News

Update Korban Meninggal Bencana Alam NTT: Flotim 94, Lembata 19, Malaka 3 Orang

Selasa, 06/04/2021 16:43 WIB

Sejumlah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4/2021). ANTARA/HO-Kominfo Kabupaten Lembata/am.

Kupang, Tajukflores.com - Korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Selasa, (6/4) mencapai 94 orang dan puluhan lainnya belum ditemukan.

Korban meninggal terbanyak di Kabupaten Flores Timur yakni mencapai 72 orang dan Kabupaten Lembata 19 orang, serta Kabupaten Malaka tiga orang.

Menurut Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli mengatkan masih ada warga yang belum ditemukan dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday yang dihubungi ANTARA secara terpisah dari Kupang mengatakan korban yang sudah ditemukan berjumlah 19 orang dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Bencana banjir dan tanah longsor di Flores Timur dan Lembata terjadi hampir bersamaan pada Minggu (4/4), sekitar pukul 02.00 Wita.

Di sisi lain, sebanyak 19 orang ditemukan meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor menerjang pemukiman warga lima desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan puluhan warga lainnya masih dalam proses pencarian.

"Hari ini atas kerja keras warga dan para pemuda, kami sudah bisa menemukan satu lagi korban sehingga jumlah korban yang sudah kami temukan sebanyak 19 orang," kata Thomas saat dihubungi, Selasa (6/4), mengutip Antara.

Dia mengatakan ada sejumlah desa yang terkena dampak banjir dan tanah longsor, tetapi yang mengakibatkan korban jiwa di tiga desa.

Ketiga desa itu, adalah Desa Lama Wolo dan Waimata di Kecamatan Ile Ape Timur dan Desa Amakaka di Kecamatan Ile Ape.

Berdasarkan laporan sementara, jumlah warga yang belum ditemukan 44 orang, tetapi kemungkinan masih ada keluarga yang belum melaporkan.

"Saat ini, masih terus dilakukan pencarian terhadap para korban di lapangan," kata dia.

Oleh : Leonardus

Artikel Terkait