Ekonomi

Kopi Diidii, Asa Menjaga Cita Rasa Kopi Manggarai

Rabu, 09/06/2021 22:37 WIB

Ilustrasi Kopi Diidi. Foto:Tajukflores/Facebook

Ruteng, Tajukflores.com - Nongkrong di kafe kian diminati warga Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah satu daerah penghasil kopi dengan cira rasa tinggi di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peluang inilah yang diambil Elisabeth Sapati, pemilik Kopi Diidii, salah satu kedai kopi di kota yang dijuluki Kota Seribu Biara itu.

"Ditambah lagi, kurang banyak yang berinovasi di sektor ini. Kebanyakan hanya digunakan untuk keperluan pribadi (minum kopi hitam tubruk di rumah) atau biji kopinya langsung dijual," kata Elisabeth saat berbincang dengan Tajukflores.com beberapa waktu lalu.

Sejak dirintis pada 5 Januari 2019, Kopi Diidi kini memiliki 10 cabang yang tersebar di beberapa wilayah Manggarai, Blitar dan Tulung Agung di Jawa Timur.

Menurut Elis, sapaan akrab Elisabeth, kopi merupakan minuman yang tak bisa dilepas dari kehidupan harian warga Manggarai.

Umumnya, di daerah ini, kopi diproduksi untuk kebutuhan rumah tangga, selain diekspor ke luar daerah semisal Bali, Surabaya, Jakarta dan sebagainya. Bahkan hingga keluar negeri.

Kendati demikian, terutama oleh perkembangan zaman, kebutuhan untuk menikmati kopi di kafe-kafe kian meningkat di wilayah Kota Ruteng. Warga dapat dengan mudah menemukan kafe-kafe yang mulai bertebaran di Kota Ruteng.

Elis mengatakan, peluang itulah yang diambil Kopi Diidii dengan konsep "take-away coffee" atau "coffee to go". Kata Elis, semua orang bisa menikmati kopi tanpa mengganggu kesibukan.

Desain cup yang mudah dibawa kemana-mana dan sekali pakai, memungkinkan para pembeli untuk menikmati Kopi Diidii dimanapun dan kapanpun.

"Baik yang sedang dalam perjalanan, tinggal singgah sebentar ke Kopi Diidii, pesan menu yang diinginkan, lalu minumannya bisa dinikmati sambil melanjutkan perjalanan. Atau pun yang sedang sibuk bekerja, tinggal order delivery Kopi Diidii dan minumannya bisa dinikmati sambil tetap fokus bekerja," ungkap Elis.

Elis lebih lanjut menjelaskan, Kopi Diidii dikemas dengan cara yang berbeda, sehingga para pembeli bisa merasakan pengalaman minum kopi yang tidak membosankan.

"Selain itu, kami juga fokus pada harga, bagaimana supaya bisa menyajikan minuman dengan cita rasa dan kualitas terbaik namun tidak menguras kantong pembeli. Maka dari itu muncullah jargon "Semua Kenikmatan hanya10 Ribu?", jelas wanita kelahiran Cancar, Kecamatan Ruteng ini.

Menurut Elis, Kopi Diiddi sudah tiga tahun beroperasi di Kota Ruteng. Dalam periode itu, banyak tantanngan yang dihadapinya. Salah satunya ialah soal pasaran Kopi Diidii.

Sejak dibuka, ia dan timnya mengedukasi pasar yang belum paham tentang konsep mereka tawarkan. Bahkan tak jarang warga menganggap kedai miliknya merupakan warung jualan.

"Tidak sedikit yang datang ke tempat kami untuk mencari pulsa, obat, bakso, es cendol, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang mengira kami ini tempat fotokopi," beber Elis.

Selain itu, di masa pandemi Covid-19 ini, banyak sektor usaha yang terkena dampak. Dia sekuat tenaga mencari cara agar Kopi Diidii tidak tumbang.

"Ditambah dengan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu lalu di NTT, menyebabkan beberapa booth kami rusak parah. Tetapi kami sangat bersyukur bahwa kami bisa bertahan melewati itu semua dan akan terus maju kedepannya," katanya.

Elis mengatakan, dukungan sesama UMKM juga menjadi bagian yang tak kalah penting. Termasuk pemerintah daerah yang tidak tidak mempersulit usaha kafe di daerah ini.

"Kemudian respon dari masyarakat sekitar yang sangat positif selama ini, tidak ada keluhan merasa terganggu dengan keberadaan kami, justru menjadi pelanggan-pelanggan setia kami," ujar Elis.

Elis berharap, kehadiran Kopi Didii bisa membawa kebahagiaan tersendri bagi banyak orang melalui minuman mereka sajikan. Selain itu, Kopi Diidii bisa menambahah lapangan usaha bagi bagi anak muda, serta menjadi representatif hasil industri kreatif di NTT.

"Kopi Diidii bisa tersebar ke lebih banyak kota lagi, ke seluruh NTT bahkan seluruh Indonesia. Agar semakin banyak yang mengenal dan menikmati kopi khas Flores melalui Kopi Diidii," pungkas Elis.

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait