Di Balik Layar Dirty Vote: Alasan Dandhy Laksono Ungkap Dugaan Kecurangan Pemilu

Selasa, 13 Februari 2024 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dandhy Dwi Laksono, sutradara film dokumenter Dirty Vote dan Sexy Killers. Foto: Istimewa

Dandhy Dwi Laksono, sutradara film dokumenter Dirty Vote dan Sexy Killers. Foto: Istimewa

Jakarta – Nama Dandhy Dwi Laksono, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Dandhy Laksono, menjadi perbincangan publik seiring dengan peluncuran film dokumenter Dirty Vote yang disutradarainya.

Film ini memuat dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024 dan menimbulkan banyak kontroversi karena dirilis selama masa tenang.

Diproduksi oleh WatchDoc, film ini menampilkan tiga ahli hukum tata negara yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para ahli ini menjelaskan dalam filmnya bagaimana berbagai alat kekuasaan digunakan untuk memenangkan pemilu dengan merusak tatanan demokrasi.

Dandhy menyatakan bahwa salah satu hal yang membuatnya tertarik untuk membuat film Dirty Vote adalah situasi yang terjadi menjelang Pemilu 2024.

“Iya, aku tertarik dengan beberapa informasi tentang kasus kecurangan Pemilu yang tersebar di media sosial. Saya juga tertarik dengan beberapa podcast dari Bang Feri Amsari yang sedang mengerjakan proyek tentang peta kecurangan Pemilu,” kata Dandhy Laksono pada Senin (12/2), seperti dikutip CNN Indonesia.

“Saya melihat beberapa temuan dan buktinya. Saya belum berhubungan sama sekali, saya masih mengamati bagaimana cerita-cerita tentang kecurangan ini. Apakah ada hubungannya satu sama lain atau hanya kebetulan?” lanjutnya.

Baca Juga:  Mengejar Mimpi dari Besikama: Dari Joki Plastik hingga Jadi Pengusaha Sukses di Jakarta

Salah satu yang menjadi sorotan dan diungkapkan dalam dokumenter itu adalah putusan Mahkamah Konstitusi mengenai batas usia calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres).

MK mengabulkan gugatan terkait syarat pendaftaran capres-cawapres yang harus berusia minimal 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Dengan putusan tersebut, MK membuat syarat pendaftaran sebagai capres-cawapres dapat dipenuhi jika yang bersangkutan pernah dan sedang menjabat di posisi yang dipilih melalui pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah, meskipun belum mencapai batas usia minimal 40 tahun.

Putusan ini kemudian menjadi dasar bagi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang berusia 36 tahun, untuk maju sebagai cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto.

Sexy Killers

Baca Juga:  Timnas Indonesia Gigit Jari, Gagal ke Babak 16 Besar Piala Dunia U-17 Usai Meksiko Pesta Gol

Namun, film dokumenter ini bukan kali pertama Dandhy Laksono membuat film. Pada tahun 2019, ia juga merilis film dokumenter berjudul Sexy Killers.

Film berdurasi 1,5 jam ini menggambarkan proses penambangan batu bara di Kalimantan yang kemudian dibakar di PLTU untuk menghasilkan listrik, dengan dampak buruk pada lingkungan dan kesehatan.

Dalam Sexy Killers, Dandhy Laksono bersama sahabatnya, Ucok Suparta, mengungkap bagaimana industri batu bara berdampak negatif pada masyarakat, khususnya nelayan dan petani.

Film ini diunggah ke YouTube pada 14 April 2019, tiga hari sebelum pemungutan suara Pilpres, dan telah ditonton lebih dari 17 juta kali. Namun, beberapa lokasi melarang pemutaran film ini karena dianggap mendorong golput.

Dandhy Laksono kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan ditangkap atas filmnya tersebut.

Ia dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang penyebaran ujaran kebencian terhadap individu atau kelompok berdasarkan SARA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : DM

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Haru! Ayah Kandung Terima Ijazah Wisudawan ITS Prestasi Cum Laude yang Meninggal Dunia
Mengapa Setiap Tanggal 21 April Diperingati sebagai Hari Kartini?
Detik-Detik Memilukan Pengantin Wanita Tewas dalam Kecelakaan Helikopter saat Menuju Altar Pernikahan
Masih Ingat Mantan? Ikuti Tes Seberapa Gamon Kamu
HUT Kopassus ke-72: Sejarah, Prestasi dan Sisi Kelam Pasukan Elite Indonesia
Viral! Dokter yang Sedang Hamil Muda Ungkap Suaminya Selingkuh dengan Pramugari Restiana Febrianti
5 Ramalan Jayabaya soal Kondisi Indonesia Tahun 2024, Nomor 3 Mengerikan
Cerita WNI Rayakan Idul Fitri di Jepang, Tradisi Minang Perkuat Semangat Kebersamaan Muslim
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 20:19 WIB

Profil Galih Loss, Konten Kreator TikTok yang Ditangkap Atas Dugaan Penistaan Agama

Selasa, 23 April 2024 - 03:12 WIB

Kenaikan Kelas 2024 Bulan Apa? Yuk Intip Kalender Pendidikan 2023/2024 Semester 2 dari SD Hingga SMA di Sini!

Senin, 22 April 2024 - 08:24 WIB

Mengapa Harus Renovasi dengan Jasa Arsitektur? Yuk, Simak Informasinya!

Minggu, 21 April 2024 - 12:35 WIB

4 Alasan Kenapa Labuan Bajo Sangat Terkenal?

Minggu, 21 April 2024 - 12:15 WIB

Daftar Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada 2 Momen Cuti Bersama!

Minggu, 21 April 2024 - 11:35 WIB

Jadwal Buka Tutup Puncak Bogor Hari Ini 21 April, Cek Jam One Way dan Ganjil Genap Terbaru di Sini

Jumat, 19 April 2024 - 11:05 WIB

PT KAI Buka Lowongan, S1 dengan IPK Minimal 3,5 Dipersilakan!

Kamis, 18 April 2024 - 11:00 WIB

5 Sekolah Internasional Terbaik di Bekasi, Ciptakan Generasi Muda Berdaya Saing Global

Berita Terbaru