Ketua KPU Manggarai Barat Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Formappi Heran dengan Putusan DKPP

Rabu, 29 Mei 2024 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. Foto: Tajukflores.com/MG

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. Foto: Tajukflores.com/MG

Jakarta – Peneliti Bidang Legislasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengungkapkan keheranannya atas sanksi yang dijatuhkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kepada Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Krispianus Bheda Somerpes.

Pasalnya, meski Krispianus dijatuhi sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan ketua karena terbukti melakukan kekerasan seksual kepada pengadu Christiana Gaurau selaku staf Sekretariat KPU Manggarai Barat, yang bersangkutan hanya dicopot dari jabatan sebagai Ketua KPU Manggarai Barat.

Lucius menilai aneh sanksi yang diberikan DKPP terhadap terduga pelaku kekerasan seksual. Peneliti senior Formappi itu secara pribadi kecewa atas putusan DKPP terhadap Ketua KPU Manggarai Barat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, seharusnya DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada terduga pelaku kekerasan seksual itu.

“Bagaimana bisa DKPP mengganjar pelaku kekerasan seksual hanya dengan menurunkan posisinya dari ketua ke anggota?” kata Lucius ketika dihubungi, Rabu (29/5).

Baca Juga:  Mendagri Minta Kepala Daerah Segera Salurkan Anggaran Pilkada Serentak 2024

Ia lantas mempertanyakan pendidikan moral apa yang ingin ditunjukkan DKPP yang hanya menjatuhkan sanksi pencopotan terhadap Krispianus.

Menurut Lucius, kekerasan seksual merupakan aksi kriminal yang sangat membahayakan. Oleh karena itu, elas dia, dibuatkan UU-nya sendiri.

“Bagaimana DKPP membayangkan pelaku masih berkantor dengan korban yang tetap saja dalam posisinya yang lemah? Sungguh aneh keputusan DKPP ini,” ucap Lucius.

Putusan Ala DKPP Buka Keran Pelaku Lain

Lucius mengatakan putusan DKPP itu akan memicu semangat mereka yang punya kecenderungan berperilaku serupa makin terpacu. Sebab, merasa aksi kekerasan seksual sesuatu yang ringan dan tak membahayakan posisi jabatan mereka.

“Ya paling digeser saja sanksinya. Dari ketua ke anggota,” tutur Lucius.

Di sisi lain, Lucius menilai kondisi penyelenggara seperti ini menjadi mudah bagi politisi yang berkontestasi di pemilu dan pilkada untuk bermain mata dengan penyelenggara. Pasalnya, ada celah untuk menekan penyelenggara dengan kasus mereka.

Baca Juga:  Patuhi Kemenkes, PT Konimex Pastikan Tarik Sirup Termorex dari Pasaran

Keputusan DKPP itu akhirnya menggerogoti kekuatan lembaga penyelenggara. Peserta pemilu akan menganggap remeh penyelenggara. Alhasil, penyelenggara yang tak berwibawa mudah untuk disetir, dan keberlangsungan pemilu yang jurdil terancam hancur.

Lucius juga mempertanyakan tim seleksi KPUD Mabar yang meloloskan Krispianus sebagai Ketua KPUD. Padahal, kata dia, bermasalah secara moral.

“Sanksi yang tepat harus memecat dengan tidak hormat Ketua KPUD dari keberadaannya sebagai penyelenggara,” tutup Lucius.

Krispianus Bantah Lakukan Kekerasan Seksual

Krispianus mengklaim tak melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Ia mengaku bantahan itu juga telah disampaikan secara langsung dalam persidangan. Krispianus mengaku hadir secara daring dalam sidang putusan tersebut,

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Rayen Putra Perdana

Editor : Marcel Gual

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Isu Duet Anies dan Kaesang di Pilkada Jakarta 2024, Ini Kata PKS
Kaesang Sebut Grace Natalie Potensial Dampingi Anies atau Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta
Soal Judi Online, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Menabung untuk Modal Usaha
KPU Segera Publikasikan Rancangan PKPU Terkait Pencalonan Kepala Daerah
Ruben Onsu Resmi Gugat Cerai Sarwendah Setelah 11 Tahun Pernikahan
Klarifikasi Nadia, Perempuan Viral yang Ngaku sebagai Sarjana Hukum saat Cekcok dengan Ojek Online di Bali
Inayah Wahid Kecam Keterlibatan NU dalam Kelola Konsesi Tambang, Kritik Kebijakan Pemerintah
Ini Penyebab Danau Kawah Kelimutu Flores Kembali Berubah Warna
Berita ini 490 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:59 WIB

HP Diretas untuk Open BO, Selebgram Tiara Aurellie Laporkan Teman Kencannya Pajar Setiabudi ke Polisi

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:13 WIB

Model Seksi Tiara Aurellie Jadi Korban Penipuan Pajar Setiabudi, Pria Ngaku Pengusaha Ternyata Sales Properti

Kamis, 13 Juni 2024 - 12:11 WIB

Usut Pencucian Uang SYL, KPK Periksa Tenri Angka Yasin Limpo

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:33 WIB

Gerindra Sebut Mahfud MD Omong Kosong dan Game Over Soal Penanganan Kasus Vina Cirebon Unprofessional

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:34 WIB

Ini Motif AP Peras Ria Ricis Rp300 Juta Retas HP Ancam Sebar Foto dan Video Pribadi

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:07 WIB

Kemenkumham Gandeng Aparat Desa Jadi Mata-mata Awasi Turis Asing di Bali

Selasa, 11 Juni 2024 - 10:20 WIB

Briptu Fadhilatun Nikmah, Polwan Pembakar Suami di Mojokerto Terancam Dihukum 15 Tahun Penjara

Selasa, 11 Juni 2024 - 08:19 WIB

Polda Jabar Gelar Tes Psikologi Forensik Pegi Setiawan, Pelaku Utama Pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon

Berita Terbaru

Cara Download Hamster Kombat Airdrop APK Tanpa Ribet

Tekno

Cara Download Hamster Kombat Airdrop APK Tanpa Ribet

Jumat, 14 Jun 2024 - 06:22 WIB

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Tips & Trick

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Kamis, 13 Jun 2024 - 22:02 WIB

Cara Withdraw Hamster Kombat Banyak yang Cari

Tips & Trick

Cara Withdraw Hamster Kombat Banyak yang Cari

Kamis, 13 Jun 2024 - 21:43 WIB