Pertarungan Merebut Inerie hingga Sang Penjaga Arwah

Minggu, 3 Maret 2019 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah cinta bahkan diwarnai pedang dan pertempuran. Nun jauh di Yunani dikisahkan bagaimana Troy hancur berkeping-keping karena cinta yang menjelma menjadi bara dan peperangan.

Bermula dari Paris Pangeran Troy yang jatuh cinta dengan Helen istri dari Menelaus raja Sparta.

Kisah cinta yang berujung tragedi perang tidak hanya dialami di Yunani tapi juga di Gunung Inerie Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, Indonesia. Kisah tersebut merupakan mitos yang berkembang di seputar wilayah ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inerie adalah seorang gadis cantik yang dilahirkan dari seorang ibu bernama Roka. Paras cantik gadis itu mempesona setiap lelaki yang melihat wajahnya. Siapa saja yang akan melihatnya pasti jatuh cinta.

Ebulobo alias Emburombu (Gunung yang berada di dekat Inerie) merupakan seorang pria yang tidak mampu menahan rasa kala melihat gadis itu. Tak mau berlama-lama, ia memutuskan untuk mempersunting Inerie.

Baca Juga:  Wisatawan Tidak Perlu Cemas Datang ke Kota Wisata Super Premium Labuan Bajo, Apa Alasannya?

Hatinya hancur saat mengetahui gadis itu menolaknya. Selain itu pinangannya itu harus diurung karena ia tidak mampu membayar belis yang sesuai bagi sang pujaannya. Ditambah lagi ternyata ada orang ketiga dalam kisah percintaan itu.

Hatinya benar-benar murka saat mengetahui Masih adalah sosok pria yang menggagalkan rencananya itu. Pria itu adalah pengawal setia Ineria. Ebulobo tak mau menyerah, ia memalu gendrang perang dalam pertaruhan harga diri itu.

Darahnya semakin mendidih melihat Inerie ikut membantu Jaramasi rivalnya dalam pertempuran itu. Pertempuran yang sengit ketiga sosok yang dimabuk cinta ini berakhir dengan kekalahan Ebulobo.

Dalam beberapa catatan dikisahkan Inerie pada mulanya menebas kepala Ebulobo hingga menimbulkan luka yang dalam. Ebulobo membalasnya dengan memenggal kepala Inerie hingga berguling ke laut Sawu dan tenggelam ke dasar laut. (Luka-luka dan darah yang panas Ebulobo dipercayai hal yang menyebabkan asap yang terus keluar hingga sekarang).

Baca Juga:  Wisata Pulau Padar Mulai Dibuka Kembali Bagi Turis

Sedangkan dalam catatan yang lain dikatakan sejumput rambut Ebulobo dibabat habis dan jatuh di luar Aimere. Hal inilah menyebabkan Ebulobo sering mengeluarkan asap pertanda siaga untuk berperang kapanpun.

Sementara Jaramasi yang sekarang menjelma dalam sebuah batu besar yang berdiri di sisi selatan puncak gunung Inerie kemudian menjadi sosok yang terus menjaga sang kekasih (Inerie). Ia tidak hanya pengawal tapi juga jantung hati dan kesatria bagi Inerie.

Di sanalah ia dimakamkan dan dipercayai sebagai penjaga para arwah di puncak Inerie. Nama Jaramasih diambil dari kata Jara yang berarti Kuda dan Masi merupakan nama peria itu.

Kisah percintaan ini dituturkan di masyarakat lokal Ngada. Kisah di balik gunung yang tinggi menjulang sekitar 2.124 m (6.968 kaki). Gunung tertinggi di NTT ini tercatat mulai meletus pada tahun 1830.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Pasar Ubud Bali: Surga Belanja Pecinta Seni dan Souvenir Unik
Resmi Dibuka! Grand Palma Pangandaran by Horison, Resort Bintang 4 dengan Fasilitas Lengkap
Parapuar, Gerbang Pesona Baru di Labuan Bajo
Pesona Kolam di Atas Awan Desa Wisata Wae Lolos Dekat Labuan Bajo
Tragedi Snorkeling di Labuan Bajo, BPOLBF Ingatkan Pentingnya Keselamatan Wisatawan
5 Rekomendasi Wisata Libur Akhir Pekan di DKI Jakarta
Cara Membuat Kompiang Manggarai, Roti Tradisional Penuh Cita Rasa
Ta’aktana, Resort Mewah di Labuan Bajo untuk Pernikahan Impian Anda
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru