KPPU Selidiki 4 Fintech Beri Bunga Tinggi Pinjol untuk Mahasiswa, Pengamat: Buktikan Monopoli!

Senin, 25 Maret 2024 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu poster terkait skema cicilan pinjol untuk pembayaran uang kuliah di ITB yang diunggah di Twitter (Foto: Istimewa/RRI).

Salah satu poster terkait skema cicilan pinjol untuk pembayaran uang kuliah di ITB yang diunggah di Twitter (Foto: Istimewa/RRI).

Jakarta – Pemerhati Persaingan Usaha Dinni Melanie mengapresiasi langkah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyelidiki 4 platform fintech pinjaman online (pinjol) terkait pinjaman berbunga tinggi kepada mahasiswa.

Dinni menilai langkah ini penting untuk melindungi konsumen dan memastikan persaingan usaha yang sehat.

Baca Juga:  UMP NTT 2024 Naik 2,96 Persen Jadi Rp2.186.826, Masih di Bawah Provinsi NTB

“Saya melihat ini inisiatif positif dari KPPU yang berasal dari kajian. Tindak lanjut yang harus dilakukan KPPU adalah tahap penyelidikan awal untuk kasus pinjaman student loan,” kata Dinni dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu (24/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinni menjelaskan, dalam penyelidikan ini, KPPU akan mencari alat bukti untuk membuktikan dugaan pelanggaran, seperti praktik monopoli.

Baca Juga:  BPOLBF Gandeng Bandara Komodo Genjot Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo dan Flores

“KPPU harus mencari minimal satu alat bukti terkait dugaan pelanggarannya. Misalnya, membuktikan bahwa 4 perusahaan tersebut mengenakan bunga yang sangat tinggi atau dikenal dengan excessive price,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Alex K

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Anggaran Kemensos 2025 Turun Rp2 Triliun, PKH Tetap 10 Juta Keluarga
Di depan DPR, Menkeu Sri Mulyani Bicara Defisit Anggaran Tahun 2025
Beras Impor Indonesia Capai 1,7 Juta Ton, Hampir Semua Negara Asean Jadi Penyumbang
Diragukan Lawan, Prabowo Yakin APBN Mampu Biayai Program Makan Siang Gratis
Presiden Jokowi Turun Tangan Benahi Bea Cukai yang Sarat Masalah, Ini Respon Kemenkeu
UU Cipta Kerja Disahkan Jokowi, Karyawan Pensiun dan PHK Dapat Pesangon dan Uang Penghargaan
8 Provinsi Belum Bentuk Komite Daerah Ekonomi Syariah, Termasuk Papua, Bali dan NTT
Pengunggah Tuding Bea Cukai Pungut Pajak Peti Mati Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Belum Paham Aturan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:17 WIB

BPOLBF Gelar Famtrip dan Table Top Meeting untuk Tingkatkan Kunjungan Wisman Korsel ke Labuan Bajo

Sabtu, 18 Mei 2024 - 21:03 WIB

Danau Merah Rimba Candi: Mengungkap Misteri Warna Merah di Perbatasan Sumsel dan Bengkulu

Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:21 WIB

Jelajahi Keunikan “Air Terjun Ajaib” Pangkadari di Flores, Siap Menyambut Wisatawan

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:02 WIB

Pesona Pantai Melasti Bali, Lokasi World Water Forum Ke-10

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:54 WIB

Pesona Wae Bobok: Pemandian Air Panas, Panorama Alam, dan Legenda Umpu Bobok di Flores

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:42 WIB

Rekomendasi 5 Objek Wisata di Manggarai Timur Flores, Ada Komodo Seperti di Labuan Bajo

Rabu, 15 Mei 2024 - 18:51 WIB

Wisata Pantai Parangtritis Yogyakarta: Keindahan Alam dan 4 Mitos yang Memikat!

Senin, 13 Mei 2024 - 11:23 WIB

Destinasi Wisata Gua Tapak Raja, Pesona Tersembunyi di Dekat IKN

Berita Terbaru