Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Manajer Hotel Jadi Tersangka UU ITE, Usai Unggah Status di Facebook

Rabu, 15 Mei 2024 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi CM memasuki gedung Ditreskrimsus Polda NTB untuk diperiksa sebagai UU ITE usai curhat kasus pelecehan seksual di Facebook. Foto: Radar Lombok

Mahasiswi CM memasuki gedung Ditreskrimsus Polda NTB untuk diperiksa sebagai UU ITE usai curhat kasus pelecehan seksual di Facebook. Foto: Radar Lombok

Lombok Utara – Seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial CM (20) yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual justru ditetapkan sebagai tersangka UU ITE setelah mengunggah status di Facebook yang berisi kekecewaannya terhadap manajer hotel di Senaru, Lombok Utara, berinisial AK.

Mahasiswi CM sebelumnya melaporkan manajer AK atas dugaan pelecehan seksual yang dialaminya pada 31 Maret 2023, saat dia menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di hotel tempat AK bekerja.

Namun, setelah melalui proses hukum, Polres Lombok Utara menghentikan penyelidikan kasus tersebut karena tidak ditemukan cukup bukti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekecewaan CM terhadap AK memicunya untuk mengunggah status di Facebook pada 7 Juni 2023. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap AK yang tidak konsisten dengan perkataannya dan juga terhadap keputusan Kepolisian yang tidak cukup bukti dalam menangani laporannya.

“Sebelumnya, di hadapan keluarga CM, AD sudah mengakui dan meminta maaf atas tindakan pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap CM. Namun, di akun Youtube dan TikToknya, AD justru membantah telah melakukan pelecehan seksual dan menuduh CM melakukan fitnah. Hal ini yang menjadi kekecewaan pertama CM,” ungkap kuasa hukum CM, Yan Mangandar, dikutip dari Radar Lombok, Selasa (15/5).

Baca Juga:  Laporan Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Manajer Hotel di Lombok Utara Dihentikan, Malah Jadi Tersangka UU ITE

Unggahan CM di Facebook tersebut berujung pada laporan AK terhadapnya atas pencemaran nama baik. Pada tanggal 20 September 2023, CM resmi ditetapkan sebagai tersangka UU ITE.

Pemeriksaan Perdana CM sebagai Tersangka

Pada hari Senin (13/5), CM menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda NTB. Dalam pemeriksaan tersebut, CM dihadapkan dengan 25 pertanyaan oleh penyidik terkait tujuannya mengunggah status di Facebook.

Kepada penyidik, CM menjelaskan bahwa dia memiliki dua alasan untuk mengunggah status tersebut. Pertama, karena dia kecewa dengan AK yang tidak mengakui perbuatannya dan malah menuduh CM melakukan fitnah.

Kedua, karena dia kecewa dengan keputusan Kepolisian yang tidak cukup bukti dalam menangani laporannya.

Baca Juga:  Usai Gadai Istri Rp250 Juta, Pria di Lumajang Malah Salah Bunuh Sasaran

CM juga menegaskan bahwa status Facebooknya tidak ditujukan kepada individu tertentu, termasuk AK, dan tidak mengandung unsur pencemaran nama baik.

Kuasa hukum CM, Yan Mangandar, menduga adanya beberapa kesalahan administrasi dalam proses penyidikan kasus UU ITE yang menjerat CM.

Salah satu yang disoroti adalah tidak diberikannya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada CM sejak SPDP dikeluarkan.

Yan Mangandar juga menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan langkah hukum praperadilan jika kasus UU ITE terhadap CM tidak dihentikan.

Meskipun CM telah ditetapkan sebagai tersangka UU ITE, kasus dugaan pelecehan seksual yang dialaminya masih berjalan di Polres Lombok Utara. Yan Mangandar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan atau restoratif justice (RJ).

Yan Mangandar mendorong Polres Lombok Utara untuk menyelesaikan kasus dugaan pelecehan seksual ini hingga tuntas dan meyakini bahwa kasus ini akan menemukan titik terang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Alex K

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Anak SYL Kemal Redindo Ngaku Terima Mobil Pajero Gegara Ada Logo Partai Nasdem
Jadi Pemodal dan Pengendali Narkoba, PKS Pecat Caleg Terpilih di Aceh Tamiang
Jadi Biduan Bayaran Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo, KPK akan Hadirkan Nayunda Nabila di Persidangan
Dicopot karena Kasus Kekerasan Seksual, Ketua KPU Manggarai Barat Minta Staf Perempuan Kirim Foto Vulgar hingga Ceritakan Fantasi Seks
Ketua KPU Manggarai Barat Krispianus Bheda Dicopot DKPP Terkait Kasus Kekerasan Seksual
Bareskrim Sebut Caleg Terpilih dari PKS di Aceh Tamiang sebagai Pemodal Jaringan Narkoba
Kronologi Penangkapan Caleg PKS Terpilih di Aceh Tamiang terkait Narkoba Jenis Sabu 70 Kg
Menkopolhukam Sebut Kabar Penguntitan Jampidsus Oleh Anggota Densus 88 Masih Simpang Siur, Minta Media Dinginkan Suasana
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Mei 2024 - 12:36 WIB

Dana Tapera Pungut Rp12 Triliun per Bulan dari PNS dan Karyawan, Pengamat UGM: Hati-hati Korupsi!

Selasa, 28 Mei 2024 - 17:32 WIB

Bapanas Siap Terapkan HET dan HPP Permanen Beras dan Gabah Mulai Awal Juni 2024

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:38 WIB

Presiden Jokowi Pertimbangkan Hal Ini sebelum Kembali Menaikkan Harga BBM

Senin, 27 Mei 2024 - 19:47 WIB

Hanya Rp71 Triliun, Sri Mulyani Sebut Realisasi Pembiayaan Anggaran Turun Tajam

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:37 WIB

Erick Thohir Dengarkan Saran Pendiri Gedung Tertinggi di Dunia untuk Kembangkan Labun Bajo

Minggu, 26 Mei 2024 - 17:06 WIB

Bapanas: HET Beras Akan Naik Permanen Setelah 31 Mei 2024, Bali dan Nusa Tenggara Rp15.400 per Kg

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:45 WIB

Anggaran Kemensos 2025 Turun Rp2 Triliun, PKH Tetap 10 Juta Keluarga

Senin, 20 Mei 2024 - 15:12 WIB

Di depan DPR, Menkeu Sri Mulyani Bicara Defisit Anggaran Tahun 2025

Berita Terbaru