News

Kasus Korupsi Kades Rura, Warga Ngaku Diintimidasi Aparat Desa

Minggu, 26/07/2020 20:22 WIB

Ilustrasi (Manado Line)

Notice: Undefined offset: 1 in /home/u1376522/public_html/detail.php on line 196

Notice: Undefined offset: 2 in /home/u1376522/public_html/detail.php on line 198

Ruteng, Tajukflores.com - WS, saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait program bantuan perumahan dan bantuan ternak sapi di Desa Rura, Kecamatan Reok Barat mengaku dintimidasi oleh staf desa saat akan memberi keterangan kepada pihak cabang Kejaksaan Negeri Ruteng.

WS merupakan salah satu warga penerima bantuan ternak sapi asal Kampung Lada. Dia mengaku diancam untuk mengembalikan uang anggur merah dan uang sapi jika memberikan keterangan. Karena itu, ia terpaksa berbohong kepada penyidik dari kejaksaan.

"Saya ini ada ancaman. Dia (staf desa) langsung ke rumah kemarin sehingga saya tadi kaget kedatangan (jaksa) tadi," ujarnya kepada Tajukflores.com dalam Bahasa Manggarai, Sabtu (25/7).

Sebanyak lima pihak kejaksaan mendatangi Desa Rura, Kecamatan Reok Barat pada Sabtu (25/7) siang. Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala desa berinisial AS terkait program bantuan perumahan dan bantuan ternak sapi.

Karena mendapat ancaman dari staf desa, WS pun memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta sebenarnya. 

Sebelumnya diberitakan Kepala Desa Rura, Kecamatan Reok Barat berinisial AS diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait program bantuan perumahan dan bantuan ternak sapi untuk warga setempat. Dugaan korupsi ini telah dilaporkan secara resmi ke Kejaksaan Negeri Ruteng oleh Lembaga Lembaga Pengkajian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) pada, Senin (29/6) lalu.

Berdasarkan data Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang diperoleh Tajukflores.com total anggaran bantuan perumahan untuk setiap Kepala Keluarga sebesar Rp10.032586.

Salah satu warga Desa Rura yang tidak mau identitasnya disebutkan mengatakan, seharusnya warga penerima bantuan setiap kepala keluarga menerima sebesar Rp10 juta. Namun dalam realisasinya, kata dia, warga penerima bantuan hanya menerima sebesar Rp 6.350.000 ditambah 4 ret pasir.

Sementara itu, bantuan bibit ternak sapi sesuai RAB sebesar Rp 180.000.000. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 30 ekor bibit ternak sapi. Satu ekor bibit ternak sapi seharga Rp 6.000.000.

Namun bantuan itu tidak diserahkan berupa bibit ternak sapi. Kepada warga penerima bantuan bibit ternak tapi diberi uang tunai Rp 4.000.000. Dari jumlah itu, terdapat selisih Rp 2.000.000.

"Masalah ini sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Ruteng, tapi pihak Kejaksaan Ruteng melimpahkan ke Kejaksaan Reo," ujarnya, Minggu (12/7).

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait