Jokowi Menari Ria di Labuan Bajo, Manggarai Lari Lewat

Kamis, 7 Desember 2023 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi ikut menari Ja'i bersama warga di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Seni (4/12/2023). Foto: Twitter Jokowi

Presiden Jokowi ikut menari Ja'i bersama warga di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Seni (4/12/2023). Foto: Twitter Jokowi

Tajukflores.com – Di bawah rintik hujan, Presiden Jokowi terlihat asyik bermain bola dengan warga di lapangan bola Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin, 4 Desember 2023 sore.

Kunjungan Jokowi hari itu ini tak seperti biasanya. Mengenakan celana merah dan baju jersey dengan nomor punggung 22, Jokowi terlihat gembira. Setelah pertandingan, Jokowi kemudian bersama warga menari Ja’i, tarian khas dari Bajawa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah kunjungan kerjanya untuk mengecek persediaan beras dan pembagian bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) kepada warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keesokannya, Selasa, 5 Desember 2023, Jokowi kemudian bertolak ke Kabupaten Nagekeo dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Di Nagekeo, Jokowi langsung meninjau progres pembangunan Bendungan Mbay. Bendungan Mbay merupakan satu dari 11 bendungan baru Proyek Strategis Nasional atau PSN yang rencananya dibangun pada 2021-2027.

Setelahnya, Jokowi mengunjungi Pasar Danga untuk mengecek kondisi harga kebutuhan pokok. Seperti di Labuan Bajo, Jokowi juga membagikan beras cadangan atau CBP.

Di sisi lain, Jokowi seharusnya ke Kabupaten Manggarai. Namun, dua hari menjelang kunjungannya, terdengar kabar jika Jokowi batal. Ini kedua kalinya presiden dua periode ini batal ke Manggarai.

Sebelumnya, Jokowi direncanakan berkunjung ke Manggarai pada 28 Oktober 2023, namun batal. Akibatnya, ribuan sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat sempat terbengkalai di Mapolres Manggarai, sejak 25 Oktober 2023.

Batalnya dua kali rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Manggarai memantik pertanyaan. Apakah karena memang Jokowi hanya mengunjungi daerah yang terdapat proyek strategis nasional seperti Labuan Bajo dan Nagekeo, ataukah dia cukup memberi harapan palsu (PHP) kepada warga Manggarai yang telah menantinya?

Baca Juga:  Apa itu Ibadat Arwah dalam Tradisi Katolik?

Dalam catatan Tajukflores.com, selama kurun waktu tahun 2019 hingga 2023, Presiden Jokowi telah tujuh kali mengunjungi Kabupaten Manggarai Barat. Rinciannya, 10 Juli 2019, 20 Januari 2020, 21 Juli 2022, 14 Oktober 2022, 13 Maret 2023, 22 April 2023 dan 2 Desember 2023.

Sementara, Jokowi belum sekalipun mengunjungi Kabupaten Manggarai selama dua periode kepemimpinannya. Padahal, masyarakat Manggarai dan terutama pemerintah daerah sudah 80% dalam persiapannya untuk menyambut Jokowi.

Selama puluhan tahun merdeka, baru satu presiden yang mengunjungi wilayah ini, yakni Presiden Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kunjungan itu terjadi pada tahun 2007 silam, ketika SBY mengunjungi korban bencana alam tanah longsor di Kecamatan Cibal.

Meski demikian, hingga saat ini belum terkonfirmasi alasan di balik dua kali batalnya rencana kunjungan Jokowi ke Manggarai.

Ada Apa di Manggarai?

Manggarai dengan ibu kotanya Ruteng, merupakan kabupaten induk dari dua kabupaten yakni Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Wilayah ini terdiri dari 12 kecamatan, 145 desa, dan 26 kelurahan dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, total penduduk Kabupaten Manggarai mencapai 315.041 jiwa, dengan rincian 157.450 laki-laki dan 157.591 perempuan.

Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Manggarai sebesar 182.582, dengan rincian 95.271 laki-laki dan 87.311 perempuan. Sementara angka pengangguran terbuka tercatat sebesar 6.616.

Pada tahun 2021, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Manggarai berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 71.030 jiwa, dengan pengeluaran per kapita dalam hitungan bulan Rp 371.531 ribu lebih.

Tercatat, Kabupaten Manggarai menempati urutan ke-14 persentase terbanyak penduduk miskin dari 22 Kabupaten/Kota di NTT.

Baca Juga:  Wisata Halal Indonesia: Peluang Emas atau Bahaya Laten?

Kondisi real yang dihadapi masyarakat Manggarai saat ini adalah infrastruktur yang buruk terbatas di desa-desa. Dalam refleksi HUT RI ke-78 Agustus 2023 lalu, Bupati Manggarai Hery Nabit mengakui hal tersebut.

Menurutnya, pemerintahnya saat ini masih tetap fokus dalam memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan raya, jembatan, fasilitas pelabuhan, dan penyediaan air bersih.

Hery Nabit mengakui jika penghalang utama masuknya investasi di daerahnya adalah ketersediaan listrik yang terbatas. Investasi dalam energi baru terbarukan seperti energi geothermal yang juga terus mendapatkan penolakan masyarakat, diharapkan dapat membantu menyediakan listrik yang murah dan terjangkau bagi masyarakat.

Di sisi lain, sebagai salah satu daerah yang yang dekat dengan Labuan Bajo, kawasan proyek strategis nasional yang kerap dikunjungi Jokowi, Manggarai sebenarnya cukup potensial dengan kondisi alamnya yang subur. Wilayah ini bisa menjadi salah satu penopang untuk kawasan pariwisata superpremium Labuan Bajo.

Sayangnya, meski tergolong subur, Manggarai juga dibanjiri oleh impor buah dari luar wilayah seperti Kabupaten Ngada, bahkan dari wilayah terjauh seperti Bima (NTB), Makassar (Sulawesi Selatan) hingga dari Pulau Jawa.

Jika saja Jokowi jadi ke Manggarai, itu artinya dia presiden kedua yang mengunjungi wilayah ini. Tentunya, kunjungan itu bukan karena menunggu datangnya bencana alam atau melihat potensi apa yang cocok untuk dijadikan lokasi proyek strategis nasional, tapi ingin melihat warganya yang telah lama merindukannya.

Mungkin sekedar untuk menari seperti di Labuan Bajo, merasakan dinginnya hawa Kota Ruteng, atau merasakan aroma kopi dan kompiang di kota seribu biara itu.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Marcel Gual

Editor : Alex K

Berita Terkait

Floratama Learning Center: Membangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan melalui Kelas THKMC
Unik, 2 Bayi di Banda Aceh Lahir di Tahun Kabisat 29 Februari
Kronologi Ibu Muda di Labuan Bajo Terkena Peluru Nyasar dari Pemilik Toko Central
BPOLBF Gaet Eiger dan Dusit Internasional, Raup Komitmen Investasi Rp250 M untuk Parapuar
Salib: Simbol Penderitaan dan Kasih
Haruskah Doa Dilakukan secara Spontan?
Mengapa Prabowo dan Titiek Soeharto Cerai? Fakta dan Spekulasi
Di Balik Layar Dirty Vote: Alasan Dandhy Laksono Ungkap Dugaan Kecurangan Pemilu
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Maret 2024 - 17:38 WIB

Perolehan Suara DPD RI Dapil NTT: Pendatang Baru Jadi Jawara, El Asamau Gagal ke Senayan

Selasa, 5 Maret 2024 - 13:34 WIB

BPOLBF Gandeng Bandara Komodo Genjot Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo dan Flores

Selasa, 5 Maret 2024 - 12:37 WIB

Tingkatkan Keselamatan Pelayaran, KSOP Labuan Bajo Gelar Diklat BST untuk Masyarakat

Selasa, 5 Maret 2024 - 11:08 WIB

Polri Rekrut 10.000 Orang untuk Memperkuat Keamanan di Papua

Selasa, 5 Maret 2024 - 10:53 WIB

Kemenko PMK Usulkan Skema Besaran Bansos Berdasarkan Wilayah

Selasa, 5 Maret 2024 - 09:08 WIB

Demo di DPR Hari Ini, Polri Turunkan 3.929 Personel

Senin, 4 Maret 2024 - 22:13 WIB

Tak Perlu Tunggu Prabowo-Gibran, Pengusaha Dermawan di Kupang Beri Makan Siang Gratis ke Siswa SD

Senin, 4 Maret 2024 - 21:26 WIB

OJK Blokir 233 Pinjol Ilegal, Total Jadi 2.481 Sejak 2023

Berita Terbaru

Cara Melacak Nomor HP Tanpa Aplikasi

Tips & Trick

Terbongkar! Cara Melacak Nomor HP Penipu Tanpa Aplikasi

Selasa, 5 Mar 2024 - 15:06 WIB