Pernikahan Katolik Itu Sulit, Jangan Mau Kalau Belum Siap!

Sabtu, 18 November 2023 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernikahan dalam Gereja Katolik. Foto ilustrasi

Pernikahan dalam Gereja Katolik. Foto ilustrasi

JakartaPernikahan dalam ajaran Gereja Katolik memang diatur dengan serius dan memiliki standar serta persyaratan yang ketat. Gereja Katolik menganggap pernikahan sebagai ikatan sakral dan permanen antara dua individu yang telah dibaptis.

Beberapa faktor yang membuat pernikahan Katolik dianggap sulit adalah:

  1. Pemahaman Ajaran Gereja: Pasangan yang ingin menikah dalam ajaran Gereja Katolik diharapkan untuk memahami ajaran Gereja terkait dengan pernikahan, termasuk komitmen untuk hidup bersama dalam keadaan suka dan duka, serta menanamkan nilai-nilai agama dalam keluarga.
  2. Persiapan Pranikah yang Intensif: Persiapan pranikah dalam Gereja Katolik biasanya melibatkan serangkaian pertemuan atau kursus pranikah yang mempersiapkan pasangan calon pengantin tentang arti pernikahan Katolik, tanggung jawab, dan kesiapan mereka.
  3. Izin dari Gereja: Untuk melangsungkan pernikahan Katolik, pasangan harus mendapatkan izin dari pastor atau gereja setempat serta mengikuti persyaratan yang ditetapkan oleh Gereja.
  4. Persiapan Mental dan Emosional: Pernikahan merupakan komitmen seumur hidup. Persiapan mental dan emosional sangat diperlukan agar pasangan siap menghadapi tantangan dan kebahagiaan dalam pernikahan.

Gereja Katolik mengajarkan pentingnya komitmen yang kuat dan persiapan yang matang sebelum seseorang memutuskan untuk menikah. Oleh karena itu, bagi mereka yang ingin menikah dalam ajaran Gereja Katolik, penting untuk mempertimbangkan kesiapan secara mental, emosional, dan spiritual, serta melibatkan diri dalam proses persiapan pranikah yang disarankan oleh Gereja.

Berikut adalah ringkasan mengenai Hukum Gereja Katolik tentang pernikahan:

Kitab Hukum Kanonik (KHK) merupakan panduan utama dalam ajaran Gereja Katolik tentang berbagai hal, termasuk perkawinan. Dalam Gereja Katolik, perceraian tak dibolehkan, sebab perkawinan dianggap sebagai ikatan yang tidak dapat dipisahkan (indissoluble marriage). Berikut ulasannya:

Arti Perkawinan Katolik

Arti perkawinan Katolik adalah perjanjian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk kebersamaan hidup. Perkawinan memiliki tiga tujuan: kesejahteraan suami-isteri, kelahiran anak, dan pendidikan anak. Gereja Katolik menegaskan sifat perkawinan yang tak terceraikan, monogam, dan indissoluble.

Sifat Dasar Pernikahan Katolik

Pernikahan Katolik pada dasarnya berciri satu untuk selamanya dan tak terceraikan. Pernikahan ratum antara orang-orang yang dibaptis (sah) dan disempurnakan dengan persetubuhan (consummatum) menjadi tak terceraikan, kecuali oleh kematian.

Kesepakatan Nikah

Kesepakatan nikah atau perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak yang menikah adalah penentu yang membangun perkawinan itu sendiri. Kesepakatan ini harus muncul dari pasangan suami-isteri itu sendiri, tidak dipaksa oleh pihak luar, dan harus dinyatakan secara publik serta sah menurut norma hukum.

Baca Juga:  Jangan Salah Pilih, Ini Produk Minuman Israel yang Dijual di Alfamart dan Indomaret!

Penataan Hukum

Setiap perkawinan Katolik diatur oleh hukum ilahi, hukum kanonik, dan hukum sipil. Hukum ilahi mengikat semua orang, termasuk non-Katolik. Gereja memiliki kuasa mengatur perkawinan warganya, bahkan ketika hanya salah satu pasangan yang beriman Katolik.

Penyelidikan Kanonik

Penyelidikan sebelum perkawinan bertujuan agar imam atau gembala umat memiliki kepastian moral bahwa perkawinan yang akan dilangsungkan adalah sah dan layak, tanpa halangan yang dapat membatalkan.

Beda Sakramen dan Pemberkatan Pernikahan

Sakramen perkawinan dijalankan oleh dua orang yang dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Pemberkatan perkawinan memiliki inti janji yang sama, tetapi modelnya berbeda sesuai dengan keyakinan agama pasangan yang menikah.

Pernikahan Beda Agama

Pernikahan beda agama tidak menjadi sakramen jika salah satu pasangan tidak mengimani tanda keselamatan agama pasangannya. Jika pasangan non-Katolik menjadi Katolik di masa mendatang dan percaya pada sakramen, pernikahan mereka akan menjadi sakramen.

Kesimpulan

Pernikahan adalah peristiwa sadar dan terencana, tanpa ada yang disembunyikan dari pihak Katolik. Juga, upacara perkawinan tidak akan mengganggu iman masing-masing pasangan, dan pihak non-Katolik tidak harus mengucapkan doa-doa orang Katolik.

[Referensi: Hukum Gereja Mengenai Pernikahan Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Benarkah Cuci Muka Setelah Terpapar Sinar Matahari Berbahaya?
Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Minum Kopi Hitam Setiap Hari
Manfaat Buah Duku untuk Kesehatan dan Kecantikan
Waspada! 6 Efek Samping Terlalu Banyak Minum Kopi
8 Tanda Anda Memiliki Kepribadian yang Jauh Lebih Kuat Daripada Orang Kebanyakan, Menurut Psikologi
Mengapa Orang Selingkuh Tidak Merasa Bersalah?
Stres Saat Berangkat Kerja Bisa Jadi Tanda Mental Tak Sehat
Hari Epilepsi Internasional: Fakta Menarik dan Dampak Epilepsi
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:09 WIB

Hoax: Telat Bayar Pajak Kendaraan Tidak Bisa Beli BBM Subsidi

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:56 WIB

Revitalisasi KUA untuk Pernikahan Semua Agama, Perlu Kajian Mendalam

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:09 WIB

Wacana Pernikahan di KUA untuk Semua Agama, Ini Kata Disdukcapil 

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:09 WIB

IDI Hormati Putusan MK Tolak Uji UU Kesehatan

Jumat, 1 Maret 2024 - 12:06 WIB

Pengorbanan di Papua, Brimob Polda NTT Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:03 WIB

Promosi Pariwisata Indonesia Dinilai Kalah Jauh Dibanding Negara Lain

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:03 WIB

Jokowi Sebut Banyak Investor yang Antre Mau Investasi ke IKN

Kamis, 29 Februari 2024 - 19:39 WIB

Pedagang Kantin Protes Harga Menu Makan Siang Gratis Rp15 Ribu

Berita Terbaru

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik., Foto: RRI

Pemilu

KPU: Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar 27 November

Sabtu, 2 Mar 2024 - 11:44 WIB