Pidato Penetapan Presiden Perlihatkan Kualitas Jokowi

Senin, 7 Januari 2019 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidato Presiden Jokowi saat Penetapan Presiden Terpilih di KPU pada Minggu (30/6/2019) memperlihatkan kualitas moral mantan Wali Kota Solo itu. Pak Jokowi telah memperlihatkan sikap tawadhu` (rendah hati atau tidak sombong), mengikuti “ilmu padi”, semakin berisi, semakin menunduk, semakin merendah.

Sifat yang amat mulia, namun sudah sedikit kita jumpai saat ini. Pidatonya singkat tapi penuh makna, dan pesan moralnya banyak.

Pertama, beliau ingin memperlihatkan adab atau etika yang baik. Datang tampak muka artinya beliau datang saat mendaftar sebagai calon melalui KPU, dan kemudian ditetapkan sebagai Presiden Terpilih juga melalui KPU. Makanya beliau sempatkan hadir, walau ditengah kesibukannya dalam acara G-20 di Osaka, Jepang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, Jokowi ingin melakukan penghormatan sekaligus apresiasi terhadap para patriot-patriot demokrasi khususnya KPU, yang telah bekerja keras menyelenggarakan pemilu bermartabat dan demokrasi sehat.

Alhamdulillah, beliau bersyukur pada akhirnya beliau dapat ditetapkan secara yuridis formal dan konstitusional melalui Putusan Mahkamah Konstitusi, sekaligus membantah adanya kecurangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu kemarin,” jelasnya.

Baca Juga:  Satu Jam bersama Jusuf Kalla di Vatikan

Ketiga, Jokowi melakukan penghormatan tertinggi sekaligus menghaturkan rasa terima kasih kepada seluruh Rakyat Indonesia. Rakyat sudah berbicara, rakyat suda memberikan penilaian dan bersikap serta memutus, bahkan rakyat sudah datang ke TPS-TPS untuk menentukan pilihan, yang alhamdulillah memilih beliau untuk diberikan kepercayaan untuk memimpin negara ini 5 tahun ke depan.

Beliau menghaturkan rasa terima kasih dan sekaligus menerima amanah dan tanggung jawab yang diberikan dengan ridho, tulus dan ikhlas sekaligus berjanji untuk mendedikasikan diri, berjuang, sekuat tenaga, bekerja dan melanjutkan pekerjaan dengan pondasi yang telah dibangun bersama dengan Pak Jusuf Kalla demi kemaslahatan bangsa.

Keempat, beliau mengajak semua elemen bangsa untuk kembali bersatu, merajut dan menjaga persatuan di Negeri Pancasila yang mempersatukan Indonesia dalam kebhinekaan. Saatnya bersatu kembali membangun negeri, karena semua kita saudara. Negara ini bukan milik satu orang, negara ini juga tidak bisa dibangun oleh satu dua orang.

Kelima, beliau kembali dengan segala kerendahan hati mengajak Pak Prabowo dan Pak Sandiaga untuk bersama-sama membangun negara, karena negara masih membutuhkan patriot-patriot yang cinta negeri, “yang telah selesai dengan dirinya sendiri”, yang datang hanya untuk mengabdi. Pidato seorang negarawan yang patut dijadikan catatan dalam dialektika kebangsaan kita.

Baca Juga:  Pakar: Duet Puan-Anies di Pilpres 2024 Tergantung Restu Megawati

Bagi sebagian orang banyak yang mengapresiasi bagaimana cara beliau mengelola emosi dan hati. Tapi bagi Saya sebagai legislator di daerah pemilihan di wilayah Mataraman, sikap beliau itu sebenarnya merupakan implementasi falsafah adiluhung yang disarikan dari kehidupan orang Jawa, yakni “ngluruk tanpo bolo” (tdk semua peperangan harus dimenangkan dengan menggunakan bala tentara), “menang tanpo ngasorake” (menang tanpa merendahkan, tidak jumawa, menyakiti hati lawan, “sakti tanpo aji” (jurus paling sakti adalah tidak punya musuh), “sugih tanpo bondho” (kaya tanpa harta: kaya hati).

Semoga sikap tawadhu` beliau dapat menjadi contoh sekaligus virus yang akan menginfluence banyak pemimpin dan calon-calon pemimpin negeri.

Selamat kepada Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma`ruf. Teriring doa yang terbaik. Semoga tetap amanah dan istiqomah. Kami semua bangga menjadi rakyatmu.

Oleh: Arteria Dahlan, anggota Komisi III DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Kurikulum Merdeka, Nasib Guru Bahasa Jerman di Ujung Tanduk
Menguak Aliran Dana Philip Morris, Pemegang Saham PT HM Sampoerna Tbk ke Israel
Menakar Kans Koalisi Pengusung Anies Baswedan Bubar Kala Demokrat-PDIP Tampil Mesra
Kontroversi dalam Karier Sutradara Film Porno Kelas Bintang, Dari Sinetron ke Film Dewasa
Romo AS: Kasus Pastor Bunuh Diri dan Dugaan Salah Urus Gereja
Ridwan Kamil, Misi Golkar Rebut Jawa Barat dari Gerindra dan PDIP
Menjadi Konten Kreator Tiktok, Rela Alih Profesi demi Fulus
Dikenal Sebagai Daerah Subur, Buah Impor Membanjiri Manggarai
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru