Nama MA Diubah Jadi Mahkamah Adik dan MK Jadi Mahkamah Kakak, Apa Penyebabnya?

Sabtu, 1 Juni 2024 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baliho foto Ketua Umum PSI di di Kota Surabaya. Foto: Disway

Baliho foto Ketua Umum PSI di di Kota Surabaya. Foto: Disway

Jakarta – Media sosial seperti X sedang diramaikan istilah baru untuk lembaga yudikatif Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). MK yang selama ini bertugas menguji undang-undang justru “dipelesetkan” menjadi Mahkamah Kakak. Singkatan MA juga tak luput hingga diubah menjadi Mahkamah Adik.

Perubahan istilah MA menjadi Mahkamah Adik berawal ketika lembaga tersebut mengabulkan permohonan uji materiil terhadap aturan batas minimal usia calon kepala daerah.

Pada Rabu, 29 Mei 2024, Majelis Hakim MA mengabulkan permohonan uji materiil yang diajukan Partai Garda Republik Indonesia (Partai Garuda) lewat Putusan Nomor 23 P/HUM/2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

MA menyatakan Pasal 4 ayat (1) huruf d Peraturan KPU RI (PKPU) Nomor 9 Tahun 2020 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota “bertentangan” dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi: Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016.

Baca Juga:  Anggaran Pilakada Manggarai 2020 Masih Dibahas

Oleh sebab itu, MA menilai PKPU itu tidak mempunyai kekuatan hukum sepanjang tidak dimaknai “…berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk calon gubernur dan wakil gubernur dan 25 (dua puluh lima) tahun untuk calon bupati dan wakil bupati atau calon wali kota dan wakil wali kota terhitung sejak pasangan calon terpilih,”.

MA kemudian meminta KPU untuk mencabut Pasal 4 ayat (1) huruf d PKPU RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan keempat atas PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil walikota.

Baca Juga:  Gelar Munas Ketiga Besok, Hanura Tak Undang Jokowi dan Wiranto

Bunyi Pasal 4 ayat (1) huruf d PKPU adalah “Berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan 25 (dua puluh lima) tahun untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati atau Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terhitung sejak penetapan Pasangan Calon,”.

Lewat keputusan MA, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, dinilai mempunyai peluang besar untuk maju dalam Pilkada 2024 tingkat provinsi atau Pemilihan Gubernur.

Kaesang lahir pada 25 Desember 1994. Artinya, usia Kaesang pada 25 Desember 2024 mendatang genap 30 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Alex K

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Orias Petrus Moedak: Zaman Sekarang Orang Tidak Tanya Integritas, Tapi Isi Tas!
Kaesang Tugaskan Mantan Kapolda NTT Johni Asadoma sebagai Calon Gubernur dari PSI
Isu Duet Anies dan Kaesang di Pilkada Jakarta 2024, Ini Kata PKS
Kaesang Sebut Grace Natalie Potensial Dampingi Anies atau Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta
Relawan Melki NTT Deklarasi Dukung Melki Laka Lena Maju di Pilgub NTT 2024
Gerindra Sebut Ridwan Kamil Lawan Anies Bikin Pilkada Jakarta 2024 Jadi Kompetitif
Jokowi Minta Wartawan Tanya Kaesang Soal Isu Larang Maju di Pilkada Jakarta 2024
Mendagri Tito Minta Maaf Soal Pj Gubernur Papua Barat Daya Dinilai Tak Kompeten oleh Komisi II DPR RI
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:59 WIB

11 Daftar Tempat Wisata di Bantul Populer

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:47 WIB

Bukit Doa Watomiten, Surga Tersembunyi di Puncak Lembata

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:09 WIB

Indonesia Komitmen pada Pariwisata Berkelanjutan, Kata Sandiaga Uno

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:16 WIB

Atraksi Wisata Baru di Labuan Bajo: Kayaking Menyusuri Hutan Mangrove di Dusun Rangko

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:07 WIB

Kemenkumham Gandeng Aparat Desa Jadi Mata-mata Awasi Turis Asing di Bali

Selasa, 11 Juni 2024 - 13:01 WIB

Viral Turis Inggris Curi Truk Gabah, Pakar Unpad Dorong Evaluasi Visa on Arrival untuk WNA di Bali

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:25 WIB

9 Daftar Tempat Wisata Populer di Solo 

Sabtu, 8 Juni 2024 - 06:17 WIB

Tips Mudik Menggunakan Bus Pariwisata: Kenyamanan dan Keselamatan di Perjalanan

Berita Terbaru

Scene dalam film Ipar Adalah Maut. Foto kolase: Tajukflores.com

Music & Movie

Harga Tiket Nonton Film Ipar Adalah Maut di Bioskop Bogor Hari ini

Sabtu, 15 Jun 2024 - 15:05 WIB