OJK: Kerugian Investasi Bodong Capai Rp139 Triliun

Selasa, 26 Maret 2024 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Foto: Istimewa

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan data mengejutkan terkait kerugian masyarakat akibat investasi ilegal. Dalam kurun waktu 2017 hingga 2023, total kerugian mencapai lebih dari Rp 139 triliun.

“Nilai total kerugian masyarakat akibat investasi ilegal tahun 2017 sampai dengan tahun 2023 mencapai Rp 139,674 triliun,” ungkap Ketua Sekretariat Satgas PASTI OJK, Hudiyanto, di Jakarta Utara, Selasa (26/3).

Hudiyanto menjelaskan, Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) OJK setiap harinya menerima laporan dari korban investasi bodong.

Seluruh laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Satgas PASTI, di mana OJK dan 15 lembaga lainnya segera melakukan pengejaran dan penegakan hukum.

Satgas tersebut terdiri dari 15 lembaga, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan. Hasilnya, hingga awal 2024, sudah ada 1.218 entitas investasi bodong yang diblokir.

Menurut Hudiyanto, minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan keuangan menjadi celah bagi para pelaku investasi bodong untuk mencari keuntungan pribadi.

“Banyak dari masyarakat Indonesia yang masih memiliki pengetahuan yang minim soal pengelolaan keuangan. Minimnya pengetahuan ini lah yang seringkali dimanfaatkan para pelaku investasi bodong untuk mencari keuntungan pribadi,” tuturnya.

Baca Juga:  Wisata Halal Indonesia: Peluang Emas atau Bahaya Laten?

Hudiyanto menambahkan, para pelaku investasi bodong ini memiliki sistem yang cukup sulit dilacak. Hal ini membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengungkap mereka.

“Misalnya dalam waktu 5 menit uang yang anda transfer itu sudah nggak ada, mereka rata-rata punya lima sampai enam pelarian rekening. Itu lah yang namanya penjahat,” ungkap Hudiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : DM

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Dicopot karena Kasus Kekerasan Seksual, Ketua KPU Manggarai Barat Minta Staf Perempuan Kirim Foto Vulgar hingga Ceritakan Fantasi Seks
Ketua KPU Manggarai Barat Krispianus Bheda Dicopot DKPP Terkait Kasus Kekerasan Seksual
Bareskrim Sebut Caleg Terpilih dari PKS di Aceh Tamiang sebagai Pemodal Jaringan Narkoba
Kronologi Penangkapan Caleg PKS Terpilih di Aceh Tamiang terkait Narkoba Jenis Sabu 70 Kg
Menkopolhukam Sebut Kabar Penguntitan Jampidsus Oleh Anggota Densus 88 Masih Simpang Siur, Minta Media Dinginkan Suasana
Kemesraan Jaksa Agung dan Kapolri di Tengah Isu Penguntitan Jampidsus oleh Densus 88 
Saya Rela Mati, Kata Pegi Setiawan dengan Raut Wajah Sedih Bantah Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Polisi: Tersangka Pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 9 Orang, Bukan 11
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 13:30 WIB

Arti dan Makna National Couple Day Post Your Other Half serta Tanggal Perayaannya

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:15 WIB

Apakah National Couple Day 2024 Jatuh pada 27 Mei? Ini Tanggal Asli dan Cara Merayakan Hari Pasangan Nasional

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:04 WIB

Katalog Promo JSM Indomaret 17 – 19 Mei 2024, Cek Ada Diskon Harga Untuk Produk Apa?

Selasa, 14 Mei 2024 - 12:02 WIB

Sosok Tunggu Kiris Itu Seperti Apa dan Hantu Tunggu Kiris Artinya Apa? Simak Ulasan Lengkapnya di Sini

Senin, 13 Mei 2024 - 13:28 WIB

Tunggu Kiris Itu Artinya Apa Dalam Bahasa Indonesia? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Sabtu, 11 Mei 2024 - 14:57 WIB

7 Jurusan Kuliah Termurah di Universitas Brawijaya Jalur Mandiri

Jumat, 10 Mei 2024 - 21:32 WIB

Apa yang Perlu Diketahui Tentang Orgasme selama Kehamilan!

Jumat, 10 Mei 2024 - 21:10 WIB

ASI Bubuk Aman atau Berbahaya? Simak Penjelasan IDAI

Berita Terbaru