Israel Tangkap 3.200 Warga Palestina Sejak 7 Oktober

Senin, 27 November 2023 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara Israel menangkap warga Palestina. Foto: A News

Tentara Israel menangkap warga Palestina. Foto: A News

Jakarta – Jumlah warga Palestina yang ditangkap oleh Israel (IDF) di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak 7 Oktober telah mencapai 3.200 orang. Hal tersebut dilaporkan oleh Palestinian Prisoners Club (PPC, organisasi non-pemerintah yang beranggotakan mantan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Di antara mereka yang ditahan adalah 41 wartawan, sementara 29 wartawan masih ditahan, kata Komisi Palestina untuk Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan.

Jumlah orang yang ditahan di wilayah pendudukan adalah 7.000 orang lebih tinggi dari jumlah orang Palestina yang ditangkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari 200 anak-anak dan sekitar 80 wanita termasuk di antara mereka yang ditangkap, serta ratusan orang terluka yang membutuhkan pertolongan medis, menurut laporan komisi tersebut.

“Pasukan pendudukan menangkap sedikitnya 20 warga Palestina, pada Sabtu-Minggu malam, dari kota-kota di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur,” kata PPC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu pada Senin, 27 November 2023.

Baca Juga:  DPR: Pilkada Serentak 2024 Telah Ditetapkan Digelar September
Israel tangkap warga Palestina
Pasukan keamanan Israel menangkap seorang warga Palestina di luar Al-Quds pada Jumat, 13 Oktober 2023. (Foto oleh AP via Reuters)

Tentara Israel setiap hari menyerbu desa dan kota di seluruh Tepi Barat yang dibarengi dengan aksi konfrontasi, penangkapan, penembakan, dan pengeboman gas terhadap warga Palestina.

Tentara Israel setiap hari menyerbu desa dan kota di seluruh Tepi Barat yang dibarengi dengan aksi konfrontasi, penangkapan, penembakan, dan pengeboman gas terhadap warga Palestina.

Konfrontasi ini meningkat sebagai akibat serangan habis-habisan Israel ke Jalur Gaza sebagai aksi balasan terhadap serangan kelompok perlawanan Palestina Hamas ke Israel pada 7 Oktober.

Jeda kemanusiaan selama empat hari, yang dimediasi oleh Qatar, mulai berlaku pada Jumat, sehingga serangan Israel di Jalur Gaza berhenti untuk sementara.

Dalam dua hari pertama jeda kemanusiaan, Israel dan Hamas menukar 41 warga Israel dan warga asing dengan 78 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Baca Juga:  Tim Pemenangan Deno-Madur Target Menang 90% di Cibal Barat

Menurut perjanjian, para sandera dan tahanan akan dibebaskan secara bertahap selama empat hari.

Gelombang serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 14.854 warga Palestina, termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 perempuan, menurut otoritas kesehatan di wilayah kantong Palestina itu.

Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel mencapai 1.200 orang, menurut otoritas Israel.

Diketahui, ketegangan kembali memanas di Timur Tengah pada sejak 7 Oktober ketika para militan Hamas Palestina melakukan serangan mendadak ke wilayah Israel dari Jalur Gaza.

Hamas menggambarkan serangannya sebagai respon terhadap tindakan agresif otoritas Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem.

Israel telah mengumumkan blokade total terhadap Jalur Gaza karena telah melancarkan serangan roket ke Gaza dan juga beberapa distrik di Lebanon dan Suriah. Bentrokan juga terjadi di Tepi Barat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Rini Kurniati

Editor : Alex K

Berita Terkait

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers
Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi
Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:26 WIB

Disinggung Koordinasi dengan PDIP, Jokowi Ngaku Tidak Ragu Lantik AHY sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:07 WIB

AHY Dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN, Ini Kata PDIP

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:55 WIB

SBY Restui AHY Bergabung ke Kabinet Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:40 WIB

AHY ‘Naik Kelas’, Resmi Jadi Menteri ATR/BPN di Sisa Masa Jabatan Jokowi

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:43 WIB

AHY Ketemu Prabowo sebelum Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:37 WIB

Ganjar Desak Hak Angket DPR Usut Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Ace Golkar: Buktikan Dulu

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:41 WIB

Jokowi Beri Lampu Hijau Soal Isu Pelantikan Hadi Tjahjanto dan AHY: Tunggu Besok!

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:01 WIB

AHY Dikabarkan Jadi Menteri ATR/BPN: Demokrat Siap Jadi Abdi Negara, Tapi Tunggu Tawaran Resmi

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB