yang asri, menciptakan suasana yang sejuk dan tenang. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti memancing, mengelilingi danau dengan perahu, dan menikmati air terjun di sekitarnya.

Baca Juga:  Indonesia AirAsia Resmi Buka Rute Denpasar-Bandar Lampung

5. Liang Bua

Liang Bua adalah situs arkeologi yang menjadi rumah bagi fosil manusia purba Homo floresiensis atau “manusia hobbit.” Gua ini juga menyimpan fosil hewan purba seperti gajah stegodon, komodo, dan burung bangau raksasa.

Situs Liang Bua, Manggarai
Situs Liang Bua, Manggarai

Pengunjung dapat menjelajahi gua yang luas, mempelajari fosil manusia kerdil, dan menikmati stalaktit cantik yang menggantung dari langit-langit gua.

6. Rumah Adat Wae Rebo

Wae Rebo adalah perkampungan dengan rumah unik berbentuk kerucut, disebut Mbaru Niang, dengan atap terbuat dari daun lontar. Meskipun perlu perjalanan berat sekitar 4,5 jam dengan berjalan kaki, keindahan perkampungan ini seolah menjadi tantangan petualangan.

Mbaru Niang Wae Rebo, Manggarai
Mbaru Niang Wae Rebo, Manggarai. Foto: Good News from Indonesia

Mbaru Niang memiliki lima lantai, menjadikannya salah satu rumah adat yang tinggi dengan ketinggian sekitar 15 meter. Setiap lantai memiliki fungsi tertentu yang beragam, mencakup kebutuhan rumah tangga keluarga yang mendiaminya.

Mbaru Niang meraih penghargaan tertinggi dalam kategori konservasi warisan budaya UNESCO Asia-Pasifik pada tahun 2012. Penghargaan ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap keunikan dan pentingnya rumah adat ini sebagai bagian dari warisan budaya.

Selama menjelajahi tempat-tempat wisata ini, pengunjung dapat merasakan keindahan alam, memahami warisan budaya, dan menyelami sejarah yang kaya di kota Ruteng.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Edeline Wulan

Editor : Alex K

Berita Terkait

Menjelajahi Akar Budaya Flores di Dapur Tara, Restoran Tradisional di Labuan Bajo
8 Resort Terbaik di Labuan Bajo, dari Ramah Budget hingga Mewah
Kopi Flores: Aroma Unik dan Cita Rasa Penuh Karakter Menawan Dunia
Pemerintah Genjot Investasi di Danau Toba Menuju Destinasi Wisata Premium
Pasar Ubud Bali: Surga Belanja Pecinta Seni dan Souvenir Unik
Resmi Dibuka! Grand Palma Pangandaran by Horison, Resort Bintang 4 dengan Fasilitas Lengkap
Parapuar, Gerbang Pesona Baru di Labuan Bajo
Pesona Kolam di Atas Awan Desa Wisata Wae Lolos Dekat Labuan Bajo
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Maret 2024 - 17:38 WIB

Perolehan Suara DPD RI Dapil NTT: Pendatang Baru Jadi Jawara, El Asamau Gagal ke Senayan

Selasa, 5 Maret 2024 - 13:34 WIB

BPOLBF Gandeng Bandara Komodo Genjot Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo dan Flores

Selasa, 5 Maret 2024 - 12:37 WIB

Tingkatkan Keselamatan Pelayaran, KSOP Labuan Bajo Gelar Diklat BST untuk Masyarakat

Selasa, 5 Maret 2024 - 11:08 WIB

Polri Rekrut 10.000 Orang untuk Memperkuat Keamanan di Papua

Selasa, 5 Maret 2024 - 10:53 WIB

Kemenko PMK Usulkan Skema Besaran Bansos Berdasarkan Wilayah

Selasa, 5 Maret 2024 - 09:08 WIB

Demo di DPR Hari Ini, Polri Turunkan 3.929 Personel

Senin, 4 Maret 2024 - 22:13 WIB

Tak Perlu Tunggu Prabowo-Gibran, Pengusaha Dermawan di Kupang Beri Makan Siang Gratis ke Siswa SD

Senin, 4 Maret 2024 - 21:26 WIB

OJK Blokir 233 Pinjol Ilegal, Total Jadi 2.481 Sejak 2023

Berita Terbaru

Cara Melacak Nomor HP Tanpa Aplikasi

Tips & Trick

Terbongkar! Cara Melacak Nomor HP Penipu Tanpa Aplikasi

Selasa, 5 Mar 2024 - 15:06 WIB